9th
July
2007
Oleh Darma Putra

Jauh sebelum hadirnya televisi, VCD, dan DVD, gedung bioskop merupakan salah satu lambang modernitas kota Denpasar. Kapan pastinya gedong bioskop berdiri di Denpasar perlu diteliti lebih jauh. Yang jelas, pada tahun 1950-an, media massa yang terbit di Bali sudah menyebutkan kegandrungan kalangan elit dan remaja kota menonton film, berarti gedung bioskop sudah hadir saat itu.
Tahun 1950-an dan seterusnya, di Denpasar sudah sering diputar film asing, mulai dari film Barat, India, dan belakangan juga film Cina. Saat itu, gedung bioskop yang sudah disebut-sebut hadir adalah Wisnu Theatre dan Holliwood, keduanya terletak di Jalan Gajah Mada. Holliwood ini kemudian berubah nama menjadi Indra Djaja. Film Amerika yang popular tahun 1950-an itu antara lain āSamson and Delilahā dan āHerculesā.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Denpasar Before & After, Budaya | Kontributor : Darma Putra | | 1,038 Views
9th
July
2007
Dikirim oleh Arief Budiman
Bambu talks-road to Bambu Nusantara Bali
Tergugah dengan fakta bahwa lebih dari 10 persen bambu dunia berada di Indonesia dan bambu merupakan bagian kultur rakyat Indonesia, Departemen Pariwisata Budaya menyelenggarakan Festival Musik Bambu untuk memperingati ulang tahun Kemerdekaan RI ke-62. Bambu yang juga dalam penelitian di Indonesia memiliki 1000 lebih ragam guna ini adalah potensi besar untuk dieksplorasi sebagai komoditi dan kegunaan kreatif lainnya.
Festival yang menurut rencana akan digelar di Jakarta International Expo (JI-Expo) Kemayoran Jakarta Pusat pada 18-19 Agustus 2007 itu akan meliputi World Music Performances, Seruling Nusantara, Indigenous Spot; Bambu Talks (Seminar dan workshop), display bambu, kerajinan dan kuliner dari bambu, kontes foto dan permainan. Pihak panitia telah merancang Festival Musik Bambu Nusantara ini sebagai bagian dari sirkuit World Music Festival.
Sebagai bagian dari festival tersebut akan diselenggarakan “Bambu Talks-Road to Bambu Nusantara” berupa seminar dan workshop di Denpasar, Solo Jakarta dan Bandung dengan topik yang berbeda sesuai dengan potensi dari daerah tersebut.
Panitia penyelenggara mengundang jurnalis, budayawan, seniman dan peminat seni untuk menghadiri “Bambu Talks-Road to Bambu Nusantara Baliā pada Senin 16 Juli 2007 pukul 16.00-18.30 Wita. Kegiatan ini berupa diskusi dan workshop yang akan ditutup dengan makan malam dengan menu aneka kuliner nusantara denganĀ berbahan dasar dan menggunakan unsurĀ bambu. Nara sumberĀ diskusi antara lain Nyoman Winda (Seniman Jegog), Wayan Balawan (Seniman musik), Gugun (Bambu Chillout), dan Linda Garland (pemerhati bambu). Tempat di Warung Lapau, Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur (Sebelah Vaya Tour) Telpon 0361-7800055
Peserta yang berminat mengikuti acara ini tidak dikenakan biaya namun diminta untuk mengkonfirmasikan kehadirannya melalui email: ayip@matamera.com atau sms ke 081 7979 2323. [+++]
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 315 Views