23rd
March
2008
Sumber Press Release
Meski banyak yang mengatakan bahwa kampanye World Silent Day (WSD) 21 Maret kemarin belum berjalan maksimal, namun Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim (Kolaborasi Bali) tetap optimis dengan kampanyenya.
Buktinya, Perwakilan Kolaborasi Bali yakni Beghawan Dwija, Panji Tisna, Hira Jhamtani, Kadek Lisa dan Agung Wardana menindaklanjuti kampanye WSD dengan memberikan bibit pohon kepada 9 bayi yang lahir bertepatan dengan WSD di RSUP Sanglah, Sabtu (22/3/2008) kemarin.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | | 162 views
22nd
March
2008
Oleh Putu Setiawan
Di sela-sela mengantar anak saya Devi, sekolah nol besar di TK Pertiwi Kereneng, saya kadang menyempatkan diri melali (main) ke pasar loak Kereneng. Ini untuk ‘membunuh’ waktu dari jam 7.30 sampai 10 pagi, waktu pulang sekolah anak saya.
Awalnya, pasar loak yang terletak persis di selatan terminal keberangkatan bemo kuning jurusan Kereneng-Batubulan ini, hanya saya lewati. Pikirk saya, apa istimewanya pasar loak ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan | Kontributor : Putu Setiawan | | 311 views
21st
March
2008
Dikirim Oleh Grace Jeani
Top Salsa Dance Instructors from Australia, Singapore and Malaysia in Bali.
The second Salsa Fiesta De Indonesia 2008, will be held in Bali from March 21 to March 23. Organized by Linline Sdn,. Bhd. from Malaysia, and co-organised by Made Alfa from Bali also supported by Sector Bar & Restaurant, this event has attracted participants from Australia, Singapore, and Malaysia.
The Salsa Fiesta De Indonesia is a two-day salsa dance event, encompassing dance workshops, performances and parties. The festival will kick off with Salsa dance workshops at Wina Holiday Villa Hotel, Kuta, on Saturday March 22. That evening will feature dinner and dance performances. On Sunday March 23, the festival will commence at Sector Bar & Restaurant, Bali Beach Golf Course, Sanur, at 1:00pm, followed by Performances and Dinner Party at the same locale from 8 pm onwards. The dinner parties will feature performances by Indonesian and international salsa dance instructors and performers from Australia, Singapore and Malaysia.
In town for the event are visiting instructors and performers Nestor Manuelian and Lidia McMahon from Australia. The pair have taught and performed at major salsa dance events in Australia, United States, UK, Italy, Puerto Rico, New Zealand and Hong Kong. Winning 5 national Australian titles in the past 5 years, their team, Modus Vivendi, is the current Australian Salsa Team Champions. Nestor and Lidia were also declared Winners of the 2007 Asian Salsa Open in Hong Kong. According to Event Organizer Ms. Lin Hamid, âThey are here to share their love and knowledge of salsa with the Indonesian salsa community.â
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 179 views
19th
March
2008
Oleh Anton Muhajir

Di tangan ahlinya, kopi bali bisa disajikan dalam bentuk beraneka rupa menu. Biji pahit ini disajikan bersama teh, krim, kacang, dan aneka buah lain. Tidak hanya makanan, di Kopi Bali House, kita juga bisa mengetahui proses pembuatan hingga pernak-pernik unik seperti lukisan dari kopi.
Rumah kopi bali ini menyajikan makanan pula, tidak hanya kopi. Menu Indonesia seperti nasi goreng dan sup buntut pun ada. Demikian pula menu western seperti salad, burger, dan semacamnya. Salah satu yang bisa dicoba adalah Cafe Nutty. Kopi ini disajikan dengan komposisi unik. Berturut-turut dari paling bawah adalah kopi, es, cream, dan kacang. Kacang yang digiling agak kasar ini tersebar di seluruh bagian minuman. Makanya disebut cafe nutty. Dengan harga Rp 24.000, belum termasuk pajak service dan pemerintah 15 persen, kita bisa menikmati aroma dan rasa kopi hingga tetes terakhir.
Menu lain yang bisa dicoba adalah frozen green tea dengan ramuan teh hijau, buah ceri, dan cream. Tidak ada unsur kopi sama sekali di minuman ini. Sebab, Kopi Bali House memang menyediakan minuman lain juga, tidak hanya yang berasal atau mengandung kopi.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 404 views
18th
March
2008
Oleh Miftachul Chusna, wartawan Sindo
PT. Persero Angkasa Pura (PAP) I Ngurah Rai, Denpasar, Bali, secara resmi meminta maaf atas terjadinya insiden âpenangkapanâ seorang jurnalis foto (fotografer) oleh security bandara saat mengambil foto maskapai AdamAir.
Permintaan maaf itu disampaikan General Manager PAP I Ngurah Rai I Nyoman Suwetja Putra saat bertemu dengan organisasi profesi jurnalistik di Kantor PAP I Ngurah Rai, di lingkungan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (18/3/2007).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 177 views
18th
March
2008
Oleh Ni Komang Erviani
Pemberitaan tentang gonjang-ganjingnya maskapai Adam Air menorehkan getah pahit bagi jurnalis di Bali. Ini setelah seorang fotografer ditangkap saat melaksanakan tugas jurnalistik di Bandara Ngurah Rai, Badung, kemarin.
Peristiwa yang menimpa fotografer Koran Seputar Indonesia Zul T Edoardo ini berawal saat dia berusaha mengambil foto pesawat Adam Air dari luar pagar pembatas bandara, sekitar pukul 17.00 wita kemarin. Setelah sekitar setengah jam, Zul akhirnya berhasil mengambil gambar pesawat Adam Air, meskipun dalam jarak yang cukup jauh karena peswat masih terparkir di landasan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Ni Komang Erviani | | 177 views
18th
March
2008
Oleh Agung Wardana
Bayangkan Bali yang kecil ini semakain mengkecil karena pesisirnya rusak, kekeringan akibat hutannya dibabat sehingga tidak ada lagi padi yang dapat dipanen, jika demikian apakah Bali masih layak untuk ditempati?
Pertanyaan ini keluar dari seorang mahasiswa semester 1 di salah satu universitas di Denpasar, Yayuk (18) dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan oleh Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim (Senin, 17/03/08).
Sebagai seorang yang akan mewarisi Bali di masa mendatang, maka memang masuk akal pertanyaan ini diajukan ini kepada para orang tua yang sekarang hidup nyaman dengan menghabiskan sumber daya alam dan energi di pulau ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Teknologi | Kontributor : Agung Wardana | | 155 views
17th
March
2008
Oleh Agung Wardana
Kolaborasi Non Government Organization (NGO) Bali untuk Perubahan Iklim mengimbau agar masyarakat Bali bersedia untuk mematikan listrik selama empat jam pada Jumat, 21 Maret 2008 mendatang. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global (global warming), ancaman terbesar di dunia saat ini. Gerakan ini isebut sebagai World Silent Day.
âKami mengimbau agar masyararakat dunia bersedia untuk mematikan listrik selama empat jam pada hari itu,â kata Hira Jhamtani, perwakilan Kolaborasi NGO pada wartawan di Denpasar hari ini.
Menurut Hira, selama empat jam dari pukul 10 hingga 14.00 Wita, masyarakat dunia diharapkan mau mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik seperti lampu, handphone, komputer, dan seterusnya. âJika semua orang mau melakukan itu maka kita akan bisa mengurangi penggunaan listrik pada saat beban puncak,â ujarnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Teknologi | Kontributor : Agung Wardana | | 162 views
15th
March
2008
Oleh Didi Suprapta
Ini adalah pengalaman pertama saya naik dokar. Meski tidak jauh, namun saya menikmati pengalaman naik dokar ini. Kesempatan naik dokar gratis ini datang berhubung saya mengantar doi menjadi MC dalam Lomba Dokar Hias yang diadakan oleh Pemerintah Kota Denpasar bersama KMHDI dalam rangka HUT Kodya Denpasar yang ke-16 beberapa waktu lalu.
Dokar yang saya tumpangi dikusiri oleh Bapak Dewa Gede Ngurah. Beliau sudah menekuni profesi sebagai kusir dokar semenjak tahun 1970. Menurut beliau, dokar menujukkan masa kejayaanya pada tahun 80-an. Di mana pada tahun itu diperkirakan sedikitnya 800 buah dokar beroperasi di Denpasar. Sedangkan sekarang untuk mencari 50 dokar saja katanya sangat sulit. (Sayang ya Pak Dewa, dokar bapak gak jadi juara, hehehe).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan | Kontributor : Dek Didi | | 198 views
14th
March
2008
Oleh Luh De Suriyani
Hidangan seafood di Thailand disajikan sesuai mood tempat. Ketika bersantai di pantai, udang dan cumi juga terlihat âtelanjangâ.
Pagi beranjak ke pukul 10 waktu Pattaya. Satu dua turis sudah mulai berdatangan untuk mulai ritual mejemur diri atau sekadar baca buku. Ratusan kursi pantai dengan payung khasnya berjejer memenuhi pantai yang bersebelahan persis dengan jalan raya.
Seperti Pantai Kuta di Bali. Bedanya di Kuta, kursi pantai sedikit. Menyisakan banyak bibir pantai yang cukup lapang dari tepi ombak.
Di Pattaya sebaliknya. Bibir pantai sangat sempit, sekitar tiga meter dari laut. Tak menyisakan tempat untuk jalan-jalan karena nyaris seluruh area pantai ditutupi âpohonâ payung dan kursi berjemur.
Kalau ingin duduk di kursi, seseorang akan mendekati untuk meminta upah sewa 30 baht. Ini barangkali kesamaannya dengan di Bali. Nothing for free.
Nah, sudah dapat kursi santai yang enak, kini tinggal memilih makanan yang bersliweran dijajakan warga setempat. Sebagian besar dagangan mereka adalah seafood dan buah-buahan tropis. Dua hal yang membuat Thailand sangat populer.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 416 views