<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa Gendo Membakar Gambar SBY</title>
	<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/</link>
	<description>Tempat Denpasar Berbagi Kabar</description>
	<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 11:53:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: GENDO</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3281</link>
		<author>GENDO</author>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 14:24:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3281</guid>
		<description>saya ikut nimbrung akh.
thx anton dah menuliskan kisah peluncuran buku saya

oh ya sekalian terimakasih juga atas berbagai himbauan baik dukungan maupun kritik yang diberikan kepada saya
(Ton pinjem box nya ya, untuk memberikan komentar atas tanggapan kawan2)
Untuk Made Eka, saya sangat senang dengan kritikan tersebut.
pertama saya sekarang berumur 32 tahun dan waktu pembakaran photo ESBEYE saya berumur 29 Tahun. saya angkatan 95 kuliah di arsitektur UNUD terus pindah ke Ekstensi Hukum tahun 2000 tapi baru aktif kuliah 2003 dan sekarang sedang skripsi. mudah2an bentar lagi saya udah melepas status mahasiswa biar made eka ga malu lagi. waduhhhh kalo di ekstensi itu, masih bayak yang lebih tua dari saya loh
oh ya, saya mohon maaf kalo anda malu atas tindakan saya. 
cuman saya juga rada bingung apa yang memalukan dari tindakan saya?
saya cuma melakukan ekspresi politik atas kebijakan yang dibuat ole esbeye. pembakaran itu adalah simbolisasi politik yang seharusnya tidak dipidana. hanya pada waktu itu saya dijerat dengan pasal-pasal penjajah belanda yang udah usang. pasal yang juga pernah dikenakan buat para pejuang kemerdekaan termasuk soekarno.
buktinya pasal2 yang dipake menghukum saya saat ini sudah dihapuskan berdasarkan putusan mahkamah konstitusi. beneran kok saya ga boong. kalo ga percaya cek aja di situsnya mahkamah konstitusi.

Kedua; masalah kuliah saya, saya akui saya menjadi mahasiswa abadi dan perlu anda ketahui bahwa itu adalah plihan saya. saya mungkin mahasiswa yang tidak baik karena lama kuliah tetapi saya memang sejak awal sudah memilih untuk menomorduakan kuliah dan mengutamakan untuk beraktifitas dijalan dan mendedikasikan diri dalam aktifitas-aktifitas sosial.
saya pikir, sepanjang pilihan itu saya lakukan secara sadar, itu bukan bentuk kebodohan. tapi sekali lagi itu adalah pilihan. dan setiap pilihan ada konskwensinya. dan dalam hal ini konskwensinya adalah KULIAH SAYA TERLANTAR.

kemudian kalo kita berbicara tentang tuntutan kepada pemerintah; kalo menurut anada saya tidak pantas karena anda anggap saya tidak mampu memanage diri, saya pikir itu juga tidak sepenuhnya benar.
karena justru saya adalah korban dari sistem pendidikan dan sistem politik yang menutup ruang-ruang demokrasi dengan segala bangunan sistem NKK/BKK. sistem yang memang sengaja dibuat untuk membuat mahasiswa mandul dengan pembebanan sistem SKS dan tetek bengeknya.
waduhhhh ...kalo dijelasin panjang broer!!!!!

mengenai anda mengutuk tindakan saya, itu hal yang biasa2 saja, karena itulah demokrasi yang selalu membuka ruang kritik oto kritik. dan saya sangat senang karena setidaknya hal itu mendorong saya untuk refleksi. tapi sekaligus meyakinkan saya bahwa ada juga banyak orang yang bersimpati dengan tindakan saya sebagai simbolisasi politik.

Seharusnya anda paham itu adalah simbolisasi, sepanjang tidak menyerang secara fisik presiden seharusnya itu sah saja dan bukanlah pidana.

trus kenapa anda juga tidak mengutuk tindakan2 orang2 waktu kampanye pilpres menginjak2 gambar SBY, memakai alas duduk. atau kenapa tidak mearahi para pemulung yang mengucek2 gambar esbee dan memasukannya ke kotak pemulung.

ato kenapa petugas kebersihan yang membakar samaph dan didalamnya juga ada gambar esbeye gak anda marahin???

kenapa ya???

pertanyaan saya kepada made eka; kalo tindakan saya tidak mencerminkan tindakan mahasiswa, lalu harusnya seperti apa?

2. Kalo ukurannya adalah intelektual atao tidak, saya ingin bertanya INTELEKTUAL dalam perspektif apa yang anda  maksudkan? intelktual sebagaimana yang disampaikan oleh GRAMSCI ato intektual versi ORBA?

mohon tanggapanya, trims
salam hangat 
GENDO</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ikut nimbrung akh.<br />
thx anton dah menuliskan kisah peluncuran buku saya</p>
<p>oh ya sekalian terimakasih juga atas berbagai himbauan baik dukungan maupun kritik yang diberikan kepada saya<br />
(Ton pinjem box nya ya, untuk memberikan komentar atas tanggapan kawan2)<br />
Untuk Made Eka, saya sangat senang dengan kritikan tersebut.<br />
pertama saya sekarang berumur 32 tahun dan waktu pembakaran photo ESBEYE saya berumur 29 Tahun. saya angkatan 95 kuliah di arsitektur UNUD terus pindah ke Ekstensi Hukum tahun 2000 tapi baru aktif kuliah 2003 dan sekarang sedang skripsi. mudah2an bentar lagi saya udah melepas status mahasiswa biar made eka ga malu lagi. waduhhhh kalo di ekstensi itu, masih bayak yang lebih tua dari saya loh<br />
oh ya, saya mohon maaf kalo anda malu atas tindakan saya.<br />
cuman saya juga rada bingung apa yang memalukan dari tindakan saya?<br />
saya cuma melakukan ekspresi politik atas kebijakan yang dibuat ole esbeye. pembakaran itu adalah simbolisasi politik yang seharusnya tidak dipidana. hanya pada waktu itu saya dijerat dengan pasal-pasal penjajah belanda yang udah usang. pasal yang juga pernah dikenakan buat para pejuang kemerdekaan termasuk soekarno.<br />
buktinya pasal2 yang dipake menghukum saya saat ini sudah dihapuskan berdasarkan putusan mahkamah konstitusi. beneran kok saya ga boong. kalo ga percaya cek aja di situsnya mahkamah konstitusi.</p>
<p>Kedua; masalah kuliah saya, saya akui saya menjadi mahasiswa abadi dan perlu anda ketahui bahwa itu adalah plihan saya. saya mungkin mahasiswa yang tidak baik karena lama kuliah tetapi saya memang sejak awal sudah memilih untuk menomorduakan kuliah dan mengutamakan untuk beraktifitas dijalan dan mendedikasikan diri dalam aktifitas-aktifitas sosial.<br />
saya pikir, sepanjang pilihan itu saya lakukan secara sadar, itu bukan bentuk kebodohan. tapi sekali lagi itu adalah pilihan. dan setiap pilihan ada konskwensinya. dan dalam hal ini konskwensinya adalah KULIAH SAYA TERLANTAR.</p>
<p>kemudian kalo kita berbicara tentang tuntutan kepada pemerintah; kalo menurut anada saya tidak pantas karena anda anggap saya tidak mampu memanage diri, saya pikir itu juga tidak sepenuhnya benar.<br />
karena justru saya adalah korban dari sistem pendidikan dan sistem politik yang menutup ruang-ruang demokrasi dengan segala bangunan sistem NKK/BKK. sistem yang memang sengaja dibuat untuk membuat mahasiswa mandul dengan pembebanan sistem SKS dan tetek bengeknya.<br />
waduhhhh &#8230;kalo dijelasin panjang broer!!!!!</p>
<p>mengenai anda mengutuk tindakan saya, itu hal yang biasa2 saja, karena itulah demokrasi yang selalu membuka ruang kritik oto kritik. dan saya sangat senang karena setidaknya hal itu mendorong saya untuk refleksi. tapi sekaligus meyakinkan saya bahwa ada juga banyak orang yang bersimpati dengan tindakan saya sebagai simbolisasi politik.</p>
<p>Seharusnya anda paham itu adalah simbolisasi, sepanjang tidak menyerang secara fisik presiden seharusnya itu sah saja dan bukanlah pidana.</p>
<p>trus kenapa anda juga tidak mengutuk tindakan2 orang2 waktu kampanye pilpres menginjak2 gambar SBY, memakai alas duduk. atau kenapa tidak mearahi para pemulung yang mengucek2 gambar esbee dan memasukannya ke kotak pemulung.</p>
<p>ato kenapa petugas kebersihan yang membakar samaph dan didalamnya juga ada gambar esbeye gak anda marahin???</p>
<p>kenapa ya???</p>
<p>pertanyaan saya kepada made eka; kalo tindakan saya tidak mencerminkan tindakan mahasiswa, lalu harusnya seperti apa?</p>
<p>2. Kalo ukurannya adalah intelektual atao tidak, saya ingin bertanya INTELEKTUAL dalam perspektif apa yang anda  maksudkan? intelktual sebagaimana yang disampaikan oleh GRAMSCI ato intektual versi ORBA?</p>
<p>mohon tanggapanya, trims<br />
salam hangat<br />
GENDO</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: darma</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3238</link>
		<author>darma</author>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 15:06:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3238</guid>
		<description>bagus to bukunya dari artikel atas yg kubaca.
gimana caranya dapetin tu buku ???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus to bukunya dari artikel atas yg kubaca.<br />
gimana caranya dapetin tu buku ???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Putu Adi</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3237</link>
		<author>Putu Adi</author>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 15:02:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3237</guid>
		<description>Saya setuju dengan pendapat saudara Made Eka, tadi siang saya melihat di TV seorang pakar berpendapat bahwa BBM sudah sepantasnya naik, oleh karena mendapatkannya sangat susah, beresiko tinggi contohnya kasus Lapindo, dan tidak bisa diperbaharui. Sayang saya lupa nama tokohnya yang jelas beliau sering nongol di TV. Beliau juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara ke tiga di dunia yang memberikan harga BBM termurah setelah Iran dan Venezuela.

Saya setuju pemerintah menaikan BBM dengan syarat berikanlah solusi kepada rakyat bagaimana mendapatkan transportasi murah, ada dimana-mana, cepat, dan aman. BBM kan sebagian besar habis dipakai untuk sektor transposrtasi misal kendaraan bermotor, kapal laut dan pesawat nah naikan saja harga BBM tetapi sediakan sarana transportasi rakyat yang murah, ada dimana-mana, cepat dan aman, yang sebagian besar rakyat dapat menjangkaunya, biar orang yang mampu (kaya) memakai sarana transportasi mereka sendiri dengan BBM yang mereka beli sendiri. Saya rasa dengan cara demikian Subsidi yang diberikan pemerintah dapat menyentuh rakyat yang memang membutuhkan.

Saya juga dapat tulisan dari forum sebelah seperti ini :
----
BERAPAKAH SUBSIDI BBM DI APBN ? 
________________________________________
Berikut ini data-data yg ada di RAPBN RI thn 2008 :
- Jumlah BBM Subsidi/tahun = 35,837 juta kilo liter, terdiri atas :
1. Premium = 16,95 juta kilo liter/thn
2. Solar = 11 juta kilo liter/thn
3. Minyak tanah = 7,887 juta kilo liter/thn

Hrg minyak mentah ICP (Indonesia Crude Petroleum) adalah US$ 15 dibawah harga minyak NYMEX-USA, jadi klu skrg harga NYMEX @ US$ 126/barrel maka harga minyak mentah ICP (bahan dasar Premium/Solar/Minyak Tanah) @ US$ 111/barrel.
Biaya pengolahan kilang di Indonesia rata-rata US$ 15-17/barrel (di USA biaya kilang cuman US$ 8-12/barrel).
Jadi harga Premium/Solar/Minyak tanah rata-rata di Indonesia = (US$ 111 + US$ 17)/barrel x Rp 9260 : 159 liter = Rp 7455/liter...dibulatin aza ke Rp 7500/liter deh.
Maka ..... :
- Subsidi Premium/thn = 16,95 juta kilo x (Rp 7500-Rp 4500) = Rp 50,85 trilyun/thn
- Subsidi Solar/thn = 11 juta kilo x (Rp 7500-Rp 4300) = Rp 35,2 trilyun/thn
- Subsidi Minyak tanah/thn = 7,887 juta kilo x (Rp 7500-Rp 2000) = 43,38 trilyun/thn

Jadi total subsidi BBM = Rp (50,85 + 35,2 + 43,38) trilyun = Rp 129,43 trilyun/tahun ketika harga minyak NYMEX di US$ 126/barrel spt skrg ini.

Lha kok si JK bisa-bisanya kasih pernyataan subsidi BBM membengkak dari 250 trilyun di bulan April menjadi 300 trilyun sekarang ini (di http://www.detikfinance.com/index.php/de.../idkanal/4 ), dari mana ya hitungannya si JK ???  Apakah bukan suatu pembohongan publik tuh pernyataan si JK ???

Klu-pun harga rata-rata Bensin/Solar/Minyak Tanah sudah di "mark-up"/digelembungkan menjadi Rp 10.000/liter (spt pernyataan si JK) dari harga realnya @ Rp 7500/liter saat ini maka :
- Total subsidi baru di APBN = Rp 129,43 trilyun + (35,837 juta kilo liter x Rp 2500) = Rp 219 trilyun saja. Ini-pun masih jauh dibawah Rp 300 trilyun tho. 

Klu hal-hal yang jelas-jelas mudah utk dihitung gini aza si JK "TIDAK JUJUR", pantes aza index kepercayaan pemerintahan sekarang ini merosot sekali akibat ulah-ulahnya sendiri.
----------------

Nah cara-cara seperti ini yang saya tidak sukai dari pemerintah. Penuh dengan ketidak jujuran dan ke-tidak transparan-an

Untuk Bung Gendo saya salut atas bukunya, sayang sekali saya belum baca, kalo ada free PDF-nya mungkin saya lebih salut lagi.

Masalah kemahasiswaan Gendo yang diutarakan Saudara Made Eka juga ada benarnya, banyak rekan-rekan saya di rumah, lingkungan kerja yang berpendapat seperti Made Eka. Tetapi saya sendiri tidak mengenal Gendo secara dekat jadi saya belum bisa berkomentar lebih jauh.

Salam
Putu Adi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan pendapat saudara Made Eka, tadi siang saya melihat di TV seorang pakar berpendapat bahwa BBM sudah sepantasnya naik, oleh karena mendapatkannya sangat susah, beresiko tinggi contohnya kasus Lapindo, dan tidak bisa diperbaharui. Sayang saya lupa nama tokohnya yang jelas beliau sering nongol di TV. Beliau juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara ke tiga di dunia yang memberikan harga BBM termurah setelah Iran dan Venezuela.</p>
<p>Saya setuju pemerintah menaikan BBM dengan syarat berikanlah solusi kepada rakyat bagaimana mendapatkan transportasi murah, ada dimana-mana, cepat, dan aman. BBM kan sebagian besar habis dipakai untuk sektor transposrtasi misal kendaraan bermotor, kapal laut dan pesawat nah naikan saja harga BBM tetapi sediakan sarana transportasi rakyat yang murah, ada dimana-mana, cepat dan aman, yang sebagian besar rakyat dapat menjangkaunya, biar orang yang mampu (kaya) memakai sarana transportasi mereka sendiri dengan BBM yang mereka beli sendiri. Saya rasa dengan cara demikian Subsidi yang diberikan pemerintah dapat menyentuh rakyat yang memang membutuhkan.</p>
<p>Saya juga dapat tulisan dari forum sebelah seperti ini :<br />
&#8212;-<br />
BERAPAKAH SUBSIDI BBM DI APBN ?<br />
________________________________________<br />
Berikut ini data-data yg ada di RAPBN RI thn 2008 :<br />
- Jumlah BBM Subsidi/tahun = 35,837 juta kilo liter, terdiri atas :<br />
1. Premium = 16,95 juta kilo liter/thn<br />
2. Solar = 11 juta kilo liter/thn<br />
3. Minyak tanah = 7,887 juta kilo liter/thn</p>
<p>Hrg minyak mentah ICP (Indonesia Crude Petroleum) adalah US$ 15 dibawah harga minyak NYMEX-USA, jadi klu skrg harga NYMEX @ US$ 126/barrel maka harga minyak mentah ICP (bahan dasar Premium/Solar/Minyak Tanah) @ US$ 111/barrel.<br />
Biaya pengolahan kilang di Indonesia rata-rata US$ 15-17/barrel (di USA biaya kilang cuman US$ 8-12/barrel).<br />
Jadi harga Premium/Solar/Minyak tanah rata-rata di Indonesia = (US$ 111 + US$ 17)/barrel x Rp 9260 : 159 liter = Rp 7455/liter&#8230;dibulatin aza ke Rp 7500/liter deh.<br />
Maka &#8230;.. :<br />
- Subsidi Premium/thn = 16,95 juta kilo x (Rp 7500-Rp 4500) = Rp 50,85 trilyun/thn<br />
- Subsidi Solar/thn = 11 juta kilo x (Rp 7500-Rp 4300) = Rp 35,2 trilyun/thn<br />
- Subsidi Minyak tanah/thn = 7,887 juta kilo x (Rp 7500-Rp 2000) = 43,38 trilyun/thn</p>
<p>Jadi total subsidi BBM = Rp (50,85 + 35,2 + 43,38) trilyun = Rp 129,43 trilyun/tahun ketika harga minyak NYMEX di US$ 126/barrel spt skrg ini.</p>
<p>Lha kok si JK bisa-bisanya kasih pernyataan subsidi BBM membengkak dari 250 trilyun di bulan April menjadi 300 trilyun sekarang ini (di <a href="http://www.detikfinance.com/index.php/de.../idkanal/4" rel="nofollow">http://www.detikfinance.com/index.php/de&#8230;/idkanal/4</a> ), dari mana ya hitungannya si JK ???  Apakah bukan suatu pembohongan publik tuh pernyataan si JK ???</p>
<p>Klu-pun harga rata-rata Bensin/Solar/Minyak Tanah sudah di &#8220;mark-up&#8221;/digelembungkan menjadi Rp 10.000/liter (spt pernyataan si JK) dari harga realnya @ Rp 7500/liter saat ini maka :<br />
- Total subsidi baru di APBN = Rp 129,43 trilyun + (35,837 juta kilo liter x Rp 2500) = Rp 219 trilyun saja. Ini-pun masih jauh dibawah Rp 300 trilyun tho. </p>
<p>Klu hal-hal yang jelas-jelas mudah utk dihitung gini aza si JK &#8220;TIDAK JUJUR&#8221;, pantes aza index kepercayaan pemerintahan sekarang ini merosot sekali akibat ulah-ulahnya sendiri.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Nah cara-cara seperti ini yang saya tidak sukai dari pemerintah. Penuh dengan ketidak jujuran dan ke-tidak transparan-an</p>
<p>Untuk Bung Gendo saya salut atas bukunya, sayang sekali saya belum baca, kalo ada free PDF-nya mungkin saya lebih salut lagi.</p>
<p>Masalah kemahasiswaan Gendo yang diutarakan Saudara Made Eka juga ada benarnya, banyak rekan-rekan saya di rumah, lingkungan kerja yang berpendapat seperti Made Eka. Tetapi saya sendiri tidak mengenal Gendo secara dekat jadi saya belum bisa berkomentar lebih jauh.</p>
<p>Salam<br />
Putu Adi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendra W Saputro</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3154</link>
		<author>Hendra W Saputro</author>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 15:27:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-3154</guid>
		<description>Sumber inspirasi bagi para pejuang demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Sekarang, realita bergerak ke arah teknologi. Undang Undang Informasi dan Teknologi Informasi masih menyertakan pasal-pasal karet warisan kolonial. Ayo Bli Gendo, kita berjuang lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber inspirasi bagi para pejuang demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Sekarang, realita bergerak ke arah teknologi. Undang Undang Informasi dan Teknologi Informasi masih menyertakan pasal-pasal karet warisan kolonial. Ayo Bli Gendo, kita berjuang lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luhde</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2810</link>
		<author>luhde</author>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 02:38:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2810</guid>
		<description>ayo, tulis memoar bli. sapa tau mati muda. pejuang katanya suka mati muda. hehe... btw, bukunya bagus, saya sudah baca setengahnya. cukup komplit dan bisa jadi referensi. sayangnya, cover dan tata artistiknya tidak menarik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo, tulis memoar bli. sapa tau mati muda. pejuang katanya suka mati muda. hehe&#8230; btw, bukunya bagus, saya sudah baca setengahnya. cukup komplit dan bisa jadi referensi. sayangnya, cover dan tata artistiknya tidak menarik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: winata</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2760</link>
		<author>winata</author>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 02:27:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2760</guid>
		<description>untuk kawan Gendo...
teruslah berjuang...
Selamat atas peluncuran bukunya.
Kalau ada ditoko buku Gramedia di Semarang, saya pasti beli...

Salam 1/2 merdeka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk kawan Gendo&#8230;<br />
teruslah berjuang&#8230;<br />
Selamat atas peluncuran bukunya.<br />
Kalau ada ditoko buku Gramedia di Semarang, saya pasti beli&#8230;</p>
<p>Salam 1/2 merdeka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: made eka</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2747</link>
		<author>made eka</author>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 20:23:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2747</guid>
		<description>memang negara tidak transparan dalam mengelola minyak. Tidak dipaparkan berapa eksport dan berapa import yang dilakukan. Minyak Indonesia mengandung sulfur yang jauh lebih rendah dari minyak Timteng. Harganya pastilah lebih tinggi. Berarti seharusnya harga eksport dan import minyak kita (kita import minyak dari Timteng karena harga lebih murah walaupun lebih polutif).Sayangnya lembaga yang mengelola minyak di negeri ini (Pertamina) sangat tidak efisien dan koruptif. Jadilah rakyat yang mnanggung tingginya harga minyak dunia. Tentunya perbandingan harga minya Indonesia dengan Jepang (jepang 30 ribu/liter) sangat tidak layak, kaena Jepang tidak memiliki sumber minyak. Sedangkan kita, seperti yang diatur dalam pasal 33 UUD 1945, haruslah menikmati minyak yang kita hasilkan...
Akan tetapi saya mengutuk cara-cara protes yang tidak cerdas seperti yang dilakukan oleh Gendo. Cara-cara seperti itu tidaklah mencerminkan prilaku seorang mahasiswa. 
Selain itu saya juga heran dengannya. Umurnya sudah berapa, ganti jurusan berapa kali, kok tetep statusnya sebagai mahasiswa. Dia sendiri sebagai mahasiswa tidak melakukan tugasnya dengan benar, terus harus memaksa pemerintah untuk bertindak benar... Klo saya akan malu sendiri. Lebih baik anda lepaskan status mahasiswa anda, karena anda telah membuat malu saya sebagai mahasiswa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang negara tidak transparan dalam mengelola minyak. Tidak dipaparkan berapa eksport dan berapa import yang dilakukan. Minyak Indonesia mengandung sulfur yang jauh lebih rendah dari minyak Timteng. Harganya pastilah lebih tinggi. Berarti seharusnya harga eksport dan import minyak kita (kita import minyak dari Timteng karena harga lebih murah walaupun lebih polutif).Sayangnya lembaga yang mengelola minyak di negeri ini (Pertamina) sangat tidak efisien dan koruptif. Jadilah rakyat yang mnanggung tingginya harga minyak dunia. Tentunya perbandingan harga minya Indonesia dengan Jepang (jepang 30 ribu/liter) sangat tidak layak, kaena Jepang tidak memiliki sumber minyak. Sedangkan kita, seperti yang diatur dalam pasal 33 UUD 1945, haruslah menikmati minyak yang kita hasilkan&#8230;<br />
Akan tetapi saya mengutuk cara-cara protes yang tidak cerdas seperti yang dilakukan oleh Gendo. Cara-cara seperti itu tidaklah mencerminkan prilaku seorang mahasiswa.<br />
Selain itu saya juga heran dengannya. Umurnya sudah berapa, ganti jurusan berapa kali, kok tetep statusnya sebagai mahasiswa. Dia sendiri sebagai mahasiswa tidak melakukan tugasnya dengan benar, terus harus memaksa pemerintah untuk bertindak benar&#8230; Klo saya akan malu sendiri. Lebih baik anda lepaskan status mahasiswa anda, karena anda telah membuat malu saya sebagai mahasiswa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nyoman Ribeka</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2673</link>
		<author>Nyoman Ribeka</author>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 17:59:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2673</guid>
		<description>susah disembuhkan bli kalo negara sudah menikmati untuk menjadi "sakit"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>susah disembuhkan bli kalo negara sudah menikmati untuk menjadi &#8220;sakit&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alit karnajaya</title>
		<link>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2643</link>
		<author>alit karnajaya</author>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 16:23:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.balebengong.net/2008/04/28/mengapa-gendo-membakar-gambar-sby/#comment-2643</guid>
		<description>Wah,, buku yang menarik. Jadi ingin membacanya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah,, buku yang menarik. Jadi ingin membacanya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
