Menyambangi Kebun Salak Bali di Musim Panen
Oleh Swastinah Atmodjo
Salak Bali merupakan salah satu maskot oleh-oleh dari Pulau Wisata Internasional ini. Dan berkunjung ke sumber produksinya, Sibetan, Karangasem, terlebih di panen raya akan memberi kesan fantastik. Tapi nasib petani dimana saja, apapun yang di tanam selalu sama. Begitu masa panen tiba, harga serta merta melorot tajam hingga petaninya pun kurang semangat memanen seperti dialami Nengah Suparta.
Siang itu, Nengah Suparta setengah enggan pergi ke kebunnya untuk memanen salak, lantaran harganya yang jauh dari cukup untuk menutupi biaya produksi. Maklum, katanya, sekarang sedang memasuki masa panen raya. Harga salak super yang dihasilkan hanya Rp 1000 – 1.500 perkilogram, bahkan terkadang lebih murah lagi.
Kategori berita : Sekitar Denpasar | Kontributor : Swastinah Atmodjo | 0 Komentar | 31 Views



