17th February 2008

Masakan Italia, Senja, dan DJ Performance

Oleh Anton Muhajir

Dengan bantal warna merah di kursi, restoran Rosso Vivo memang menarik mata. Apalagi letaknya berada persis di seberang jalan dari pantai Kuta. Maka, ketika saya melewati Jalan Pantai Kuta, mau tak mau mata saya melihatnya. Dan, saya pun terbujuk rayu warna merah muda hotel spesialis masakan Italia ini.

Resso Vivo adalah restoran milik hotel Kuta Seaview di belakang restoran ini. Meski demikian, restoran ini terbuka tida hanya untuk pengunjung hotel di Jalan Pantai Kuta ini.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 192 Views

16th February 2008

Mencegah Penularan HIV di Lapas yang Makin Sesak

Oleh Luh De Suriyani

Kilas Balik 20 Tahun HIV/AIDS di Bali.

Nyaris semua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia overload. Penghuninya, tahanan dan narapidana harus berbagi tempat yang sempit untuk melanjutkan hidup. Gerak langkah yang sangat terbatas makin sempit karena harus berdesak-desakkan di satu sel berteralis. Inilah tantangan yang berat bagi orang dengan HIV/AIDS (Odha) di Lapas.

Tak hanya berat bagi Odha yang tengah berjuang melawan HIV dalam tubuhnya di Lapas, tapi juga berat bagi petugas kesehatannya. Dokter dan relawan penanggulangan HIV di Lapas Kerobokan, misalnya, dipaksa bekerja keras mencegah penularan HIV dalam Lapas yang makin sesak itu. Dokter Anak Agung Hartawan, dokter Asih Primatanti, paramedis dan relawan LSM kini berkejaran dengan waktu untuk mencegah penularan HIV di Lapas Klas IIA Denpasar.

Bagi Komang Arsa, bukan nama sebenarnya, sangat sulit melaksanakan terapi pengobatan melawan HIV dalam tubuhnya di Lapas. Narapidana yang terhukum akibat penyalahgunaan narkoba ini sulit tidur nyenyak karena selnya sesak dan gejala penyakit juga cepat menginfeksinya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 118 Views

15th February 2008

Kota Milik Para Preman

Oleh I Nyoman Winata

Kasus kekerasan yang terjadi di Jalan Cokroaminoto yang menewaskan IB Wijaya seperti diberitakan berbagai media terbitan Bali Selasa (12/2) lalu, memberikan kita gambaran bahwa perang antar geng preman (gali) di Denpasar telah berkobar. Harusnya kita semua prihatin, meski kecil kemungkinannya perang ini bisa berdampak langsung pada masyarakat yang berada diluar lingkar geng yang sedang berseteru ini. Artinya bahwa perang ini sifatnya lebih internal, hanya menyangkut pada individu-individu yang merupakan pengikut atau anggota kelompok preman. Kalaupun ada dampak, maka rasa tidak aman dan rasa ketakutan lah yang muncul di benak masyarakat akibat kejadian ini.

Namun demikian, ini semua merupakan wujud dari lemahnya aparat kepolisian dalam menjalankan fungsinya sehingga peristiwa saling tikam ini bisa terjadi. Berkurangnya rasa aman masyarakat adalah hasil dari kegagalan kepolisian melakukan tugas pokoknya. Masihkah kepolisian layak untuk dipercaya?

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 4 Komentar | 282 Views

14th February 2008

HIV dan AIDS Terus Mengancam Dunia

Oleh Luh De Suriyani

Pada akhir 1970-an, ilmuwan di New York dan San Fransisco menemukan sebuah penyakit aneh seperti infeksi jamur dan kanker aneh yang disebut Karposi Sarcoma. Ketika CDC (Center for Desease Control) Atlanta, Georgia mempelajari kasus ini pada tahun 1980-an dia menemukan sekitar 500 kasus misterius yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kebanyakan terjadi (400 kasus) pada kaum homo seksual, sehingga penyakit ini sempat disebut sebagai gay-related immune disorder.

Akhirnya pada tahun 1981 sindrom ini disebut sebagai Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebab AIDS masih misterius sampai Dr Robert Gallo menyebutnya sebagai Retrovirus pada tahun 1984.

Pada Agustus 1985, bintang film Rock Hudson dinyatakan terinfeksi penyakit ini dan meninggal tidak lama berselang. Sejak saat itu AIDS menjadi masalah yang sangat serius di Amerika Serikat. Penelitian terus diintensifkan yang akhirnya menyebut penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus) pada tahun 1986.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 114 Views

13th February 2008

Tidak Cukup Hanya Dengan Menanam Pohon

Oleh Agung Wardana

Fenomena untuk mengimitasi popularitas Al Gore nampaknya sedang menggejala di Bali saat ini. Banyak politisi mencoba meraih dukungan dengan berpose seolah-olah sabahat alam, untuk mengikuti jejak tenar peraih Nobel tersebut. Namun apakah politisi yang menunjukkan diri telah menanam pohon dan dilabel sebagai ’greens politician’ kemudian layak memimpin Bali ke depan?

Jika dilihat dari segi positif maka apa yang dilakukan oleh politisi ini mampu memobilisasi simpatisannya untuk ikut serta dalam kegiatan bertajuk ’peduli lingkungan’ karena budaya patron dalam masyarakat Bali kuat mengakar. Hal ini menyebabkan apa yang dilakukan oleh idola, pimpinan, atau pun sesepuh, akan diikuti oleh kawulo atau fansnya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Teknologi | Kontributor : Agung Wardana | 1 Komentar | 127 Views

12th February 2008

D Cost, Mutu Bintang Lima Harga Kaki Lima

Oleh Anton Muhajir

Sabtu malam lalu, saya dan istri ingin menikmati makan di luar rumah. Selain untuk menikmati waktu di sela ketegangan menyiapkan launching Bali Blogger Community (BBC), kami juga ingin punya bahan tulisan. Biasalah, tuntutan pekerjaan.

Ada beberapa kriteria restoran pilihan yang kami sepakati sebelum berangkat. Misalnya restoran itu modern, dalam artian fisik maupun menu, dan harganya terjangkau. Karena sudah keburu lapar, maka ada kriteria susulan yang tiba-tiba jadi utama: dekat rumah. Biar cepat maksudnya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Teknologi, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 11 Komentar | 496 Views

11th February 2008

Sampahku Sayang, Sampahku Malang

Oleh Mei Rismawati
Kelas VII SMP PGRI 9 Denpasar

Waktu hari Minggu sore (3/2), aku dan teman-teman pentas teater dalam rangka menyambut kakak-kakak dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka mengajari kami bagaimana cara mengolah sampah.

Kami dibimbing oleh dua orang kakak yaitu Gusman dan Kak Tut Nartha. Kedua kakak itu memberi tahu apa yang disebut dengan sampah. Sampah adalah barang bekas atau kotoran yang telah dipakai manusia.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 209 Views

10th February 2008

ANIMO Band dengan Musik Kreatif yang Humanis

Oleh Arief Budiman

Dalam sepuluh tahun belakangan dunia musik Indonesia mengalami dinamika dengan bermunculannya produksi musik dari penjuru tanah air dengan aneka ragam kreatifitas musik. Kegairahan semangat bermusik ini tdak terlepas dari terbentuknya jalinan jejaring musisi, media publikasi, media komunikasi, produsen, distribusi, event organizer dan pada akhirnya membentuk sebuah life style.

Kondisi ini pada akhirnya akan membentuk sebuah mekanisme “yang terbaik yang akan hadir di permukaan” atau dengan kata lain kualitas menjadi prasyarat yang utama bagi sebuah grup musik untuk tetap mendapat tempat di hati publiknya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya | Kontributor : Arief Budiman | 3 Komentar | 288 Views

9th February 2008

You’re Invited

BBC Invitation

Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : I Made Yanuarta DPY | 0 Komentar | 113 Views

8th February 2008

Makin Banyak Keluarga Terinfeksi HIV

Oleh Luh De Suriyani

Wakil Gubernur Bali Kesuma Kelakan dan Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana hanya menghela nafas panjang ketika mereka berkunjung ke Gerokgak, Buleleng, pada 2007 lalu. Dua pejabat teras Bali ini dengan wajah riang campur trenyuh memangku dua bayi kembar yang dilahirkan oleh ibunya yang terinfeksi HIV.

Dua wajah bayi itu menunjukkan fenomena gunung es yang sebenarnya terjadi di Bali. Ibu-ibu rumah tangga yang tidak berperilaku beresiko serta anak-anak mereka kini menjadi korban HIV, virus yang melemahkan ketahanan tubuh itu.

Ratapan sang ibu dan si bayi kembar tak bersudahan. ”Kenapa kami yang harus menghadapi HIV ini juga?”. Sampai kini keluarga miskin di utara Pulau Bali ini masih sulit menjelaskan apa itu HIV dan bagaimana masa depan mereka.

Di Rumah Sakit Sanglah saja, semakin banyak ibu-ibu yang melakukan terapi agar anaknya tak tertular HIV seperti ibunya. Sang ibu sudah merelakan terinfeksi HIV dari suaminya. Karena itu, ia tak ingin anaknya juga membawa HIV dalam tubuhnya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 82 Views

eXTReMe Tracker