29th
February
2008
Oleh Luh De Suriyani
Aksi dan Strategi Melawan HIV dan AIDS di Bali.
Ratusan anak muda di Bali bekerja full time memberikan dukungan bagi mereka yang terpapar narkoba atau HIV/AIDS. Ada yang bekerja dengan pengguna narkoba suntik, pekerja seks, anak buah kapal, ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV, anak-anak korban AIDS, dan ribuan orang lainnya yang terdampak HIV dan AIDS. Lalu bagaimana dengan dukungan pemerintah?
Catatan penting babak penanggulangan HIV dan AIDS di Bali diputuskan di ruang DPRD Bali pada akhir Maret 2006 lalu. Pimpinan sidang sekaligus Ketua DPRD Bali IBP Wesnawa membubuhkan tanda tangannya di halaman terakhir Perda, lalu mengetuk palu sidang tanda disahkan.
Salah satu aktor penting di balik penetapan Perda ini adalah Ibu Jero, perempuan setengah baya yang kini hidup melawan HIV dalam tubuhnya. Ibu Jero menjadi narasumber kunci, potret hidup epidemi HIV di Bali yang makin meluas di depan anggota DPRD Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 201 Views
28th
February
2008
Oleh I Nyoman Winata
Kejahatan yang semakin marak di Denpasar adalah konsekuensi dari semakin berkurangnya modal sosial (Social Capital) yang dimiliki masyarakat Bali. Banyak faktor yang menggerus modal sosial ini. Hal yang paling berpengaruh adalah rapuhnya ekonomi dan hubungan erat yang dibangun elite politik dengan jago-jago lokal. Jika tidak segera ditemukan solusi tepat, tidak tertutup kemungkinan Bali akan dilanda kekacauan sosial (Social disorder).
Francis Fukuyama dalam “The Great Disruption” (1999) menyakini bahwa modal sosial berperan sangat penting dalam menjaga kohesi antar warga dan menjadi alat kontrol sosial. Fukuyama mengistilahkan modal sosial seperti minyak pelumas dalam menjaga hubungan yang harmonis antar individu dalam masyarakat. Inti dari modal sosial adalah “trust” alias kepercayaan. Trust-lah memungkinkan masyarakat tersebut bekerja sama, baik itu dalam mencapai tujuan, atau menghadapi ancaman bersama yang datang dari luar atau dari dalam.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 142 Views
25th
February
2008
Oleh I Nengah Subadra
Hasil studi banding yang tidak berujung pangkal “saru geremeng” yang dilakukan oleh beberapa anggota dewan ke luar negeri (Inggris) beberapa minggu yang lalu memang sangat perlu dipertanyakan karena apa yang dicari pada lawatan tersebut tidaklah menjawab persoalan-persoalan pariwisata Bali yang sebenarnya. Lemahnya kemampuan dan pengetahuan dalam bidang pariwisata orang yang melakukan promosi tersebut telah dengan mudah menjastifikasi bahwa promosilah yang dianggap paling penting dalam mengenalan dan penarikan minat para calon wisatawan untuk datang dan mengunjungi Pulau Bali.
Sebenarnya opini itu sama sekali tidak benar dan tidak masuk akal karena masih ada banyak faktor penentu keberhasilan pariwisata Bali. Sudah adakah pengidentifikasian awal tentang apa yang harus dipromosikan dan bagaimana cara serta strategi yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil promosi pariwisata yang maksimal?
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 311 Views
24th
February
2008
Oleh Agung Ardana
Tulisan ini merupakan kompilasi dari berbagai sumber.
Memilih tempat menginap di Bali gampang-gampang susah apalagi pada musim “peak season” atau musim liburan, Mungkin sedikit tips di bawah ini bisa jadi masukan untuk perjalanan Anda berikutnya…
-
Banyak hotel di Bali yang menerapkan high season surcharge di bulan Juni-Juli dan Desember. Kadang malah plus Agustus. Jadi cek dulu harga yang mereka berikan sudah termasuk ini, itu atau belum. Juga apakah including breakfast atau tidak, untuk anak bagaimana policy-nya. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan | Kontributor : Agung Ardana | | 173 Views
23rd
February
2008
Dikirim Travel Works
Memasuki pelaksanaan Food and Hotel Bali 2008 tahun ke enam, ajang yang akan dilangsungkan pada tanggal 28 Februari - 1 Maret 2008 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali ini dipastikan lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 274 perusahaan dari 26 negara akan turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini, yang merupakan pameran denga skala terbesar hingga kini. Pameran ini akan menempati semua ruangan dalam Convention Centre.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 212 Views
22nd
February
2008
Oleh I Nyoman Winata
Bali nampaknya mulai menuai buah dari sikap masyarakatnya yang begitu permisif atas beberapa perbuatan yang dianggap sangat bertentangan dengan norma dan etika. Apa yang terjadi beberapa waktu belakangan menyangkut maraknya tindakan kekerasan bahkan sudah sampai pada pembunuhan adalah hasil dari sikap bermalas-malasan mayarakat Bali untuk menjaga dirinya agar bisa menjadi manusia yang memegang teguh kejujuran dan kebajikan. Orang-orang Bali adalah para pemalas yang membiarkan sampah-sampah pragmatisme memenuhi pikiran-pikiran mereka.
Saya ingat ketika masih kecil, betapa seorang bebotoh begitu dicemooh oleh lingkungan masyarakat sekitarnya. Tetapi lihat kini, bebotoh justru sudah dianggap orang-orang normal dan bahkan tidak sedikit yang dipilih jadi anggota DPRD. Para bebotoh dan preman tidak sedikit pula yang menjadi kepala desa, kelian banjar atau mungkin bahkan bendesa adat. Alahsil preman dan bebotoh lebih dihormati dan ditakuti daripada polisi. Akibatnya banyak prilaku yang tidak pantas karena menentang etika dan norma, kini menjadi hal yang diangap lumrah.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | | 159 Views
21st
February
2008
Oleh Hendra W Saputro
“Sudah berapa lama menjadi Polisi Hutan, Pak?” tanya saya.
“Saya diangkat jadi Polisi Hutan (Jagawana) sejak 1983. Sampai sekarang, polisi hutan adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil) di bawah naungan Dinas Kehutanan,“ jawabnya.
“Jabatan saat ini apa, Pak? Apakah Kepala Polisinya atau apa?”
“Wah, Saya bukan Kepalanya, Mas. Saya ini cuma pegawai di Polisi Hutan Sektor Kintamani sini bersama lima orang pegawai. Kami bertugas menjaga hutan di sekitar Kintamani.”
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Sosok | Kontributor : Hendra Bali Orange | | 203 Views
20th
February
2008
Oleh I Nengah Subadra
Pesatnya pembangunan pariwisata di Bali tidak hanya menimbulkan dampak positif seperti peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejasteraan tetapi juga menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran, kemacetan lalu lintas, kerusakan lingkungan dan pengalihan fungsi lahan terutama lahan pertanian yang dijadikan sebagai tempat pengembangan fasilitas dan sarana pariwisata seperti hotel, restoran, objek wisata dan lain-lain.
Pengembangan pariwisata di Bali telah berkontribusi banyak terhadap kerusakan dan keseimbangan lingkungan khususnya pembangunan pariwisata yang memanfaatkan lahan pertanian baik lahan basah maupun kering. Di Kawasan Seminyak-Kabupaten Badung, banyak lahan pertanian sawah telah dialihkan fungsinya untuk pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel, villa, bungalow, café, art shop dan lain-lain. Dengan pembangunan sarana-sarana tersebut maka secara otomatis sistem penyaluran atau distribusi air terhalangi oleh beton-beton yang melintang dengan kokoh di wilayah tersebut yang mengakibatkan air tidak bisa mengalir dengan baik ke seluruh areal persawahan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 137 Views
19th
February
2008
Oleh Agung Wardana
Provinsi Bali yang kerap menjadi tuan rumah bagi konferensi internasional, tidak hanya membawa dampak yang baik bagi citra pariwisata Bali namun juga berdampak negatif bagi supply-demand sumber daya alam Bali.
Hal ini terungkap pada Lokakarya dan Diskusi ”Pasca Konferensi PBB Tentang Perubahan Iklim dan Tindak lanjut Kampanye Nyepi Untuk Dunia” yang dilaksanakan oleh Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim hari ini (19/02/2008).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | | 118 Views
18th
February
2008
Oleh Swastinah Atmodjo
Perayaan pergantian tahun, selalu menjadi saat monumental bagi setiap orang maupun lembaga. Banyak cara dilakukan mengisi detik-detik pergeseran waktu menuju 1 Januari, setiap tahunnya. Banyak yang konvoi, ke diskotek, sekedar makan bersama di rumah maupun nonton film sampai bosan atau mata tak kuasa lagi terbuka. Itu bagi yang ’normal’ secara fisik.
Lalu bagaimana dengan saudara-saudara kita yang mempunyai keterbatasan penglihatan atau tuna netra? Setidaknya yang ada di dekat kita, di Denpasar, tepatnya di sekolah Dria Raba? Tentu, kalaupun ada kembang api, ia tidak mampu melihat keindahannya. Keliling kota juga bukan cara terbaik.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Swastinah Atmodjo | | 111 Views