8th
August
2007
Oleh Anton Muhajir
Tulisan ini adalah sebagian hasil “riset kecil”, -saya sebut kecil karena lebih banyak pakai sumber sekunder daripada sumber primer-, pada Maret 2007 lalu. Ada beberapa perubahan, terutama tentang lahirnya kembali Koran Bali yang sempat mati. Riset saya lakukan untuk membantu Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Jakarta yang akan menerbitkan buku tentang peta kepemilikan media di Indonesia.
Ada beberapa isu menarik, misalnya soal kebijakan Kelompok Media Bali Post untuk meminta uang iklan dari narasumber. Kata Widminarko, pemimpin umum tabloid Tokoh, salah satu anak penerbitan Bali Post, mereka memang menggunakan prinsip Journalist is Marketing. Ini prinsip yang aneh memang. Banyak narasumber yang senang dengan kebijakan ini karena mereka pasti bisa masuk koran kalau punya uang. But, lebih banyak lagi orang yang sedih karena kebijakan itu. Terutama mereka yang tidak punya uang tentu saja. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Buku, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 1,080 Views
8th
August
2007
Oleh Ni Komang Erviani
Ketika mengunjungi seorang anak dari ibu positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, perasaan saya miris. Bocah delapan bulan itu tampak lemah dengan alat bantu pernafasan dan selang infus di tangan. Ibunya yang terinfeksi HIV dari suami yang di masa mudanya sering berganti pasangan seks, tampak sibuk mengelus dahi putranya itu.
Di ranjang sebelahnya, bayi mungil tampak gelisah di pangkuan sang nenek lengkap dengan alat bantu pernafasan dan selang infusnya. Suara nafasnya terdengar jelas. “Dia sesak,” kata sang nenek. Ayah bayi mungil itu telah meninggal ketika ia masih lima bulan di dalam kandungan, karena infeksi oportunistik akibat Aquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Saat itu, sang ibu yang ternyata juga telah terinfeksi HIV, sempat menjalani program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi (Prevention Mother To Child Transmission/PMTCT). Kata sang nenek, hasil tes HIV terhadap si bayi mungil menyatakan rektif. Namun itu baru hasil sementara. Hasil tes itu baru akan dipastikan kembali kebenarannya bila usianya sudah 18 bulan, saat si kecil telah bisa membentuk antibodinya sendiri. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 386 Views