25th
October
2007
Oleh Anton Muhajir
In the middle of Denpasar, a recently opened restaurant is offering diners tasty food and a rural atmosphere.
Located in East Denpasar, facing the Ayung River, Desa Dusun serves homemade food that tastes delicious and is reasonably priced too.
“We want our guests to feel completely at home,” said the restaurant’s owner, Nungki Yahya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 183 Views
25th
October
2007
Sumber Bali Post
TIDAK pernah disangka, Arbain (25), warga Desa Sukamakmur Kecamatan Gerung Lombok Barat, benjolan sebesar biji kedelai seperti jerawat di pipi kanannya akan membesar seukuran bola tenis hanya dalam waktu lima bulan. ”Awalnya saya kira jerawat, jadi saya pencet-pencet. Lama-kelamaan semakin besar seperti sekarang,” ujar Arbain saat ditemui di Ruang Kamboja RS Sanglah, beberapa waktu lalu.
Menginjak sebulan, benjolan sebesar biji kedelai tersebut mulai membesar. Karena takut ada apa-apa, Arbain segera memeriksakan penyakitnya ke puskesmas terdekat. ”Saya berobat ke puskesmas kurang lebih sebulan tetapi tidak sembuh-sembuh juga. Jadi saya bawa ke RS Mataram,” tuturnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 209 Views
25th
October
2007
Oleh Wibisono Sastrodiwiryo
Tahun 1961 AA Bagus Sutedja adalah seorang Gubernur Bali yang ambisius, idealis dan sangat patriotik. Maklum beliau adalah pejuang yang dulu ikut bergerilya di hutan mengusir penjajah Belanda
Beliau sangat tidak suka dengan segala macam yang berbau barat karena mengingatkan kesan akan penjajah di masa lampau. Sementara itu para expatriat masih banyak diperkerjakan sebagai tenaga ahli di Bali pada waktu itu karena memang kekurangan tenaga ahli terutama dibidang kedokteran.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sosok, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 372 Views
24th
October
2007
Oleh Wibisono Sastrodiwiryo
Dr Djelantik yang lebih dikenal sebagai budayawan dan dokter tidak menyurutkan minat dan perhatian masyarakat tentang visi kebangsaannya. Peran apa yang beliau mainkan dimasa perjuangan? Apa pandangan politiknya? Benarkah beliau pernah menerima surat dari Pahlawan Kemerdekaan IG Ngurah Rai? Pertanyaan pertanyaan yang menjadi penting setelah kepergiannya.Terlebih lagi setelah adanya rencana perubahan nama RSUP Sanglah Denpasar menjadi RSUP Dr Djelantik. Dalam obituari-obituari di media digital banyak disebut jasa jasa beliau. Seiring dengan dimuatnya tulisan tulisan tersebut juga menuai tanggapan yang mempertanyakan visi kebangsaannya.
Bahkan ada yang secara lugas mengatakan bahwa visi kebangsaan Dr Djelantik sama dengan AA Gde Agung yang secara terang terangan memihak Belanda. Ini sangat mengejutkan. Saya tahu siapa AA Gde Agung dari Soegianto Sastrodiwiryo yang mendapat cerita dari ayahnya yang kebetulan seorang pejuang menceritakan bagaimana para pejuang melempari batu Puri Gianyar karena menolak kemerdekaan RI.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sosok, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 510 Views
24th
October
2007
Sumber: Bali Post
TOKOH agama Hindu dan pendidikan di Bali, Prof Dr. I Gusti Ngurah Gorda, M.S., berpulang, Selasa (23/10) kemarin. Gorda bukan hanya milik Undiknas, melainkan milik masyarakat Bali.
Dia dikenal ahli dalam bidang ilmu manajemen-ekonomi, namun juga dikenal membumikan manajemen berbasis Hindu. Makanya hampir tiap ceramahnya di acara Dharma Wacana di Bali TV dan di seminar-seminar akademik selalu bernuansa manajemen Hindu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Sosok, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 171 Views
24th
October
2007
Oleh Ni Komang Erviani
A dozen beautiful girls danced together in the courtyard of Payogan Agung Temple in Ketewel village, Sukawati, near Ubud in Gianyar in early October.
The dancers were dressed in gold with crown-like headdresses adorned with fresh flowers. Other girls wearing similar costumes sat patiently in a corner of the temple waiting for their turn to perform.
Ni Kadek Dewi Puspayanti and the other girls are members of a legong troupe that was not formed to entertain tourists or dance enthusiasts but to serve in life cycle rites, ceremonies and celebrations. The troupe was rehearsing for the opening and closing ceremonies of the Payogan Agung Temple celebration.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 649 Views
23rd
October
2007
Oleh Arief Budiman
Perhelatan seni budaya bertema fashion bertaraf internasional Bali Fashion Week memasuki tahun penyelenggaraan ke-7. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, tema yang dibawakan pada 07 Bali Fashion Week ini adalah “Fashion meets Art”. Gagasan tema ini tidak lain untuk lebih memberikan dorongan bagi inspirasi kekayaan seni dan budaya Indonesia yang dapat dieksplorasi dalam karya-karya fashion designer Indonesia sebagai kekuatan daya saing di kancah Internasional. “Fashion meets Art” juga akan direfleksikan dalam kolaborasi seni baik dalam performing arts maupun installation art antara fashion designer dengan berbagai seniman dan desainer di bidang lainnya baik musik, tari, dan rupa.
07 Bali Fashion Week yang diselenggarakan mulai tanggal 22 hingga 25 November 2007 ini akan menampilkan mata acara utama International Fashion Show yang diikuti lebih dari perancang baik nasional maupun internasional di antaranya Oka Diputra, Muji Ananta, Putu Aliki, dll. dari Bali sedang Rajo Laurel dan Ivaarluvski Aseron dari Filipina, Choi Bokko dari Korea, Henry Lau dari Hong Kong, Kerry Grima dari Australia serta desainer lainnya merupakan desainer Internasional yang berpartisipasai dalam ajang 07 Bali Fashion Week
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Arief Budiman | | 362 Views
23rd
October
2007
Oleh Anton Muhajir
Menjelang dilaksanakannya pertemuan PBB tentang perubahan iklim di Bali Desember nanti, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali melakukan aksi pada Selasa (23/10) di perempatan Matahari Denpasar. Dalam aksinya, sekitar 30 aktivis Walhi tersebut menolak rencana pemerintah Indonesia untuk mengontrakkan hutan pada negara maju. Menurut Walhi mengontrakkan hutan pada negara maju bukanlah jawaban untuk mengatasi pemanasan global. Malah, upaya itu menegaskan sikap Indonesia sebagai calo ”real estate” hutan.
Aksi damai Walhi Bali berlangsung selama sekitar satu jam. Mereka berangkat dari depan kampus Universitas Udayana di Jl PB Sudirman, Sanglah. Dengan beriringan ke arah perempatan, mereka membawa spanduk besar bertuliskan Hutan Kita Bukan Toilet Karbon Negara Maju. Selain itu massa juga membawa poster-poster berisi tulisan 1 Hekter = Rp. 50.000 + penebusan dosa? NO WAY!!, Stop Jadi Calo Real Estate Hutan Indonesia!, dan Carbon Sink = Perampasan Hak Masyarakat Adat.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 214 Views
22nd
October
2007
Dikirim Arief Budiman
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Siapa saja yang bisa ikut lomba ini ?
Jawab: Semua masyarakat, tidak membatasi gender & kebangsaan (nationality), berumur minimal 18 tahun.
2. Apakah Tema Lomba ini ?
Green Design
3. Apa yang dimaksud dengan Green Design ?
• Renewable and Bio-degradable; Produk terbuat dari bahan yang bisa diterima oleh siklus ekologi alam (misalnya tas dari materi bamboo, kacang kedelai, daun jagung, serat tumbuh-tumbuhan, dll) Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi | Kontributor : Arief Budiman | | 626 Views
22nd
October
2007
Oleh Komang Sudiartha
Minggu (21/10) kemarin kemarin serentak dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Denpasar. Kebetulan saya ikut menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di desa tempat tinggal saya, Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara. Semua persiapan telah dilakukan dari pengedaran surat panggilan, sampai pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS), sudah kami laksanakan dengan baik saya. Di tiap satu TPS ada lima anggota dan dua petugas keamanan.
Pemilih dalam daftar pemilih yang kami terima berjumlah 415 orang. Surat panggilan pemilih kami edarkan dari 18 Oktober pagi sampai 20 Oktober malam. Namun hanya 302 surat panggilan yang bisa kami temukan pemilihnya, walaupun sudah kami cari tiga sampai empat kali. Kami tidak menemukan pemilihnya karena rumah tanpa penghuni (kosong, masih di kampung alias mudik), penguhuninya sudah pindah (penghuni lama, sudah tidak tinggal di alamat tersebut), alamatnya tidak jelas, orangnya tidak dikenal, dan lain-lain.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Komang Sudiartha | | 143 Views