20th April 2008

Olahan Bebek Berbalut Organik

Oleh Anton Muhajir

Memang banyak menu olahan bebek di restoran Bali. Anda bisa menemukannya di Ubud, Kuta, Denpasar, dan tempat lain. Namun, menu olahan bebek yang disajikan dengan sayur organik, mungkin sesuatu yang langka. Setidaknya saya belum pernah menemukan di restoran di Bali. Atau kalau toh ada, restoran itu belum secara tegas mengatakan bahwa mereka menggunakan sayur organik untuk menemani olahan bebek.

Sejak tahun lalu, hadir restoran The Grand Lucky Duck yang menawarkan olahan bebek dengan sayuran organik. Restoran ini berlokasi di kawasan Nusa Dua Bali yang selama ini memang belum ada resto khusus yang menyajikan bebek.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 146 Views

19th April 2008

Pasar Wedding Berlipat Ganda di Bali

Dikirim oleh Gilda Sagrado

Kadisparda Kabupaten Badung I Made Subawa MM meresmikan pembukaan kantor pusat Bali Exotic Wedding hari Sabtu (19/4) disaksikan oleh pemilik usaha Deden Saefulloh dan seratus lebih undangan dari industri wedding organizer di Bali.

Dalam kata sambutannya, Deden mengutarakan, “Saya berharap pemerintah dapat memberi acuan semua wedding organizer di Bali untuk bersinergy demi mengeliminasi perang harga dan bahkan mendukung promosi bersama. Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti sebuah Wedding Expo di Australia dan alangkah indahnya jika kita semua wedding organizer bisa bergandengan tangan mempromosikan Bali ke Australia, Singapura, Jepang, Korea, Jakarta, bahkan juga sejauh Russia, Eropa dan Amerika.”

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 119 Views

18th April 2008

Dewan Dituntut Transparan

Oleh Ni Komang Erviani

Lembaga dewan dituntut untuk transparan. Banyak dokumen menyangkut kepentingan publik yang tidak bisa diakses masyarakat dari gedung dewan. Rancangan Undang-Undang Susunan dan Kedudukan DPR, DPRD, dan DPD (RUU Susduk) yang saat ini tengah dibahas di DPR RI,  diharapkan bisa membuka akses tersebut.

Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia Ronald Rofiandri menjelaskan, lembaga dewan belum cukup transparan melaporkan hasil kerjanya kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakat kesulitan melakukan penilaian terhadap kerja-kerja dewan. Karenanya, pihaknya menuntut dilaksanakannya reformasi terhadap lembaga legislasi. “Perbaikan RUU Susduk sangat memegang peranan dalam menuntut transparansi lembaga dewan,” ujar Ronald dalam Diskusi Publik RUU Susduk di Denpasar, Jumat (18/4) ini.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Ni Komang Erviani | 0 Komentar | 99 Views

18th April 2008

Rumah Ibadah, Rumah atau Penjara Tuhan?

Oleh I Nyoman Winata

Indonesia adalah bangsa religius. Itulah yang sering diucapkan orang-orang kita, setidak-tidaknya dari para pemuka agama. Salah satu bukti fisik yang bisa dilihat adalah tersebarnya ratusan ribu rumah ibadah dari semua agama di tanah nusantara ini. Tetapi meski demikian, bangsa Indonesia menunjukkan kelakuan yang luar biasa bertolak belakang dengan manusia yang religius. Salah satunya adalah sifatnya yang sarakoh. Sarakoh ini tingkatannya, menurut Mbah Mangun-kawan diskusi saya di TV- lebih tinggi dari serakah. Uang rakyat dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat negara dan para abdi negara (baca PNS).

Alhasil, Indonesia termasuk dalam dijajaran negara elit paling korup di dunia. Ini perilaku luar biasa dari bangsa yang tidak satu pun penduduknya tidak memeluk agama atau tidak percaya pada Tuhan.

Kembali ke soal rumah Ibadah dari berbagai agama yang tersebar luas di bumi nusantara ini. Saya tidak mengetahui persis, apa yang ada di benak orang Indonesia ketika membangun rumah ibadah agamanya masing-masing. Apakah mereka ingin agar Tuhan punya rumah yang bagus sehingga dengan nyaman berstana di sana, atau justru malah ingin agar Tuhan bisa dipenjarakan sehingga perbuatannya yang melanggar hukum agama tidak diuatk-atik Tuhan.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 95 Views

17th April 2008

Launching “Otobiografi” Saut Situmorang

Dikirim I Wayan Sunarta

BUKU kumpulan puisi karya Saut Situmorang berjudul “Otobiografi” (Penerbit [Sic] Jogja, November 2007) akan diluncurkan pada:

Sabtu, 26 April 2008
Pukul 19.00 wita
Tempat Toko Buku Diskon Togamas Denpasar (Museum Sidik Jari), Jalan Hayam Wuruk No.175 Tanjungbungkak Denpasar.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Buku, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 154 Views

17th April 2008

Kedudukan Dewan Harus Direformasi

Oleh Ni Komang Erviani

Kedudukan anggota dewan di DPR RI, DPRD, maupun DPD, perlu direformasi. Sebagai wakil rakyat, kerja-kerja anggota dewan justru tidak bisa dikontrol oleh konstituennya. Keberadaan fraksi di lembaga legislatif juga diusulkan untuk dihapus.

Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia Ronald Rofiandri menjelaskan, reformasi terhadap lembaga legislasi menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya, kedudukan lembaga legislasi belum memberi tempat bagi masyarakat yang ingin melakukan kontrol atas kinerja dewan.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 78 Views

16th April 2008

Bali dalam Lensa Tiga Fotografer

Oleh Wayan Sunarta

Foto merupakan sebuah citra dari realitas yang dikekalkan dengan kamera. Dalam “On Photography” (1978), Susan Sontag menegaskan bahwa citra  fotografis sungguh-sungguh dapat menggusur realitas, justru karena foto bukan hanya gambar. Foto adalah suatu jejak, yang langsung “dicetak” dari suatu yang nyata.

Karena foto adalah suatu jejak dari realitas, orang bisa bernapak tilas, merunut kembali kenangan demi kenangan sekaligus menikmati keindahan yang sempat diabadikan dengan lensa kamera. Dalam menikmati lembar demi lembar foto bisa muncul berbagai perasaan. Itulah salah satu kekuatan citra fotografis yang seringkali mempengaruhi emosi manusia.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 186 Views

15th April 2008

Peluncuran Buku Pusi “Pulang Kampung”

Dikirim Riki Dhamparan Putra

Peluncuran buku kumpulan puisi “Pulang Kampung” karyaSthira Prana Duarsa akan dilaksanakan pada:

Sabtu, 19 April 2008
Pukul 19.00 Wita sampai selesai
Tempat Danes Art Veranda

Acara pokok : Diskusi.
Pembicara : Riki Dhamparan Putra.
Moderator Warih Wisatsana

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 117 Views

14th April 2008

Bangsaku Sakit Keras

Oleh I Nyoman Winata

Saya mengasuh satu acara di televisi lokal di Semarang. Nama acaranya “Ngobrol Bareng Mbah Mangun”. Acaranya talk show dengan Bapak Ismangoen Notosapoetro atau Mbah Mangun, seorang tokoh masyarakat di Semarang. Pengalaman beliau cukup banyak di berbagai bidang seingga membuat beliau memiliki sejumlah pemikiran-pemikiran yang sederhana namun pas untuk dijadikan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi selama ini. Kami tidak maksud menggurui atau menceramahi pemirsa dengan materi obrolan, melainkan sekadar memberi wacana-wacana yang semoga saja bisa bermanfaat bagi pemirsa.

Jumat, 11 April 2008 saya mengangkat topik tentang nasib rakyat dan pejabat publik. Selama ini dua sisi ini selalu saja nampak bertolak belakang. Rakyat banyak yang semakin susah, pejabat publik banyak yang semakin kaya raya. Ironisnya banyak dari pejabat ini jelas-jelas hidup dari uang rakyat sebagian besar diraup melalui korupsi. Korupsi bisa saja dilegalkan melalui hukum atau aturan atau bisa juga melalui jalan gelap yakni suap menyuap. Meski ada beberapa yang sudah tertangkap tangan dan diancam dimejahijaukan karena suap menyuap, toh tidak menghentikan niat pejabat publik di Indonesia untuk berkorupsi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 1 Komentar | 112 Views

13th April 2008

Party Bukal Bakar Khas Lombok

Oleh Putu Setiawan

Sebagai seorang penggemar kuliner kategori ‘hardcore’, keinginan untuk menikmati daging bukal atau kalong atau kelelawar, sudah lama terpendam. Mungkin sejak saya duduk di bangku SMA, tahun 1990-an. Namun hingga saya tamat kuliah, bekerja, dan berkeluarga, keinginan itu belum kesampaian.

Tapi saya sepertinya sudah ‘ditakdirkan’ untuk bisa mencicipi daging bukal ini.

Tanggal 22 Maret 2008 lalu, sekitar pukul 3 sore waktu Bali, HP Motorola saya tiba-tiba berdering. Dari seberang sana , tepatnya dari Pulau Lombok, paman saya Made Sukarno memanggil.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Putu Setiawan | 1 Komentar | 196 Views

eXTReMe Tracker