Perluasan Bandara Ngurah Rai, antara Impian dan Kenyataan
Oleh Marthen Welly
SEJAK didirikan Bandara Ngurah Rai telah menuai kritik, karena landasan pacunya yang sebagian didirikan dengan mereklamasi laut di wilayah Tuban, Bali Selatan itu ditunding sebagai salah satu penyebab terjadinya abrasi yang cukup parah di pantai Kuta. Akibat landasan pacu yang menjorok ke laut, sehingga arah arus yang semula dapat mencapai bibir pantai Tuban, berbelok arah membentur pantai Kuta sehingga menyebabkan abrasi.
Beberapa hal perlu dikaji apakah perluasan Bandara Ngurah Rai lebih banyak memberi manfaat buat Bali atau justru banyak menimbulkan masalah. Grand design pariwisata Bali jangka panjang pun sangat erat terkait dengan kebutuhan lapangan terbang yang memadai, aman, dan modern. Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah, apakah saat ini Bandara Internasional Ngurah Rai sudah tidak mampu lagi mengakomodasi pesawat-pesawat yang datang membawa para turis baik domestik maupun mancanegara? Lantas apakah kapasitas daya dukung lingkungan di Bali siap jika proyeksi kedatangan para turis ke Bali akan ditingkatkan dua kali lipat dari katakanlah 5.000 orang turis per hari menjadi 10.000 orang turis per hari dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang misalnya?
Kategori berita : Budaya, Opini, Teknologi | Kontributor : Marthen Welly | 0 Komentar | 295 views



