17th
July
2007
Dikirim Arief Budiman
Kenapa banyak tokoh besar dunia, seniman dan sastrawan jenius, memberikan apresiasi tinggi kepada surat cinta? Tak lain karena surat cinta menandai sisi paling intim dari keberaksaraan (literacy) yang menjadi basis peradaban manusia modern. Â
Proyek pameran Love Letter digulirkan dengan mengundang sejumlah pelukis untuk menciptakan karya lukis yang diilhami surat cinta. Referensi yang ditawarkan kepada pelukis adalah tiga surat cinta bersejarah dari Beethoven, Napoleon Bonaparte dan Putri Shigenari.  Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Arief Budiman | | 346 Views
17th
July
2007
Dikirim Darma Putra, diambil dari www.balipost.co.id
Cita-cita perjuangan R.A. Kartini sesungguhnya sudah masuk dalam wacana tentang kesetaraan gender di kalangan wanita intelektual Bali pada tahun 1930-an. Tak hanya pemikirannya, nama Kartini juga sering disebut dalam artikel-artikel yang ditulis wanita Bali pada masa itu. Hal ini berlanjut terus tahun 1950-an, bahkan lebih frekuentif dan intensif. Bedanya, pada era 1930-an, sketsa wajah Kartini tak pernah muncul dalam majalah.
————-
Â
INILAH cuplikan gambaran wanita Bali tempo dulu yang ditulis I Nyoman Darma Putra dalam buku “Wanita Bali Tempo Doeloe, Perspektif Masa Kini” ini. Di buku yang kini sudah memasuki cetakan kedua ini, Darma Putra bermaksud menyelamatkan tulisan-tulisan yang dibuat wanita Bali tempo dulu, agar pesan yang hendak mereka sampaikan dapat dijadikan bahan renungan. Hal ini terkait dengan ramainya muncul wacana kesetaraan gender dalam kehidupan sosial dewasa ini. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Buku | Kontributor : Darma Putra | | 785 Views
17th
July
2007
Oleh Agustinus Wibowo
[Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian NusaBali]
Â
Penggunaan bahan-bahan tak ramah lingkungan di Bali dalam sektor mesin pendingin masih terhitung tinggi. Diperkirakan sedikitnya masih ada sekitar 20 ton refrigeran atau freon jenis R12 yang mampu melubangi lapisan ozon, masih terus digunakan. Celakanya lagi, bahan penggantinya yang ramah lingkungan dan beredar di Bali, 90 persen juga palsu. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Agustinus Wibowo | | 367 Views