15th November 2007

Jalak Bali Sangat Kritis

Dikirim Ni Komang Erviani
dari Press Release

Berdasarkan hasil analisa terakhir Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia) pada tahun 2007, dari 1.592 jenis burung yang hidup di Indonesia, 119 jenis di antaranya terancam punah. Jumlah ini didapat berdasarkan analisa dengan mempergunakan kriteria yang ditetapkan badan konservasi dunia (IUCN).

“Sekitar 80 persen jenis burung terancam punah ini sangat bergantung kepada hutan sebagai habitatnya. Artinya, jika tidak ada aksi nyata untuk menyelamatkan hutan dan habitat burung lainnya, kemungkinan besar jenis-jenis burung warisan dunia ini akan punah dari muka Bumi”, ujar Sukianto Lusli, Direktur Eksekutif Burung Indonesia dalam siaran pers, Kamis (15/11).

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Teknologi | Kontributor : Ni Komang Erviani | 1 Komentar | 674 views

15th November 2007

Siapa yang Peduli Nasib Bali?

Oleh I Nyoman Winata

Membaca berita di Harian Bali Post tentang seorang anak yang diduga dibunuh ayahnya di Canggu Kuta Utara bertepatan dengan perayaan Hari Pagerwesi (14/11) lalu, membuat saya miris. Mungkin ini bukan peristwa kekerasan pertama yang terjadi di Bali. puluhan bahkan sampai ratusan kejadian kekerasan sudah pernah berlangsung dengan pelakunya manusia-manusia Bali. Pada hari yang sama di Bali juga ada peristiwa istri yang dibakar oleh suaminya. Apa yang sebenarnya sedang mendera manusia-manusia Bali?

Kekerasan memang banyak disebut lekat dengan manusia Bali. Yang paling mudah di ingat adalah pembantian di tahun 1965/1966 ketika terjadi penumpasan manusia komunis. Manusia Bali dengan kejam membunuh saudar-saudaranya sendiri. Betapa beringasnya manusia Bali ketika itu bisa disimak dari pernyataan Sarwo Edi Komandan RPKAD yang menyatakan bahwa jika di jawa, pihaknya (tentara-red) harus mendorong-dorong orang-orang agar mau menjadi eksekutor, di Bali, tentara harus menahan-nahan agar orang bali tidak kebablasan untuk menghabisi saudara-saudarnya sendiri. Saya bisa membayangkan bagaimana sesungguhnya demikian dekatnya manusia bali dengan kultur kekerasan. Artinya manusia Bali yang terkesan ramah, sangat mudah berubah menjadi beringas.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 182 views

eXTReMe Tracker