14th
December
2007
Oleh Mei Rismawati (SMP PGRI 9 Dps) dan Gede Santika (SMP Darma Praja Dps)
Ini menurut orang di sekitar rumah kita lho ….
”HIV yang saya tahu adalah penyakit yang membuat orang mati. Ciri-cirinya kurus, bentol-bentol, sakit kemaluan.”
(Mas Dedi, dagang bakso di rumah, ditanya oleh Gede Santika)
”Aduh, ibu nggak tahu gitu-gitu. Ibu orang wong katro, nggak pernah keluar.”
(Ibunya Mei Rismawati)HIV adalah penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Pada saat itu penyakit apapun dapat masuk ke tubuh kita dengan mudah. Setiap penyakit bisa ke tubuh kita dengan gampang karena HIV menyerang tentara yang ada di tubuh. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 183 Views
13th
December
2007
Oleh I Nyoman Winata
Ketika membaca Kompas edisi Minggu 9 Desember 2007, berjudul “Bali di Titik Nol”, saya jadi teringat pengalaman saya sekitar 10 tahun lalu saat masih aktif di Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Universitas Udayana. Ini soal potret kemiskinan manusia Bali yang pulaunya dikenal dengan sebutan Surga Dunia.
Waktu itu sebenarnya dengan setengah hati saya berkata iya, saat dua teman saya, Mas Triyanto dan Iskandar mengajak saya ke desa Kubu Karangasem untuk memberi bantuan kesehatan pada penduduk di sana. Setengah hati karena saya yakin tempatnya pastilah jauh dan terpencil, belum lagi perjalanan kesana akan kami tempuh dengan menggunakan angkutan umum.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 333 Views
12th
December
2007
Oleh Luh De Suriyani
I Nyoman Darma Putra, lahir di Denpasar 1961. Tak banyak orang Bali yang memiliki ketertarikan plus kemampuan komplit seperti Darma Putra. Dosen, penulis, jurnalis, budayawan, ah, bagaimana menyimpulkan profesinya? Bekerja tetap sebagai dosen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Unud, dan menyelesaikan S3 di Australia pada 2003. Pernah menjadi wartawan Bali Post, Majalah Editor, dan Televisi/Radio ABC Australia.
Apa aktivitas Anda di Australia saat ini?
Mengajar bahasa Indonesia di University of Queensland dan melakukan penelitian tentang identitas orang Bali atau nasionalismenya sejak zaman kolonial sampai sekarang.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sosok | Kontributor : Luh De Suriyani | | 351 Views
11th
December
2007
Oleh Ni Komang Erviani
Ketika demam perubahan iklim melanda masyarakat Indonesia dengan aksi tanam sejuta pohon, masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali, justru kebingungan mencari lahan kosong untuk ditanami. Aturan adat desa setempat ternyata sudah mengatur konservasi lingkungan sejak abad ke-11. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro pun dibangun untuk mengurangi penggunaan bahan baker fosil.
Hamparan sawah luas dengan bukit menghijau di baliknya, langsung menyapa ketika memasuki perbatasan Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali. Tak ada satu pun pemukiman warga di sekitarnya. Hanya sebuah bangunan mungil berukuran 2 x 3 meter, tampak berdiri kokoh di atas sebuah saluran irigasi milik Subak Tenganan. Subak merupakan sebutan untuk sistem saluran irigasi sawah tradisional di Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Sekitar Denpasar, Budaya | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 352 Views
10th
December
2007
Oleh Anton Muhajir
Ingin makan ikan segar yang baru didapat dari kolam pancing? Restoran Akame bisa jadi salah satu tujuan. Restoran ini menyajikan penglaman kuliner di tepi kolam pancing. Mungkin bisa jadi referensi tempat makan seafood asik di Denpasar.
Restoran ini berada di jalan menuju Pelabuhan Benoa, pelabuhan terbesar di Bali. Persis setelah gerbang masuk Pelabuhan Benoa, ada papan nama besar di kiri jalan bertuliskan nama restoran ini. Jadi tidak susah mencarinya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 525 Views
10th
December
2007
Dikirim Arief Budiman
Sebagai upaya yang penting bagi Bali Collaboration on Climate Change (BCCC) dalam mengajukan konsep Nyepi bagi dunia dalam World Silent Day maka Sabtu 8 Desember 2007 telah dimulai kampanye menggunakan media internet di situs www.worldsilentday.org yang merupakan media yang paling luas jangkauannya serta efektif. Dalam situs berbasis bahasa Inggris ini dimaksudkan agar sosialisasi maupun informasi mengenai konsep silent day dapat dipahami oleh beragam masyarakat serta dampaknya bagi lingkungan hidup manusia.
Kampanye ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikan oleh BCCC pada pembukaan UNFCCC tanggal 4 Desember 2007 dengan memutar film presentasi tentang Nyepi selama 1 menit yang diikuti dengan deklarasi dan Bhisama tentang arti penting Nyepi bagi dunia yang juga berisi pesan dengan semangat tradisional (local wisdom) yang dapat menjadi manfaat bagi dunia (Global action).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Arief Budiman | | 177 Views
10th
December
2007
Oleh Made Suardana
“Dingehang adi/ Ne jani beli megending…// Kidung kasmaran nyinahang tresnan beline…”
Itulah sepenggal lirik lagu Bali yang berjudul ”Kidung Kasmaran” dari Okid Kris. Pertama kali penulis mendengar lagu ini pada tahun 1990 (kelas VI SD). Waktu itu sedang berlibur di Lombok karena ada kakak sepupu saya yang kuliah di sana. Sampai sekarang pun penulis selalu mendengarkan lagu tersebut dan geregetnya masih terasa seperti saat mendengarnya pertama kali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sosok, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 372 Views
10th
December
2007
Oleh Luh De Suriyani
Ribuan masyarakat sipil dari berbagai negara longmarch untuk menyarakan climate justice. Barisan ribuan massa ini mengular sampai sekitar satu kilometer. Mereka meneriakakkan yel-yel anti perdagangan karbon, penguasaan tanah oleh korporasi, dan perdagangan emisi yang dibicarakan saat ini di Nusa Dua.
Berbagai poster dan spanduk penyelamatan bumi diarak. Berbagai kelompok masyarakat lintas negara membuat atraksi menarik. Misalnya kelompok anak muda Kore yang membuat atraksi penindasan bumi dari perdagangan hutan. Mereka membawa replika bumi yang disiksa oleh dua setan. “Kami menolak perdagangan bumi dengan alasan pemanasan global,” kata salah seorang dari mereka.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 181 Views
9th
December
2007
Oleh Luh De SuriyaniÂ
Suasana panas dari orasi-orasi rakyat, didinginkan oleh Republik Mimpi, negara tetangga Indonesia yang eksis di televisi. Jarwo Kuat, Wakil Presiden Republik Mimpi datang bersama sejumlah koleganya Megakarti, Gus Pur, Suharta, dan Habudi.
Para pejabat Republik Mimpi itu menggelar konferensi perubahan iklim versinya sendiri bersama koaliasi masyarakat sipil. Para pejabat republik mimpi ternyata lebih cerdas membumikan istilah-istilah teknis yang dibicarakan di sidang PBB untuk perubahan iklim itu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sosok, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 232 Views
8th
December
2007
Oleh Luh De Suriyani
Sejumlah komponen masyarakat sipil nasional dan internasional menyatakan solidaritasnya untuk menolak skema perdagangan karbon yang tengah didesakkan negara maju ke negara berkembang seperti Indonesia di sidang UNFCCC Nusa Dua.
Demikian salah satu bunyi deklarasi solidaritas rakyat yang dibacakan pada Rembug Rakyat, bagian dari Parade Budaya untuk Keadilan Iklim, di Wantilan DPRD Bali, 8 Desember kemarin.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 160 Views