22nd
June
2008
Sumber Press Release
WALHI Bali yang telah memasang ancang-ancang untuk segera mensomasi Pemerintah Kabupaten Tabanan terkait proyek pembangunan villa di Pantai Kelating menyambut baik sikap Bupati untuk menghentikan proyek.
Namun Agung Wardana, Direktur WALHI Bali, mengingatkan agar penghentian tersebut tidak bersifat sementara, sehingga tidak mengulangi kasus Loloan Yeh Poh yang saat ini dihentikan sementara namun investornya giat melakukan ’gerilya’ agar proyeknya dilanjutkan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 106 views
21st
June
2008
Oleh I Nengah Widana
Sing kena baan ngorahang apa
hidup di jaman kaliyuga.
Bhuta kala ngerangsuk angga sarira
pipis dadi ukuran manyama braya.
Sing taen takut karma pala
tutur anak tua suba sing kanggo
arta brana mula jani kuasa.
Salah manusane setata ngulurin indria
tur madosa keneh iri hati.
Jeg nganggoang kita, laba pura anggon perkara.
Kenkenang lakar jani ngajegang gumi baline
yadnya suci katur ring batara sami.
Munyin kulkule meglendung maciri karya agung
pamedek sami ngiring malalung.
Pamedek sami melah lan luung
di jaba tajene sing taen suwung.
Catatan: Puisi di atas dibuat oleh I Nengah Widana, pedagang soto sapi Karangasem. Pak Ngah, panggilan akrabnya, mengirim puisinya untuk dimuat di Bale Bengong. Puisi dalam bahasa Bali ini menuturkan gundah gulananya tentang kondisi saat ini
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 214 views
20th
June
2008
Oleh Wayan Sunarta
Tiga pelukis menyuarakan pandangannya tentang keseimbangan. Tiga pelukis yang meski telah kenyang terlibat dalam berbagai pameran bersama, namun tak henti-hentinya terus berproses dan memburu jati diri. Tiga pelukis tersebut adalah Wayan Wirawan (1975), Ketut Lekung Sugantika (1975) dan Sekartadji Supanto (1977). Mereka menampilkan karya-karya mutakhirnya lewat pameran bertajuk “Equilibrium” di Tonyraka Art Gallery, Ubud, Bali. Pameran yang berlangsung dari 30 Mei sampai 20 Juni 2008 ini dikuratori oleh Arif Bagus Prasetyo.
Para pelukis itu menyadari bahwa dunia, baik dunia ekologis, budaya dan mental sedang berada dalam ketidakseimbangan, mengalami chaos. Wirawan menyoroti peristiwa-peristiwa kehancuran ekologis yang telah terjadi di semua belahan bumi. Es di kutub telah lama mencair menyebabkan pemanasan global. Kehancuran hutan akibat kebakaran dan penebangan liar semakin parah. Banjir bandang mengincar setiap musim hujan, siap melumat perkampungan di bawahnya. Gempa bumi menjadi hantu yang menakutkan. Belum lagi masalah polusi alam (udara, air, tanah) akibat tindakan manusia yang tidak bisa menghargai alam.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 110 views
20th
June
2008
Oleh Penunggu Bale Bengong
Pembaca Bale Bengong yth,
Akibat saya tidak sempat untuk mengecek masa berlaku domain Bale Bengong, blog ini sempat tidak bisa diakses selama hampir seminggu. Untuk itu saya atas nama Penunggu Bale Bengong mohon maaf. Semoga kejadian ini tidak akan terulang di masa mendatang.
Bale Bengong segera kembali dengan artikel-artikel tentang Denpasar maupun Bali. Selain itu, menjelang satu tahun blog ini, kami sedang merencanakan membuat beberapa kegiatan untuk mendukung kampanye ngeblog, kebebasan berekspresi, maupun jurnalisme warga. Tunggu saja pengumumannya sebentar lagi..
Terima kasih..
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 105 views
19th
June
2008
Oleh Wayan Sunarta
Sejak lama Bali telah menjadi Surga bagi para pelukis asing. Mereka telah berdatangan sejak tahun 1920-an dan berlomba mereguk inspirasi dari alam dan budaya Bali yang unik. Untuk merunut beberapa nama, sebutlah misalnya Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smith, Donald Friend hingga generasi Ronald Wigman, Wolfgang Widmoser, Peter Dittmar, Filippo Sciascia, Walter van Oel dan Yaari Rom.
Yaari Rom adalah pelukis kelahiran Los Angeles, USA, 1956. Yaari yang baru beberapa tahun menetap di Bali mengakui bahwa pesona alam dan budaya Bali merupakan salah satu sumber inspirasi bagi karya-karya seninya. Yaari dikenal sebagai seniman serba bisa. Selain melukis, ia juga menggarap fotografi, film, seni teater dan wearable art (seni busana).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 225 views
18th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Tanah Lot adalah salah satu tempat sempurna di Bali untuk menikmati suasana matahari tenggelam (sunset). Objek wisata di Tabanan, sekitar 15 km barat laut Denpasar ini, tempat di mana sebuah pura di pulau kecil yang terpisah dari Bali daratan. Melihat pura dengan semburat jingga matahari tenggelam akan jadi pengalaman yang susah dilupakan selama liburan di Bali. Tapi, mari sekali-kali bersantap malam juga di Tanah Lot, sambil menikmati sunset di sana.
Salah satu tempat bersantap di Tanah Lot adalah restoran Melasti. Restoran ini berada di atas tebing, sekitar 1 km utara pura. Dari titik ini kita bisa menikmati makan malam di antara debur ombak dan senja yang turun perlahan-lahan menjadi malam. Karena di tepi pantai, maka seafood menjadi menu andalan restoran ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 184 views
17th
June
2008
Oleh Swastinah Atmodjo
Satu bale subak abian (subah untuk lahan kering) berdiri kokoh di atas tanah seluas 10 are di Desa Kiadan, dengan areal parkir yang cukup luas. Bangunannya tampak unik karena hampir keseluruhan bagiannya terbuat dari material bambu. Pun dengan meja kursi yang disusun berderet.
Bale tersebut bukan saja untuk pertemuan para anggota subak, melainkan juga ditata sebagai tempat menjamu wisatawan yang berwisata keliling Kiadan. Pada bagian depan ditempatkan satu tungku dengan kayu bakar yang membara, dipergunakan membuat kopi look (dibaca lok) atau racikan kopi rebus. Rasanya sangat berbeda dengan seduhan kopi pada umumnya, lebih kental dan aroma menggugah selera. Setiap tamu bebas menikmati kopi tersebut ditambah suguhan jajanan tradisional Bali. Sangat cocok untuk mengusir hawa dingin yang hampir sepanjang hari menyelimuti desa di ketinggian 1040 dari atas permukaan laut tersebut.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 98 views
16th
June
2008
Sumber Milis Jurnalisme
Enam orang wartawan Harian Seputar Indonesia dipecat tanpa alasan jelas. Pemecatan tersebut terkait dibatalkannya rencana pembukaan SINDO Biro Bali.
Ke enam wartawan tersebut adalah Mohammad Saifulloh, Dede Suryana, Husaen, AA. Ari Wiradarma, Sudhirta, dan Sedewa (fotografer) . Surat pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut diterima pada hari Minggu (15/6) kemarin. Sedangkan, enam wartawan lain dan satu fotografer diperpanjang kontraknya hingga enam bulan ke depan.
Pihak manajemen PT Nusantara Media Indonesia tidak menyertakan alasan pemberhentian hubungan kerja. Surat pemberitahuan PHK hanya berisi pemberhentian hubungan kerja per 30 Juni 2008 dan perpanjangan kontrak satu bulan terhitung sejak berakhirnya masa kerja kontrak pertama (31 Mei 2008).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 354 views
15th
June
2008
Oleh Swastinah Atmodjo
Pelepasan penyu maupun tukik (anak penyu) di berbagai pantai di Bali akhir-akhir ini cukup sering dilakukan, sebagai penanda kegiatan bertema perdamaian. Bahkan di sejumlah tempat telah dikembangkan menjadi atraksi pariwisata.
Salah satu penyedia penyu hidup untuk keperluan tersebut adalah Turtle Conservation and Education Centre (TCEC), Serangan, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Denpasar. Setiap penyu bisa diperoleh dengan donasi tertentu, yang jumlahnya tergantung usia. Satu tukik berusia satu (1) bulan donasinya Rp 50.000 per-ekor, usia 1 tahun antara Rp 400.000 – 500.000.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Swastinah Atmodjo | | 130 views
12th
June
2008
Oleh I Nyoman Winata
Beragama yang taat sangatlah dianjurkan. Tetapi ada pula anjuran; Jangan Terlalu Serius Beragama!! Terlalu serius beragama lebih banyak menyimpan akibat yang tidak selalu bermanfaat. Orang yang terlalu serius beragama lebih sering terjebak pada kehilangan akal sehat bahkan hati nuraninya. Rasa kemanusiaan pun rentan terpupus habis dihati mereka yang terlalu serius beragama dan takut secara berlebihan terhadap Tuhannya.
Sejarah dunia sudah mencatat apa akibatnya ketika umat manusia terlalu serius beragama. Ratusan ribu bahkan mungin puluhan juta nyawa manusia melayang akibat orang terlalu serius beragama dan merasa begitu takut dengan Tuhan. Perang Salib adalah sejarah besar tentang perang atas nama agama yang dicetuskan oleh manusia-manusia yang menganggap agama adalah segala-galanya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini | Kontributor : I Nyoman Winata | | 60 views