28th February 2008

Bali Nyaris Kehabisan Stock Modal Sosial

Oleh I Nyoman Winata

Kejahatan yang semakin marak di Denpasar adalah konsekuensi dari semakin berkurangnya modal sosial (Social Capital) yang dimiliki masyarakat Bali. Banyak faktor yang menggerus modal sosial ini. Hal yang paling berpengaruh adalah rapuhnya ekonomi dan hubungan erat yang dibangun elite politik dengan jago-jago lokal. Jika tidak segera ditemukan solusi tepat, tidak tertutup kemungkinan Bali akan dilanda kekacauan sosial (Social disorder).

Francis Fukuyama dalam “The Great Disruption” (1999) menyakini bahwa modal sosial berperan sangat penting dalam menjaga kohesi antar warga dan menjadi alat kontrol sosial. Fukuyama mengistilahkan modal sosial seperti minyak pelumas dalam menjaga hubungan yang harmonis antar individu dalam masyarakat. Inti dari modal sosial adalah “trust” alias kepercayaan. Trust-lah memungkinkan masyarakat tersebut bekerja sama, baik itu dalam mencapai tujuan, atau menghadapi ancaman bersama yang datang dari luar atau dari dalam.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 3 Komentar | 226 Views

eXTReMe Tracker