Ketika Komang Jadi Nyoman
Komang Supadmi, perempuan 24 tahun ini berubah namanya menjadi Nyoman Supadmi pada hari kelahirannya, 14 Mei lalu. Saat itu adalah malam Tumpek Wayang. Suatu malam jelang hari raya umat Hindu memuja Dewa Pasupati, manifestasi Tuhan sebagai penguasa mahluk hidup.
Tak hanya nama, wataknya dan jiwanya juga diruwat. Pikiran dan perilakunya dipertajam untuk lebih baik. Prosesi wayang yang disebut Nyapu Leger ini berlangsung pada malam hari. Katika manusia yang lahir saat atau menjelang Tumpek Wayang dianggap membawa mala atau penderitaan sejak lahir.
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 1 Komentar | 200 views



