3rd
February
2008
Semeton Belogger yth,
Setelah tertunda bulan lalu, akhirnya kita akan launching komunitas blogger Bali, Bali Blogger Community (BBC) juga bulan ini.
Launching ini sebagai bagian dari kampanye kita untuk mengenalkan blog pada masyarakat, sekaligus mengenalkan BBC. Karena itu, mengundang dengan hangat pada semeton belogger Bali untuk hadir pada Launching BBC yang akan dilaksanakan pada:
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 210 Views
3rd
February
2008
Diambil dari Milis Bali
11 Februari 1908 – 11 Februari 2008
Anak Agung Pandji Tisna, satu-satunya pengarang putra Bali, putra Bali Utara, Buleleng, termasuk golongan pengarang pujangga baru (sejaman dengan Sutan Takdir Alisyahbana, Armin Pane, Sanusi Pane dan lain-lain), dengan buku-buku karangan beliau seperti : Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935), Ni Sukreni Gadis Bali (1936), I Swasta Setahun di Bedahulu (1937), I Made Widiadi, Kembali Kepada Tuhan (1957) dan lain-lain tulisan sastra beliau pada masa itu.
Pada 11 Februari 2008 genap 100 tahun, kami keluarga Puri Buleleng (Puri Agung Singaraja) akan menyelenggarakan peringatan (mengenang) 100 tahun Anak Agung Pandji Tisna, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Februari 2008 (hari Minggu dan Senin) bertempat di Puri Buleleng (Puri Agung Singaraja).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Agenda, Jalan-Jalan, Sosok, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 287 Views
3rd
February
2008
Oleh Luh De Suriyani
Kilas Balik 20 Tahun HIV/AIDS di Bali.
Beberapa waktu lalu, seorang pria yang terinfeksi HIV meninggal di Rumah Sakit Sanglah. Kondisi tubuhnya tidak bisa menahan gempuran gejala penyakit akibat Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang telah lama menyerang kekebalan tubuhnya. Kekebalan tubuhnya cepat merosot karena pria ini tidak mendapat pengobatan sedikit pun.
Akibatnya, fase Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), suatu kondisi adanya sekumpulan gejala penyakit di tubuh, dengan cepat diidap pria muda ini. Sang istri menyesal karena terlambat tahu bahwa ada terapi pengobatan untuk orang dengan HIV atau AIDS (Odha) seperti suaminya.
Sampai si suami tergolek lemah berminggu-minggu di rumah sakit pun, keluarga mempercayai kerabatnya kena ilmu hitam (ada nak ririh). Mereka tak mau menerima anaknya dinyatakan positif HIV. Hanya sang istri yang mengakui dan dengan ikhlas terus merawat suaminya yang sudah sulit berbicara itu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 109 Views