Tercemar Karena Warga Tak Ramah
Oleh Komang Erviani
Bau busuk langsung menyambut, ketika mendekati kawasan Pintu Air Buagan, salah satu bagian di hilir Sungai Badung, Denpasar, Bali. Semakin dekat, baunya makin menyengat. Warna airnya terlihat pekat. Sampah menumpuk di beberapa sudut. Di sepanjang bantaran sungai, beberapa gunungan sampah seperti tak bisa luput dari pandangan, seperti tak terkendali.
Di antara rimbun sampah di Sungai Badung, Made Segara (40 tahun) tampak asyik memancing bersama Ayu (2 tahun), putri keduanya. Tawa riang sesekali terdengar dari bibir mungil Ayu, setiap kali ikan menyangkut di kail sang ayah. Ada lumayan banyak ikan nila hasil pancingan Made Segara hari itu. “Kadang-kadang saya bisa dapat 50 ekor,” terang Segara yang biasa menghabiskan akhir pekannya di tempat itu. Sudah hampir 20 tahun, Sungai Badung menjadi pilihan utamanya untuk menyalurkan hobi memancing. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Budaya | Kontributor : Ni Komang Erviani | 0 Komentar | 657 Views



