13th October 2007

Festival Gajah Mada

Oleh Darma Putra

Jalan Gajah Mada tak lagi secemerlang dulu. Kini jalan utama ko Denpasar itu kerap macet, jalan kian sempit, mobil-motor berebut tempat parkir. Toko-toko yang berjejer dari Barat ke Timur kian sunyi dari pembeli. Wajahnya mengingatkan kita pepatah ‘kerakap tumbuh di batu’ alias ‘hidup segan mati tak mau’.

Panorama Gajah Mada yang kini tua dan keriput walau berusaha diisi gincu lewat aturan bangunan berarsitektur Bali atau pembuatan trotoar jalan, berbeda dengan empat atau tiga dekade lalu. Dulu, Gajah Mada merupakan pusat kota yang mewah, lambang kemajuan dan gengsi. Kepentingan hidup modern tersedia di toko-toko di Gajah Mada. Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Denpasar Before & After, Budaya | Kontributor : Darma Putra | 6 Komentar | 481 Views

eXTReMe Tracker