Mempertahankan Tata Ruang Denpasar
Oleh Swastinah Atmodjo
Belum lama ini, Denpasar mendapat penghargaan dari pemerintah pusat sebagai juara tiga dalam penilaian tata ruang kota, setelah Semarang dan Surabaya. Dari sisi apanya ya kok bisa? Pertanyaan itu otomatis muncul. Dari sudut pandang bagaimana penilai memberikan award tersebut?
Penghargaan tersebut menurut pengamat tata ruang Nyoman Gelebet pantas diberikan ke Denpasar menyangkut prinsip-prinsip tradisi. Namun dari sudut pandang masa kini, dinilainya kurang tepat. Sebagai ibukota provinsi, lanjutnya, aspek tata kota Denpasar masih cukup baik. Terutama di kawasan Denpasar Timur seperti Kesiman dan Sanur masih mempertahankan tradisi masa lalu semisal adanya telajakan, yaitu ruang atau space antara 1- 2 meter dari tembok rumah ke jalan. Ini biasanya oleh warga dimanfaatkan untuk menanam tanaman hias atau tanaman obat sehingga rumah lebih asri.
Kategori berita : Teknologi, Budaya | Kontributor : Swastinah Atmodjo | 1 Komentar | 218 Views



