31st
January
2008
Oleh Made Suardana
Secara umum, âNgabenâ di Bali bisa dikatakan sebagai salah satu ritual agama dan juga ritual tradisi yang bermakna mengembalikan jasad manusia yang sudah meninggal ke asalnya yang disebut dengan Panca Maha Bhuta (lima unsur: tanah, air, api, angin dan ether). Jadi, ritual agama atau tradisi? Tidak murni agama dan juga tidak murni tradisi, dua-duanya kena.
Ritual agama karena memang tercantum dalam kitab suci, ritual tradisi karena pada kenyataannya pelaksanaan upacara ngaben di Bali dipenuhi dengan bumbu tradisi di Bali, ada bade/wadah, ada singa/lembu, ada gender/wayang, ada tarian2 tertentu yang disakralkan dan lan-lain. Dengan mengambil analogi upacara ngaben (kremasi) di India sebagai asal muasal agama Hindu, Ngaben di Bali tentunya sangat berbeda dengan ngaben di India. Makanya saya berasumsi bahwa Ngaben di Bali adalah perpaduan tradisi dan agama.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya | Kontributor : Made Suardana | | 306 Views
30th
January
2008
Oleh Anton Muhajir
Jalan-jalan ke Ubud tidaklah lengkap tanpa mampir ke warung nasi ayam Kedewatan Bu Mangku. Menu nasi ayam ini hanya satu-satunya di warung yang berada di jalan raya menuju Kintamani dari Denpasar ini. Namun meski cuma satu menu, pengunjung Nasi Ayam Kedewatan seperti tiada henti. Terus mengalir.
Sebagai pelengkap, nasi campur ini berisi ayam, jeroan, dan kacang goreng. Telur rebus dan kacang panjang melengkapi makanan ini. Seperti umumnya masakan Bali, sambal yang disajikan di Nasi Ayam Kedewatan adalah sambal matah. Cabe ini tidak digiling tapi dirajang kecil-kecil lalu dicampur garam dan bawang. Harga makanannya di bawah Rp 10.000 per porsinya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 226 Views
29th
January
2008
Oleh Adi Setiawan
Di Bali, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, saat ini relatif mudah untuk mendapatkan akses internet. Mulai dari bandwidth/data transfer yg paleng kecil sampe yg unlimited, mulai dari yg via wireless/wifi, numpang jaringan mobile phone sampe kabel telepon. Bahkan sekarang udah banyak tempat2 makan/restaurant, mall, dsb yang menyediakan hotspot akses internet gratis maupun berbayar. Berikut sebagian dari beberapa pilihan akses internet yg ada di Bali.
Dial-up
Layanan dial-up via line telpon sudah lama ada. Mulai dari telkomnet instan, indosat, indonet, centrin, dsb. Penetrasi terbatas hanya untuk pengguna yg memiliki line telpon dan kecepatan-nya pun relatif lambat. Akses internet dial-up adalah perintis dari akses internet, dan sampai sekarang masih banyak pengguna yang menggunakan-nya.
ADSL Via Telkomspeedy
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 193 Views
28th
January
2008
Oleh Marthen Welly
Coral Triangle Center mendukung pemerintah dan masyarakat melakukan pelestarian sumber daya alam laut dan pemanfaatannya secara berkesinambungan.
Kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia, utamanya terumbu karang. Kawasan Coral Triangle memiliki luas terumbu karang sekitar 75.000 km2 (TNC, 2005) yang mencakup Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Solomon. Lebih dari 120 juta orang hidupnya sangat bergantung dari terumbu karang di kawasan tersebut. Hal ini menjadi alasan yang sangat kuat untuk melakukan upaya konservasi terumbu karang di kawasan tersebut.
The Nature Conservancy â sebuah lembaga konservasi alam terkemuka di dunia â sejak tahun 2000 menginisiasi pendirian Coral Triangle Center (CTC) di Bali. Country Director TNC-Indonesia Program, Rili Djohani, menjelaskan bahwa âCTC berfungsi sebagai center of excellence, pusat pembelajaran mengenai konservasi kelautan dan pengelolaan kawasan konservasi laut (KKL) yang efektif.â Lebih lanjut Rili menjelaskan âtujuan utama CTC adalah membangun jejaring KKL yang tangguh dan dikelola secara efektif di kawasan Coral Triangleâ.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kabar Anyar | Kontributor : Marthen Welly | | 310 Views
28th
January
2008
Oleh Agung Wardana
Sebelum berlangsungnya COP 13 UNFCCC di Bali, WWF bekerja sama dengan perusahaan Sinar Mas dalam lomba pembuatan film bertema lingkungan, khususnya perubahan iklim. Selain itu, Newmount dan Freeport juga tidak segan-segan mengeluarkan keahlian public relation (PR)-nya di sebuah media nasional dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Setelah itu, Bakrie Group mengikuti jejak korporasi tersebut dengan menyiapkan uang sebesar US$ 6-7 juta dolar yang akan digunakan untuk konservasi laut bekerjasama dengan Conservation International Indonesia (RoL, 28 Desember 2007).
Timbul pertanyaan kritis di benak kita bersama, apakah korporasi ini sudah berubah menjadi pecinta lingkungan? Atau hanya merupakan taktik dan upaya penghapusan dosa-nya di hadapan publik?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Teknologi | Kontributor : Agung Wardana | | 172 Views
27th
January
2008
Dikirim Agung Wardana
Kami menyediakan kesempatan belajar mengenai perubahan iklim dan dampaknya bagi Bali, dengan menjadi relawan Bali Kolaborasi Climate Change (BKCC). BKCC terdiri dari empat Lembaga Swadaya Masyarakat di Bali yaitu Yayasan Wisnu, Walhi Eksekutif Daerah Bali, PPLH Bali, dan Yayasan BOA.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Lowongan Peluang, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | | 248 Views
26th
January
2008
Oleh I Nyoman Winata
Anda yang pernah ke Terminal Ubung, pasti pernah melewati kawasan Pidada yang letaknya di belakang Terminal. Dan kalau Anda penduduk Asli Denpasar tetapi lahir di atas tahun 1994 mungkin tidak pernah mengetahui kalau kawasan Pidada dulunya adalah hamparan sawah produktif. Tahukah Anda kalau Nama Pidada diambil dari salah satu pura yang ada di kawasan yang kini telah menjadi pemukiman padat itu?
Kawasan Pidada sesungguhnya juga menyimpan jejak kekalahan manusia-manusia petani di Tanah Bali akibat menggilanya kebijakan Pembangunan tanpa arah jelas. Nama pura yang kini dikenal dengan Pura Pidada, menurut penuturan para tetua di Desa Ubung sebelumnya disebut Pura Tabeng Dada (perisai diri). Perubahan menjadi Pidada disebutkan sebagai akibat pengucapan yang dipercepat dari tabeng dada.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Denpasar Before & After, Budaya | Kontributor : I Nyoman Winata | | 204 Views
25th
January
2008
Oleh Made Suardana
Satu momen yang bagi saya sangat menganggu adalah ketika orang-orang terdekat dan juga sanak famili mengajukan satu pertanyaan klasik, âKapan buat anak laki-laki?â. Sebuah pertanyaan yang seakan-akan menjadi permintaan yang mengharuskan, juga sekaligus menjadi sebuah harapan bagi mereka yang benar-benar mesti diwujudkan, bagaimana pun caranya.
Namun, bisakah dengan mudah âmemesanâ biar yang lahir adalah bayi laki-laki? Apakah adakah mesin cetak yang khusus untuk membuat anak laki-laki? Munculnya pertanyaan tersebut secara tidak langsung menyiratkan bahwa betapa pentingnya kehadiran anak laki-laki dalam sebuah keluarga Hindu di Bali. Ada âhukum alamâ di Bali bahwa sebuah keluarga belum lengkap secara sosio cultural tanpa adanya anak laki-laki. Adakah ini bisa disebut diskriminasi gender terselubung di Bali? Adakah ini merupakan diskriminasi gender berbungkus budaya adi luhung? Saya pribadi akan menjawab YA, paling tidak diskriminasi secara psikologi.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Made Suardana | | 248 Views
24th
January
2008
Dikirim Bali Travel Works
Kompetisi memasak Bocuse dâOr Asia 2008 akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia, dalam rangkaian kegiatan Salon Culinaire 2008 seleksi tingkat nasional. Bali Culinary Professionals (BCP) menjadi panitia penyelenggara kompetisi memasak internasional. Setiap negara yang ingin berpartisipasi akan melaksanakan seleksi tingkat nasional, dimana untuk Indonesia kompetisi tersebut akan diadakan sebagai bagian dari Salon Culinaire 2008 dalam acara Food Hotel Tourism Bali yang akan berlangsung dari tanggal 28 Februari hingga 1 Mei 2008 di Nusa Dua.
Selama kompetisi tersebut, peserta akan membentuk satu tim yang terdiri dari dua juru masak profesional dari sebuah hotel atau restoran dan seorang pendamping dari hotel/restoran peserta. Tim ini harus menyiapkan dan menghidangkan makanan dalam waktu 180 menit, satu makanan utama dari ikan untuk 14 orang, masakan gaya barat. Masakan harus ditampilkan dalam 14 piring dengan dua macam garnish. Setiap tim akan bekerja dalam ruang dapur menghadap para penonton, dimana mereka akan mengerahkan segenap keahlian kuliner mereka untuk mempersiapkan hidangan makanan utama dari ikan tersebut.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Lowongan Peluang, Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 160 Views
23rd
January
2008
Oleh I Nyoman Winata
Melihat kenaikan harga bahan makanan pokok beberapa waktu belakangan ini membuat saya bertanya-tanya?. Saat berusaha mencari-cari, saya (merasa) menemukan jawabannya bahwa bangsa ini telah mulai masuk ke jebakan Kapitalisme global dari kaum neoliberal. Tetapi sebenarnya jawaban saya ini mulai saya pahami dari jawaban atas pertanyaan lain yakni, âMahluk apakah sesungguhnya manusia itu?”. âApa yang mengatur relasi manusia?” Pertanyaan-pertanyaan inilah yang juga menjadi inti lahirnya paham neoliberalisme, ibu kandung dari Kapitalisme Global.
Banyak yang menyebut manusia sebagai mahluk sosial. Dan relasi yang mengatur hubungan manusia sangatlah kompleks. Tetapi sesungguhnya manusia, menurut kaum neoliberal yang dipelopori F. Von Hayek adalah semata-mata hanya mahluk ekonomi (homo Econominicus). Artinya manusia adalah mahluk yang semata-mata hanya mendasarkan tindakannya pada perhitungan untung rugi. Hubungan ekonomi, satu-satunya faktor yang mengatur seluruh relasi manusia.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 165 Views