7th
October
2007
Sumber: Bali Post
Polri yang tengah gencar mereformasi diri, ternyata masih saja punya anggota berperilaku aneh. Buktinya, oknum perwira Poltabes Denpasar Iptu Wayan Suarya memukul wartawan Denpost Ngurah Kertanegara, Jumat (5/10) kemarin. Saat kejadian, korban tengah menjalankan tugas peliputan di Mapoltabes. Seperti biasa, sejumlah wartawan kriminal berkumpul di depan ruangan identifikasi sambil menunggu informasi dari polisi. Pukul 14.00, Ngurah bersama Hence (wartawan Fajar Bali) saling tukar data. Tiba-tiba datang Iptu Suarya berpakaian dinas lengkap. Semula pelaku memanggil korban. ”Saya merasa tak punya masalah, jadi tak menyangka bakal dipukul,” kata Ngurah usai bertemu Kapoltabes Kombes Pol. Yovianes Mahar.
Korban menyatakan, Iptu Suarya tanpa basa-basi langsung mendaratkan bogem mentah. Pukulan telak pelaku menghantam perut korban. Saksi Hence langsung mendekati Ngurah, sekaligus mendengar ancaman Iptu Suarya pada Ngurah. ”Gara-gara kamu saya tak naik pangkat. Apa saya harus bunuh diri atau bunuh orang,” tambah Hence mengutip ancaman pelaku. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 248 views
6th
October
2007
Oleh Arief Budiman
Kisruh mengenai penggunaan lagu Rasa Sayange dalam promosi resmi negara Malaysia membuat ”gondok“ yang berkepanjangan bagi bangsa Indonesia menyusul kabar tempe, batik dan beberapa kekhasan Nusantara lainnya telah lebih dahulu dipatenkan juga oleh negara Malaysia.
Secara hiperbola tergambarkan, perang yang sesungguhnya tidak selalu dengan letusan mesiu namun serangan kepada right of ownership apalagi hal yang disebut “modal dasar” negara adalah serangan yang lebih dahsyat dari bom yang menewaskan. Satu pernyataan untuk diajukan: “Apakah Malaysia melakukan ini semua dengan sebuah kesadaran?” Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar, Teknologi | Kontributor : Arief Budiman | | 333 views
6th
October
2007
Oleh : Agung Ardana
Liburan lebaran sudah di depan mata. Bagi yang berencana liburan ke daerah atau ke mana saja, perlu diperhatikan beberapa tips di bawah ini:
- Kenali tempat tujuan wisata Anda dengan mencari informasi tentang daerah itu, kondisi geografis, obyek wisata yang ingin dikunjugi, temperatur, dll
- Rencanakan liburan Anda, bikin daftar hal-hal atau objek yang akan dikunjungi/dilakukan dan disiplin dengan daftar program yang telah Anda buat dan sepakati. Ini dilakukan untuk menghindari waktu terbuang percuma karena setelah sampai di daerah tujuan, bingung menentukan daerah mana yang akan dikunjungi dst.
- Bawalah obat-obatan yang biasa kita konsumsi apabila ada, atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan, seperti obat antiseptik, alkohol, kapas, balsem penghangat, dll. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan | Kontributor : Agung Ardana | | 268 views
5th
October
2007
Oleh Anton Muhajir
Ini pengalaman kuliner berbeda di Denpasar. Maka, semua teman saya yang datang Sabtu petang itu, sekitar pukul 18.15 Wita, tak henti-henti berucap, “Waaah, keren banget ya..”
Bodrek Arsana yang biasanya sinis pada banyak hal, kini ikut memuji. Mercya Soesanto yang biasanya kritis juga kali ini langsung termehek-mehek (he.he) ketika melihat lokasi tersebut. Tiga teman lain, Endang, Daniel, dan Ngurah berseru hal yang tak jauh beda: tempat kami makan malam itu memang keren banget. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 961 views
4th
October
2007
Oleh Agung Ardana
Pernahkah Anda mendengar atau berkunjung ke situs Pura Gunung Kawi selama liburan di Bali? Atau Anda sama sekali blank, tidak ada petunjuk. Kalau demikian, karena hal-hal sejarah ramai dibicarakan belakangan ini, secara singkat saya akan ceritakan sejarah obyek wisata ini. Mudah-mudahan berguna menambah wawasan serta referensi obyek wisata Anda selama di Bali.
Obyek wisata ini termasuk di wilayah Tampaksiring, kabupaten Gianyar, kira-kira 40 km dari Denpasar ke arah timur laut. Nama Gunung Kawi ini belum diketahui pasti asal muasalnya. Namun secara etimologi (bahasa kerennya) dikatakan berasal dari kata Gunung dan Kawi yang berarti Gunung adalah daerah pegunungan dan Kawi adalah pahatan. Jadi maksudnya pahatan yang terdapat di pegunungan atau di atas batu padas. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar | Kontributor : Agung Ardana | | 597 views
4th
October
2007
Oleh Swastinah Atmodjo
Setelah membangun berbagai infrastruktur termasuk perumahan warga, kini Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nangroe Aceh Darusalam (NAD)-Nias membuat terobosan dalam pengembangan pariwisata di Aceh dan Nias yang sempat lumpuh perekonomiannya lantaran bencana tsunami 2004 silam.
Kepariwisataan Aceh harapan BRR diantaranya wisata bahari, wisata alam, MICE dan sebagainya. Paskabencana, Aceh semakin dikenal ke mancanegara. Sampai saat sekarang pun berbagai lembaga asing maupun perorangan masih melakukan program bantuan. Hal itu bisa menjadi sarana promosi pariwisata. Dengan dukungan keindahan alam, kekayaan budaya, ketersediaan fasilitas penunjang dan sumber daya manusia (SDM) yang bagus, kata salah seorang Direktur Program BRR Ricky Avenzora, Aceh bisa menjadi destinasi wisata dunia. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Sekitar Denpasar | Kontributor : Swastinah Atmodjo | | 649 views
3rd
October
2007
Oleh Pande Baik
Oh ya, ini hanyalah satu beban yang menumpuk di pikiran selama dua tahun terakhir, di mana saya berada pada posisi sebagai staf satu sub Dinas yang bertugas memonitoring semua kegiatan lapangan yang sedang berlangsung.
So, mungkin aja tulisan ini bakalan dianggap basi lagi oleh beberapa orang, namun bisa saja menjadi satu renungan atau pertimbangan bagi yang masih berminat menjajal hidup sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS).
Selama ini citra yang tertanam di benak masyarakat awam bahwa menjadi seorang PNS pastilah enak. Mau ngantor jam berapa pun, pulang lebih awal maupun bolos seenaknya toh tetap dapet gaji. Bayangkan kalau kerja di swasta? Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Lowongan Peluang | Kontributor : Pande Baik | | 374 views
2nd
October
2007
Oleh Komang Widagda, di milis media-bali@yahoogroups.com
Hingga bulan kesembilan 2007 jumlah kunjugan wisman ke Bali telah mencapai angka 1,245 juta. Angka ini sama dengan angka yang ditargetkan Bali selama satu tahun. Diperkirakan angka kunjungan hingga akhir tahun dapat menembus level 1,6 juta bahkan bisa sampai 1,75 juta wisman. [b]
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 330 views
2nd
October
2007
Oleh Putra Taman 65
Seorang teman dari Amerika datang ke rumah, ia rencananya mau menginap di tempat saya. Dengan tergopoh-gopoh dua tas besar ia jinjing dan satu tas lagi ia gendong. Tubuh bermandikan keringat, nafas terengah-engah dan tanpa rasa sungkan dua gelas plastik air minum yang kami hidangkan langsung diminumnya.
Ia ingin tinggal di Denpasar dengan harapan dapat memperoleh tempat kost yang jauh lebih murah, daripada hotel di Ubud yang menjadi tempat tinggalnya dulu. Karena ia antropolog, tentu keberadaanya di Bali untuk sebuah penelitian. Kehidupan perempuan Bali menjadi fokus temanya. Untuk beberapa hari ia tidur di tempat saya sebelum menemukan tempat yang ideal baginya.
Bali adalah pulau surga para peneliti, dari Cliford Gertz sampai Geoffery Robinson pernah dan terkenal sebagai peneliti karena Bali. Bali juga pulau para turis dari Four Season sampai Bvlgari Hotels n Resort menancapkan tembok kokohnya di sana. Turis dan peneliti asing adalah sama-sama orang asing, tetapi terkadang peneliti asing tidak mau disamakan dengan turis. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 362 views
1st
October
2007
Text: Rony Zakaria
It was the third time I had visited Bali, an island well-known for its exoticism and sense of mystery. There were a lot of changes since my first visit, years ago. The beaches were far more quiet, the tourist spots less crowded and, in the night, only a few travellers at restaurants and cafés - all uncommon sights before the Bali bombings of October 2002.
But still, there are things that are unchanged, like the thousands of pura (temples) in every corner of Bali or the beautiful sunset every day at Kuta. But I was far more concerned with the huge number of dogs everywhere, another thing that has also remained unchanged. You can see dogs almost everywhere,on the streets, on the beaches, even inside the puras.The dogs in Bali live a free-form life without owners.
Besides feral dogs, there are also partially stray dogs that do have owners but are not treated or considered as pets. Many of these dogs are only fed with leftovers and do not get proper care or medicine. Most Balinese can’t afford to go to a veterinarian to have their dogs sterilised.
According to a study by a team from the University of California, there are approximately 800,000 dogs living in these conditions. Right now, efforts to control the dog population are being carried out by non-governmental organisations (NGOs) and concerned individuals. The government’s role (through the Department of Health of Bali Province) is quite limited and it has not allocated any money to handle the problem. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 187 views