8th February 2008

Menikmati Es, Menikmati Pantai

Oleh Anton Muhajir

Berada di lantai tiga Discovery Shopping Mall Kuta membuat D’Pot mendapat nilai plus. Apalagi lokasinya persis menghadap pantai. Jadi kita bisa duduk nyeruput es, sekaligus menikmati deburan ombak dan buih memutih pantai termashur, Kuta.

D’ Pot sepertinya memang menjadikan es sebagai sajian utama. Makanya meski ada juga menu makanan berat seperti ikan bakar, ayam bakar, dan semacamnya, es tetap jadi menu utama. Salah satu menu andalan D’ Pot adalah es dengan nama unik, Rock and Roll. Es sebenarnya hanya es alpukat. Namun sedikit jeruk dan strawberi membuatnya terasa lebih segar. Uniknya lagi karena ada campuran choco cips di bagian bawah.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 120 Views

7th February 2008

Pengolahan Sampah

Oleh Bagus Rizky
Kelas VA SD Saraswati 2 Denpasar

Pada Hari Minggu, 3 Februari, ada kakak-kakak yang datang dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka mengajarkan aku cara membedakan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik bisa di daur ulang. Contoh sampah organik adalah sisa nasi, kepa ikan, dauan. Yang bisa di daur ulang adalah kaleng, kresek, baterai, dan lain-lain.

Aku tahu sampah-sampah itu dibuang ke TPA. Jika buangan sudah penuh, maka bisa menimbulkan penyakit yaitu diare, kolera, tifus, dan lain. Aku juga diajarkan bahaya smpah seperti banjir, pemandangan menjadi jorok, dan mencemari sungai.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Teknologi, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 461 Views

6th February 2008

Aksi Anak-anak Memahami Sampah

Oleh Luh De Suriyani

Sinetron dan dongeng, dua hal yang menjadi kesukaan anak-anak kini. Kisah puteri dan pangeran tak pernah hilang dari memori anak-anak. Puluhan anak-anak di daerah Subak Dalem, Denpasar Utara juga memilih cara ini untuk memahami pendidikan lingkungan hidup.

Minggu, 3 Februari lalu 12 anak-anak yang tergabung dalam kelompok NakNik itu mementaskan drama yang berjudul “Kisah Puteri dan Pemulung”. Tokoh utamanya adalah Puteri dari Kerajaan Subak Carik yang mencari pasangan. Dari sekian orang pelamar, seorang pemulung memberanikan diri mendaftar.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 1 Komentar | 256 Views

5th February 2008

Mengolah Sampah Secara Sederhana

Oleh Aryani Putri
Kelas VII SMPN 10 Denpasar

Pada Hari Minggu, tepatnya tanggal 3 Februari 2008, saya mendapatkan pengalaman yang sangat menarik. Saya mendapatkan pengalaman tentang cara pengolahan sampah secara sederhana yang diarahkan Kak Gusman dan Kak Tut Nartha.

Betapa bodohnya saya membuang sampah-sampah itu. Ternyata sampah bisa di daur ulang dan dibuat kompos.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Teknologi, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 560 Views

4th February 2008

Nak Jawa Belajar Bahasa Bali

Oleh Anton Muhajir

Jawa dan Bali itu memiliki karakter yang tidak jauh beda. Misalnya soal feodalisme. Menurut saya keduanya memiliki budaya yang bertingkat-tingkat dalam interaksi, termasuk soal bahasa. Kalau di Jawa, terutama Mataraman alias Jawa Timur bagian barat daya dan Jawa Tengah bagian selatan serta Yogyakarta, masyarakatnya mengenal tingkatan dalam bahasa, maka begitu pula Bali. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus menggunakan tingkat bahasa lebih halus dibanding dengan bahasa untuk orang yang sepantaran.

Setahu saya ini berbeda dengan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang tidak ada tingkatan bahasanya. Jadi kita bisa menggunakan bahasa yang sama untuk siapa saja dengan bahasa Melayu.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 400 Views

3rd February 2008

Undangan Launching Bali Blogger Community

Semeton Belogger yth,

Setelah tertunda bulan lalu, akhirnya kita akan launching komunitas blogger Bali, Bali Blogger Community (BBC) juga bulan ini.

Launching ini sebagai bagian dari kampanye kita untuk mengenalkan blog pada masyarakat, sekaligus mengenalkan BBC. Karena itu, mengundang dengan hangat pada semeton belogger Bali untuk hadir pada Launching BBC yang akan dilaksanakan pada:

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 4 Komentar | 210 Views

3rd February 2008

Peringatan 100 Tahun Anak Agung Pandji Tisna

Diambil dari Milis Bali

11 Februari 1908 – 11 Februari 2008

Anak  Agung Pandji Tisna, satu-satunya pengarang putra Bali, putra Bali Utara, Buleleng, termasuk golongan pengarang pujangga baru (sejaman dengan Sutan Takdir Alisyahbana, Armin Pane, Sanusi Pane dan lain-lain), dengan buku-buku karangan beliau seperti : Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935), Ni Sukreni Gadis Bali (1936), I Swasta Setahun di Bedahulu (1937), I Made Widiadi, Kembali Kepada Tuhan (1957) dan lain-lain tulisan sastra beliau pada masa itu.

Pada 11 Februari 2008 genap 100 tahun, kami keluarga Puri Buleleng (Puri Agung  Singaraja) akan menyelenggarakan  peringatan  (mengenang) 100 tahun Anak Agung Pandji Tisna, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Februari 2008 (hari  Minggu dan Senin) bertempat di Puri Buleleng (Puri Agung Singaraja).

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Agenda, Jalan-Jalan, Sosok, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 294 Views

3rd February 2008

Nyaris Tiap Hari Ada Berita Kematian Akibat AIDS

Oleh Luh De Suriyani

Kilas Balik 20 Tahun HIV/AIDS di Bali.

Beberapa waktu lalu, seorang pria yang terinfeksi HIV meninggal di Rumah Sakit Sanglah. Kondisi tubuhnya tidak bisa menahan gempuran gejala penyakit akibat Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang telah lama menyerang kekebalan tubuhnya. Kekebalan tubuhnya cepat merosot karena pria ini tidak mendapat pengobatan sedikit pun.

Akibatnya, fase Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), suatu kondisi adanya sekumpulan gejala penyakit di tubuh, dengan cepat diidap pria muda ini. Sang istri menyesal karena terlambat tahu bahwa ada terapi pengobatan untuk orang dengan HIV atau AIDS (Odha) seperti suaminya.

Sampai si suami tergolek lemah berminggu-minggu di rumah sakit pun, keluarga mempercayai kerabatnya kena ilmu hitam (ada nak ririh). Mereka tak mau menerima anaknya dinyatakan positif HIV. Hanya sang istri yang mengakui dan dengan ikhlas terus merawat suaminya yang sudah sulit berbicara itu.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 0 Komentar | 115 Views

2nd February 2008

Tontonan Sirkus di TV Nasional

Oleh I Nyoman Winata

Televisi Indonesia sejak mantan penguasa Orde Baru masuk rumah sakit hingga dimakamkan ibarat sedang ber-sirkus- ria. Sihir kotak ajaib ini, terutama pada drama pemakaman Soeharto– atau saya sebut selanjutnya Pak Harto, karena menyebut langsung Soeharto dianggap tidak sopan—benar-benar membuat jutaan rakyat Indonesia tertegun di depan TV. Lalu, dongeng tentang betapa berjasanya Pak Harto terus menerus dicekoki diotak para pemirsa. Dongeng-dongeng ini begitu bombastisnya, sampai-sampai menutup sempurna dosa-dosa Pak Harto selama berkuasa.

Dengar dan simak komentar mereka yang diwawancarai. TV lebih banyak menampilkan tokoh yang menyebut Pak Harto berjasa. Ada beberapa yang bersuara lain, tetapi porsinya tak begitu banyak. Yang unik, bahkan program acara infotainment pun dipenuhi cerita tentang jasa-jasa Pak Harto. Seorang selebritis di acara infotainment menyebut sebagai kewajaran atas tindakan Pak Harto yang diduga sebagai tokoh utama pelanggaran HAM seperti dalam kasus pembantaian manusia-manusia merah diera 1965-1966. “Itu tindakan yang wajar sebagai resiko yang harus ditanggung oleh orang dengan tanggung jawab yang besar,” demikian kira-kira argumentasinya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 3 Komentar | 185 Views

2nd February 2008

Kalau Kelamin Bisa “Ngomong”

Oleh Luh De Suriyani

Pagi itu, suasana Klinik Amertha di Jalan Raya Sesetan, sebelah Lapangan Pegok lengang. “Biasalah, kalau pagi mereka kan belum bangun. Biasanya jam 10-an baru rame,” kata seorang dokter. Benar saja, sepuluh menit kemudian enam perempuan datang, dan segera menuju kursi tunggu di depan klinik yang melayani pemeriksaan kesehatan organ dalam tubuh itu.

Kedatangan perempuan muda dan setengah baya itu ternyata dikawal seorang laki-laki tinggi besar. Beberapa orang menyapanya. Wayan, pria itu, hampir tiga tahun ini rajin menjadi tukang antar perempuan pekerja hiburan malam untuk memeriksakan kesehatan organ dalam ke klinik itu..

“Saya sudah merasakan susahnya kena penyakit. Mana saya tahu, tiba-tiba ternyata kena penyakit. Siapa yang nularin, atau gimana,” ujarnya. Pria yang dikenal cukup lama berkecimpung di bisnis hiburan malam ini mengakui awalnya tak mudah untuknya datang ke klinik memeriksakan diri. Ia merasa sehat, dan perempuan yang sering diajaknya berhubungan juga sehat-sehat saja.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Teknologi, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 0 Komentar | 126 Views

eXTReMe Tracker