25th
November
2007
Oleh Pande Baik
Aura rainan Tumpek Landep (hari raya untuk menghormati benda-benda yang terbuat dari besi di Bali) kemarin jelas terasa, dari jalan raya yang agak lengang sampai ke parkiran pasar pula tak seramai biasanya. Banyaknya umat Hindu yang turut mererainan pada Sabtu kemarin, turut mengambil andil dari kesepian yang melanda seputaran kota Denpasar.
Berhubung Tumpek Landep bertepatan dengan bulan Purnama, itu artinya makin banyak saja yang melakukan piodalan besar di merajan masing-masing umat Hindu, yang berpengaruh pada jumlah anak lingsir (baik Sri Empu maupun Pedanda, tak lupa dengan Jero Mangku bagi yang tak kebagian jadwal anak lingsir) yang muput karya di tempat-tempat piodalan tadi.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Pande Baik | | 276 views
25th
November
2007
Oleh Ni Komang ErvianiÂ
Petualangan alam bawah laut seputar Pulau Bali dengan kapal selam Odyssey. Melesak hingga kedalaman 35 meter dari permukaan laut. Melihat penyelam bercengkrama dengan segala jenis biota laut. Sebuah pengalaman yang pastinya takkan terlupakan.
Anda ingin menikmati panorama bawah laut Bali, tapi Anda tidak bisa menyelam? atau bahkan tidak bisa berenang? bukan masalah! Untuk bisa melihat panorama bawah laut Labuhan Amuk, kita bahkan tak harus berbasah-basah. Jadi, tak perlu memakai wet suit, mengangkut oksigen seberat lebih dari 5 kg, dan segala tetek bengek alat menyelam. Kok bisa?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar, Teknologi | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 295 views
25th
November
2007
Sumber Press Release
Eksekutif Daerah Walhi Bali memaparkan temuan lapangan berkaitan dengan perubahan iklim di Bali. Walhi melakukan Temu Kampung di sepuluh tempat yang mewakili sektor pesisir dan nelayan, rural dan pertanian, serta sektor masyarakat hutan. Dalam temu kampung yang fokus pada empat kelompok masyarakat yaitu petani, nelayan, pinggir hutan, dan kalangan pariwisata itu, Walhi menemukan bahwa petani dan nelayan adalah kelompok yang paling terkena dampak perubahan iklim tersebut.
Nelayan Bali Barat di Pemuteran, Kabupaten Singaraja kini sangat sulit melaut karena perubahan iklim yang sulit diprediksi. Suhu udara makin panas dan suu air laut berubah-ubah. “Pendapatan nelayan menurun karena berbagai kendala termasuk biaya operasional yang tinggi,” kata Ni Nyoman Sri Widiyanthi, Direktur Walhi Bali di sela workshop Meliput Isu Perubahan Iklim di Denpasar. Workshop dua hari tersebut diadakan Walhi Bali, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, dan Sloka Institute.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar, Teknologi | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 587 views
25th
November
2007
Dari Press Release
Pertunjukan dan Pameran Seni Rupa
GWK (Global Warming Kunstkamera) “Global Warning - Local Warming”
Pameran ini merupakan salah satu bentuk aspirasi dan apresiasi seniman dalam menyemarakkan United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali pada bulan Desember 2007. Kami mengundang partisipasi dari rekan-rekan perupa untuk mengikutsertakan 1 – 3 buah karya seni rupa (berbagai medium) dalam sebuah enent pameran bertema “GLOBAL WARNING - LOCAL WARMING”.
Tema pameran ini mengemban isu pemanasan global (Global Warming) sebagai isu yang terkesan elitis dan beredar dalam wacana politik global tingkat tinggi ke dalam persoalan-persoalan yang dekat dengan situasi lokal.
Isu lokal dalam hal ini bisa didekati dalam berbagai macam pendekatan. Bumi, baik dari sisi spiritual maupun mitologi yang kerap digambarkan sebagai ibu. Maulana Rumi dalam sekuplet syairnya mengibaratkan langit adalah bapak dan bumi adalah ibu. Sementara mitologi Yunani tegas menunjukkan bahwa bumi adalah jelmaan seorang dewi bernama Dewi Ghalia dan disanggah Dewa Atlas. Memori yang sama masih bisa dilacak dalam tradisi lisan masyarakat lokal kita. Dalam dongeng rakyat di Bali muncul sosok bernama Ibu Partiwi yang kemudian menegaskan sebutan feminin untuk tanah air. Sementara di Jawa ada sosok Dewi Sri yang hidup dalam pemujaan petani-petani desa sebagai Dewi Kesuburan yang memberi kemakmuran bagi mereka.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar, Sekitar Denpasar, Teknologi | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 668 views