Premanisme Jalanan dalam Ritual Bali
Oleh I Made Suardana
Premanisme dalam ritual Bali? Apa pula itu? Bukan bermaksud melebih-lebihkan atau membuat sesuatu menjadi kelihatan ekstrem. Namun fenomena yang saya alami dan amati ini rasanya cukup layak dimasukkan dalam dunia premanisme walaupun dibungkus dengan apik dalam balutan ritual dan budaya yang katanya adi luhung orang Bali. Anda yang tinggal di Bali tentu pernah atau bahkan sering mengalami bagaimana kalau orang Bali melakukan kegiatan ritual agama dan budaya khususnya yang mengambil tempat (secara seenaknya) di jalan-jalan raya kota maupun desa.
Jika balai banjar/pura tempat diadakannya upacara berada tepat disamping jalan raya maka dapat dipastikan jalan raya tersebut akan ditutup, paling tidak ditutup satu jalur. Bisa dipastikan akan ada kemacetan, belum lagi beberapa pengguna jalan raya yang kebingungan akibat pengalihan jalan yang masih asing bagi mereka. Walaupun ijin sudah dikantongi tetap saja itu namanya mengganggu kepentingan umum. Tapi kita orang Bali punya sebuah excuse yang cukup ampuh dan sombong, ini kan atas nama agama dan budaya. Jalan ini ada di daerah kekuasaan desa adat A jadi kami berhak memakai jalan ini.
Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Made Suardana | 4 Komentar | 157 Views



