18th April 2008

Dewan Dituntut Transparan

Oleh Ni Komang Erviani

Lembaga dewan dituntut untuk transparan. Banyak dokumen menyangkut kepentingan publik yang tidak bisa diakses masyarakat dari gedung dewan. Rancangan Undang-Undang Susunan dan Kedudukan DPR, DPRD, dan DPD (RUU Susduk) yang saat ini tengah dibahas di DPR RI,  diharapkan bisa membuka akses tersebut.

Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia Ronald Rofiandri menjelaskan, lembaga dewan belum cukup transparan melaporkan hasil kerjanya kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakat kesulitan melakukan penilaian terhadap kerja-kerja dewan. Karenanya, pihaknya menuntut dilaksanakannya reformasi terhadap lembaga legislasi. “Perbaikan RUU Susduk sangat memegang peranan dalam menuntut transparansi lembaga dewan,” ujar Ronald dalam Diskusi Publik RUU Susduk di Denpasar, Jumat (18/4) ini.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Ni Komang Erviani | 0 Komentar | 97 Views

18th April 2008

Rumah Ibadah, Rumah atau Penjara Tuhan?

Oleh I Nyoman Winata

Indonesia adalah bangsa religius. Itulah yang sering diucapkan orang-orang kita, setidak-tidaknya dari para pemuka agama. Salah satu bukti fisik yang bisa dilihat adalah tersebarnya ratusan ribu rumah ibadah dari semua agama di tanah nusantara ini. Tetapi meski demikian, bangsa Indonesia menunjukkan kelakuan yang luar biasa bertolak belakang dengan manusia yang religius. Salah satunya adalah sifatnya yang sarakoh. Sarakoh ini tingkatannya, menurut Mbah Mangun-kawan diskusi saya di TV- lebih tinggi dari serakah. Uang rakyat dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat negara dan para abdi negara (baca PNS).

Alhasil, Indonesia termasuk dalam dijajaran negara elit paling korup di dunia. Ini perilaku luar biasa dari bangsa yang tidak satu pun penduduknya tidak memeluk agama atau tidak percaya pada Tuhan.

Kembali ke soal rumah Ibadah dari berbagai agama yang tersebar luas di bumi nusantara ini. Saya tidak mengetahui persis, apa yang ada di benak orang Indonesia ketika membangun rumah ibadah agamanya masing-masing. Apakah mereka ingin agar Tuhan punya rumah yang bagus sehingga dengan nyaman berstana di sana, atau justru malah ingin agar Tuhan bisa dipenjarakan sehingga perbuatannya yang melanggar hukum agama tidak diuatk-atik Tuhan.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 94 Views

eXTReMe Tracker