3rd March 2008

Perjuangan Panjang Melawan Stigma

Oleh Anton Muhajir

Kematian bisa bermakna ganda. Di satu sisi dia adalah akhir dari sebuah perjalanan. Namun bisa jadi, akhir itu adalah awal dari sebuah perjalanan lain yang lebih panjang. Begitu pula dengan kematian warga Belanda Edward Hop di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar 21 tahun lalu. Akhir hidup Hop, seorang gay, membuka awal langkah penanggulangan Acquired Immune Deficiancy Syndrome (AIDS) di Bali. Sindrom akibat virus penyebab penurunan ketahanan tubuh, biasa disingkat human immunodeficiancy virus (HIV), ini sebelumnya dianggap hanya sesuatu yang di atas langit.

Sebelumnya banyak orang Indonesia, termasuk Bali, berpikir bahwa HIV/AIDS adalah sesuatu hanya ada di ā€œtempat lainā€, tidak mungkin ada di ā€œtempat kamiā€. Namun, sejak 15 April 1987, tanggal di mana Hop meninggal akibat infeksi oportunistik, penyakit ikutan setelah tubuh terkena AIDS, orang-orang baru tersentak. Kumpulan gejala yang selama ini hanya di sebelah rumah itu ternyata ada di halaman kita juga. Bahkan di rumah kita. Kasus pada Hop adalah kasus kematian pertama akibat HIV/AIDS yang ditemukan di Bali, sekaligus kasus pertama di Indonesia.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 254 Views

eXTReMe Tracker