30th
September
2007
Oleh Yusuf Rey Noldy
Tindak kekerasan junta militer di Myanmar terhadap biksu, mahasiswa, dan kelompok prodemokrasi di negara yang tengah bergejolak tersebut mengundang keprihatinan kalangan aktivis di Bali. Maka, pada Minggu (30/09), kelompok yang tergabung dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Myanmar itu menggelar aksi damai di perempatan Matahari Denpasar.
Dalam aksinya, kelompok yang terdiri dari aktivis, mahasiswa, jurnalis, maupun kelompok prodemokrasi lain di Bali itu mengutuk tindak kekerasan junta militer pada biksu, mahasiswa, dan kelompok prodemokrasi di Myanmar. Sebagai mana diketahui, demonstrasi secara simultan oleh biksu di negara yang dipimpin rezim militer itu telah mengakibatkan korban berjatuhan. Hingga Jumat lalu, setidaknya 13 orang telah tewas akibat kekerasan oleh tentara dan polisi. Selain biksu dan mahasiswa, salah satu korban tersebut adalah wartawan. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Yusuf Rey Noldy | | 200 Views
29th
September
2007
Sumber: NusaBali
Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai di Bali cukup parah. Setiap tahun, rata-rata pengikisan bibir pantai oleh ombak mencapai 10-20 meter. Bila hal ini tak ditangani serius, maka Bali akan terancam kehilangan salah satu pesonanya. Di sisi lain, penanganan masalah ini masih tergantung pada pemerintah pusat.
Data yang dihimpun NusaBali sampai akhir 2006, masih ada 7.928 km bibir pantai di Denpasar dan Badung yang belum tersentuk penanganan. Dengan rincian di Denpasar masih tersisa 1.428 km dan di Badung mencapai 6.500 km. Pada pertengahan 2007, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bali telah melakukan sejumlah penanganan untuk menanggulangi abrasi. Seperti yang dilakukan di Pantai Padanggalak yang menghabiskan dana sekitar Rp 15 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN tahun 2007. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 243 Views
28th
September
2007
Sumber: Bali Post
PARIWISATA Bali tak pernah reda didera masalah. Diawali dengan bom dua kali, isu penyakit SARS, flu burung dan sebagainya. Di saat kondisi pariwisata Bali berangsur membaik, muncul lagi sebuah persoalan. Seorang oknum karyawan di Imigrasi Bandara Ngurah Rai melakukan pemerasan terhadap wisatawan warga Australia.
Tindakan ini sungguh sangat keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan. Tentu hukumannya harus berat karena telah mencoreng citra pariwisata Bali, apalagi korbannya adalah orang asing. Untuk Imigrasi Ngurah Rai sebenarnya yang kurang adalah pengawasan. Selama ini banyak terjadi kasus yang menimpa wisatawan, walaupun nilainya tidak sampai ribuan dolar tetapi hal ini hampir terjadi setiap hari. Jadi perlu pengawasan yang lebih ketat untuk operasional keimigrasian di Bandara Ngurah Rai. Jangan-jangan ada pihak lain yang ikut terlibat, sehingga hanya dilakukan skorsing saja.
Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (27/9) kemarin. Berikut rangkumannya. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 240 Views
27th
September
2007
Dikirim Arief Budiman, dari Geoff and Dorothy Longhurst
September 17th, 2007
Attention Mr Budiarman Bahar. I am writing you with great concern, and a heavy heart, following an incident on September 16th at Denpasser Airport.
My wife and I are very regular visitors to the Island of Bali, and have not been afraid to visit on several occasions since the awful bombing disasters of recent years, we continue to support your Country, both by visiting Bali, and by our other actions, at home in Australia.
On September 16tth, we arrived to enjoy a 12 day holiday, at 3 different Villa’s, in Jeroboam, Seminyak and finally at Jimbarren Bay. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Arief Budiman | | 334 Views
26th
September
2007
Oleh Luh De Suriyani
Buka puasa dengan ayam betutu? Sebenarnya ini bukan pilihan saya, tapi suami yang doyan pedas. Beberapa hari ini ia terus menunjukkan nafsunya untuk mencoba ayam kampung berkuah super pedas ini. Karena itu saya dengan setengah rela hati mengiyakan ajakannya untuk buka puasa di warung makan Be Tutu Gilimanuk di Jalan Merdeka, Renon, Denpasar Jumat pekan lalu.
Sesampai di warung makan, seorang petugas menyambut dengan menyodorkan kertas menu. Saya persilakan pramusaji itu meninggalkan saya sebentar karena saya mau menyimak menu dulu. Eh, nona pramusaji ini abai saja, dan terus nyanggongin saya. Oke deh, barangkali dia lagi capek duduk dan ingin berdiri di samping pembelinya. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 259 Views
26th
September
2007
Sumber: Bali Post Online
Kembali kasus kasepekang terjadi. Seorang warga Kedungu, Kediri, Tabanan dikeluarkan (kasepekang) dari banjar gara-gara menggantung kursi plastik dekat Padmasana Balai Banjar Kedunggu. Kalau ingin mabanjar kembali, diputuskan ia harus membayar Rp 200 juta selama dua tahun. Selain itu, ia harus berhadapan dengan hukum karena dilaporkan telah menodai tempat suci. Warga lain juga dilarang untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Jika ketahuan didenda Rp 500 ribu.
Ada apa dengan adat Bali? Haruskah krama Bali yang notabene beragama Hindu diberikan sanksi dengan nilai mencapai Rp 200 juta? Bahkan, tidak boleh berkomunikasi dengan warga di sekitarnya? Sungguh ironis. Antara adat dan budaya seharusnya semuanya berdasarkan ajaran agama Hindu, namun ternyata memang sangat banyak aturan adat yang melenceng dari ajaran Hindu sendiri, sehingga ini sangat memberatkan krama banjar. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 319 Views
25th
September
2007
Sumber: http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/25/b9hl.htm
Kembali ”Mabanjar”, Bayar Rp 200 juta
Seorang Warga Kedunggu ”Kasepekang” …
Seorang warga Kedunggu, I Ketut Riteg alias Pan Sini (65), dikeluarkan (kasepekang) dari banjar, gara-gara persoalan sepele yakni menggantung kursi plastik dekat Padmasana Bale Banjar Kedunggu.
Kalau ingin mabanjar kembali, diputuskan ia harus membayar Rp 200 juta selama dua tahun. Selain itu, ia harus berhadapan dengan hukum, karena dilaporkan telah menodai tempat suci. Warga lain juga dilarang untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Jika ketahuan didenda Rp 500 ribu. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 221 Views
25th
September
2007
Oleh Luh De Suriyani
Mau buka puasa gratis? Tidak ada salahnya Anda coba kesempatan ini. Makan nikmat, tempat asik, gratis pula. Enak? Tentu saja..
Buka puasa bersama itu ditawarkan Hard Rock Radio Bali bekerja sama dengan beberapa restoran. Ada restoran Warung-Warung di Kuta, ada restoran Dekade di Denpasar. Biar tidak jauh-jauh ke Kuta, saya pilih yang di Denpasar saja. Apalagi tempatnya memang tak jauh dari rumah saya di daerah Denpasar Utara. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 251 Views
24th
September
2007
Oleh Ni Komang Erviani
Meong-meongan, kini mungkin telah menjadi permainan yang asing di kalangan anak-anak Bali. Padahal dulunya, permainan itu menjadi sangat favorit. Keunikannya bahkan mampu menjadi daya tarik wisata bagi setiap turis yang datang ke Bali. Sayangnya, tak banyak tempat yang kini bisa dikunjungi turis untuk menikmati daya tarik tersebut.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, permainan tradisional Bali ternyata tak mampu mempertahankan eksistensinya. Berbagai jenis permainan yang diciptakan oleh teknologi tinggi, lambat laun menenggelamkan keberadaan permainan tradisional di kalangan anak-anak di Bali. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 847 Views
23rd
September
2007
Oleh Luh De Suriyani
Catatan: Tulisan ini dimuat di Media Halo, media internal pengguna Kartu Halo Telkomsel. Jadi mohon maklum kalau berbau iklan. :))
Bagi Marcia Dwiphurie Rachmani Soesanto, pekerjaannya adalah mozaik. Tiap hari ia mengerjakan banyak hal untuk komunitas berbeda. Namun semuanya ketika dikumpulkan, adalah bagian-bagian yang saling berhubungan dan membentuk sebuah kegiatan kemanusiaan.
Saat ini perempuan yang akrab dipanggil Mercya ini memilih menyodorkan diri sebagai Media Relation Officer (MRO) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali. Ini memang pekerjaan formal yang menuntutnya bertanggung jawab penuh. Namun, ia juga mampu membentuk jejaring kerelawanan sosial khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan di Bali. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sosok | Kontributor : Luh De Suriyani | | 242 Views