18th December 2007

Satu Ton Banten Nganten, Lalu Pengantennya?

Oleh Luh De Suriyani

Hampir seminggu ini saya metulungan (bantu) ke rumah sepupu yang mau nganten (nikah). Suasananya chaos—horor banget yee–, seperti bakal ada tsumani besok trus orang2 sibuk menyelamatkan dokumen rahasia keluarga.

Seminggu itu ada sekitar tiga puluh orang (70% perempuan) yang rutin metulungan. Setiap orang sibuk dengan kerjaaannya. Suntuk sekali. Kecuali para pria yang bekerja sangat rileks, tak pernah mereka mendiskusikan apa yang dilakukan. Mereka malah bisa ngobrol bebas hambatan. Maklum pekerjaan mereka memang standar, membuat tusuk sate dari bambu dan merajang bumbu untuk pelengkap nampah (motong) babi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : Luh De Suriyani | 11 Komentar | 300 views

eXTReMe Tracker