Sate Nyuh Panggul Seperempat Abad
Oleh Luh De Suriyani Â
Metarmofosis Kota Denpasar barangkali bisa ditanyakan pada bapak penjual sate nyuh satu ini. Lebih dari 25 tahun ia mengitari Denpasar sambil membawa emblong (baki besar berbahan seng) yang dipanggulnya. Sampai sekarang, emblong itu nyaris sama dengan pertam kali saya melihatnya sekitar 25 tahun lalu. Saya tak tahu apakah ini emblong berusia lebih 25 tahun atau telah berganti. Yang jelas warnanya sama, perak kusam.Â
Emblong ini berdiameter sekitar 50 sentimeter, dengan tinggi sekitar 20 senti. Biasanya si bapak dagang sate nyuh memanggulnya di bahu kanan atau kiri. Ia sendiri selalu memakai topi ketika berjualan. Sebagai peneduh sekaligus alas menjunjung emblong berisi sate dan pesan (pepes) berbahan dasar nyuh (kelapa) serta ikan tumbuk itu. Jika bahu kiri dan kanannya letih memanggul, ia menggantikan dengan menjunjung di kepala. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Luh De Suriyani | 1 Komentar | 286 views



