Mencegah Penularan HIV di Lapas yang Makin Sesak
Oleh Luh De Suriyani
Kilas Balik 20 Tahun HIV/AIDS di Bali.
Nyaris semua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia overload. Penghuninya, tahanan dan narapidana harus berbagi tempat yang sempit untuk melanjutkan hidup. Gerak langkah yang sangat terbatas makin sempit karena harus berdesak-desakkan di satu sel berteralis. Inilah tantangan yang berat bagi orang dengan HIV/AIDS (Odha) di Lapas.
Tak hanya berat bagi Odha yang tengah berjuang melawan HIV dalam tubuhnya di Lapas, tapi juga berat bagi petugas kesehatannya. Dokter dan relawan penanggulangan HIV di Lapas Kerobokan, misalnya, dipaksa bekerja keras mencegah penularan HIV dalam Lapas yang makin sesak itu. Dokter Anak Agung Hartawan, dokter Asih Primatanti, paramedis dan relawan LSM kini berkejaran dengan waktu untuk mencegah penularan HIV di Lapas Klas IIA Denpasar.
Bagi Komang Arsa, bukan nama sebenarnya, sangat sulit melaksanakan terapi pengobatan melawan HIV dalam tubuhnya di Lapas. Narapidana yang terhukum akibat penyalahgunaan narkoba ini sulit tidur nyenyak karena selnya sesak dan gejala penyakit juga cepat menginfeksinya.
Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 236 views



