• Bale Bengong

  • Ubud Writers & Readers Festival Newsletter Agustus

30th August 2008

Ubud Writers & Readers Festival Newsletter Agustus

Oleh Janet De Neefe

The spirit of liberty has been running through the streets of Bali with Indonesia celebrating its Hari Raya Kemerdekaan, Independence Day. Red and white flags are still flapping in the breeze along the streets, shop fronts and tied to cars, in a robust demonstration of “freedom”.

Meanwhile, in the villages, Bali is celebrating Galungan. Galungan occurs twice a year and ultimately symbolizes the battle of good over evil and the victory of dharma. This is also a time when the deified ancestors are said to return to their family shrines in the compound for ten days, until the time of reunion expires and they fly back to the heavens. Penjors, or decorated bamboo poles, now line the streets creating a romantic, shady canopy throughout Bali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Buku, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 3 Views

29th August 2008

LSM Mengingatkan Gubernur Bali Baru Soal Krisis Lingkungan

Dikirim Agung Wardana

Pelantikan Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali ditengah berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Bali saat ini, membuat lembaga swadaya masyarakat (LSM) memberikan warning yang disampaikan dalam pernyataan sikapnya Kamis (28/08/08) kemarin.

LSM yang terdiri dari PBHI Bali, WALHI Bali dan Sloka Institute memperingatkan Gubernur Bali yang baru meletakkan kepentingan rakyat Bali diatas kepentingan partai, tim sukses maupun kelompoknya. Hal ini mengingat semakin tidak berdaya-nya rakyat Bali ditengah arus investasi pariwisata massif yang berkolaborasi dengan elit penguasa lokal. Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | 0 Komentar | 7 Views

28th August 2008

Politik Budaya Peribadahan

Oleh Ibed Surgana Yuga

“Kos di sini lumayan tenang. Enggak bising seperti tempat lain di Denpasar. Walaupun dekat masjid, tapi jarang ada suara azan,” kata seorang teman menjelaskan suasana kos-kosannya di bilangan Dalung, Badung. Teman ini juga bilang kalau masjid itu tidak lagi mengumandangkan azan subuh semenjak ditegur oleh masyarakat desa karena dianggap mengganggu tidur. Satu malam saya sempat begadang di kos teman saya ini, benar saja tidak ada suara azan subuh dari masjid yang cukup besar itu.

Satu hari sebelumnya, sekitar jam enam sore, saya jalan kaki menyusuri salah satu ruas trotoar jalanan Denpasar, melewati balé banjar demi balé banjar, pura demi pura yang ada di pinggir jalan. Saya agak terperangah ketika telinga saya dihinggapi kumandang Puja Tri Sandya dari loud speaker yang terpasang di balé kulkul pada sebuah balé banjar. Sejak kapan mantra persembahyangan ini dikumandangkan dari balé banjar?

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Teknologi, Budaya | Kontributor : Ibed Surgana Yuga | 1 Komentar | 29 Views

27th August 2008

Menyimak Kritik-kritik Suklu

Oleh Wayan Sunarta

Wayan Sujana Suklu merupakan salah satu perupa yang sedang tekun-tekunnya menjelajahi ranah seni rupa kontemporer. Karya-karya kontemporernya telah mengantarnya mengikuti berbagai ajang seni rupa tingkat nasional dan internasional. Namun sebelum melangkah ke pergulatan seni rupa kontemporer yang akhir-akhir ini semakin marak dan digemari para perupa, Suklu telah merambah seni rupa corak tradisi dan ragam corak modern.

Pada awal karirnya sebagai pelukis, Suklu sangat terpikat dengan berbagai ragam patra dan banyak mengusung simbol serta ikon seni lukis tradisi Bali dengan teknik sigar mangsi. Seiring bertambahnya pengetahuan seni rupanya, memicu Suklu merambah seni rupa modern dengan objek-objek figuratif yang distortif bertemakan wanita, khususnya ibu. Kemudian Suklu menjelajahi wilayah abstrak dengan teknik repetitif. Dosen seni rupa ISI Denpasar ini termasuk seniman yang selalu gelisah untuk menjajaki berbagai kemungkinan yang ditawarkan dunia seni rupa.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Opini, Budaya | Kontributor : Wayan Sunarta | 0 Komentar | 25 Views

26th August 2008

Surat Terbuka Walhi Untuk Gubernur Bali

Dengan hormat,

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI/ Friends of the Earth Indonesia) Eksekutif Daerah Bali adalah organisasi lingkungan hidup yang terbesar di Bali dengan anggota 8 organisasi non-pemerintah, yakni: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Bali, Yayasan Mitra Bali Fair Trade, Ashram Gandipuri, Yayasan LIMAS, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Pembangunan Bali (LP3B) Buleleng, Pokja Bali Santi Tabanan, Yayasan Reksa Semesta dan puluhan anggota individu yang tersebar di seluruh Bali.

Sebagai organisasi yang peduli terhadap keadilan dan kelestarian lingkungan hidup di Bali , kami ingin menyampaikan pandangan dan harapan kami terkait permasalan yang menjadi konsern kami selama ini. Pertama-tama, tak lupa pula kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Made Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali yang terpilih secara langsung lewat Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 9 Juli yang lalu.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | 2 Komentar | 54 Views

25th August 2008

Loloan: Pertemuan Rasa Lokal dan Global

Oleh Anton Muhajir

loloan-bb.jpg

Dalam bahasa Bali, loloan berarti muara tempat di mana berbagai air bertemu. Ada air tawar, ada air asin. Maka, begitu pula restoran Loloan di kawasan pantai Petitenget, Kuta. Restoran ini memadukan berbagai selera pemiliknya. Antara Bali dan Kanada.

Perpaduan paling nyata itu terasa pada Laksa, menu favorit di resto ini. Dalam satu menu ini ada aneka rupa sea food. Mulai udang bakar, kakap, lobster, plus tempura dengan lembut krim laksa. Makanan utama ini disajikan dengan kuah santan bumbu bali. Ada kentang di dalamnya bersama kacang panjang, kol, wortel, dan tomat. Menu ini tidak terlalu pedas karena disesuaikan dengan lidah Western yang rata-rata kurang familiar dengan rasa pedas. Jadilah menu lokal ini dipadukan dengan selera global. Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 26 Views

24th August 2008

Merayakan Kemerdekaan di Akhir Bulan

Oleh Anton Muhajir

Suasana peringatan kemerdekaan Indonesia masih terasa di jalan Subak Dalem Gang V Denpasar Utara di mana saya tinggal. Minggu (24/08) ini kami merayakannya dengan berbagai lomba. Tidak masalah meski hari ulang tahun Proklamasi sudah lewat seminggu lalu. Yang penting kan semangatnya..

Sejak sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap-siap. Ada tujuh lomba dalam agustusan tahun ini. Antara lain lomba lari karung, makan krupuk, memasukkan paku ke botol, makan kacang pakai sumpit, memasukkan kecebong ke botol, lari menjepit botol, dan lari nyunjung botol. Lomba terakhir itu khusus untuk ibu-ibu, yang sebagian besar terbiasa menjunjung gebogan (bahan upacara) di atas kepala saat sembahyang.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 11 Views

22nd August 2008

Animo, (I Wish) More Than Music

Oleh Luh De Suriyani

Saya menyukai Marjinal lebih ke bagaimana ia membangun komunitas dan bergembira di dalamnya. Marjinal, kelompok musik yang lebih suka disebut komunitas di kawasan Setu Babakan Jakarta ini dahsyat karena ia memberikan kebangkitan jiwa anak muda dan anak-anak, dalam lingkungannya.

Marjinal, yang bisa saya simak dari lagu-lagunya, review majalah musik, dan kata orang-orang, membuat bangga komunitasnya.  Paling tidak membangunkan orang untuk berpikir dan refleksi saja. Mereka juga terlibat langsung dalam upaya mengubah sesuatu lewat aksi, tidak hanya menyanyi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sosok, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 2 Komentar | 30 Views

21st August 2008

Jalur Bali Jawa bagaikan Neraka

Oleh Made Jacky

Berada di negeri orang sangat berbeda saat kita tingga di kampung halaman, Bali. Saya pulang ke Bali akhir Februari lalu dari Brisbane Australia untuk urusan visa tingga saya. Dalam benak hati saya rindu sekali dengan tanah kelahiran saya di Negara, Jembrana.

Meskipun saya tinggal di Brisbane selama tiga bulan tetap saja di dalam hati saya memiliki rasa kangen yang mendalam terhadap tanah kelahiran yang mempunyai banyak kenangan. Itulah Bali selalu mempunyai bayak kenangan dan bukan saya saja, banyak orang mengatakan rindu sekali dengan Bali.

Tapi Bali sekarang berubah tidak seperti dulu lagi yang masih indah dengan hijunya dedaunan disertai merdunya kicauan burung burung.

Dalam perjalanan pulang ke kampung halaman sedih sekali melihat jalan-jalan yang dibongkar begitu saja dan tidak tahu kapan akan diperbaiki. Jika jalan utama ini yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali harus diperbaiki kenapa tidak direncanakan secara matang sehingga tidak ada kesan perbaikan tanpa akhir. [b]

Kategori berita : Opini | Kontributor : made jacky | 1 Komentar | 71 Views

20th August 2008

Berbagi Jotan saat Galungan

Oleh Anton Muhajir

galungan.png

Sekitar pukul 7 pagi ini. Saya beserta anak dan istri masih lagi asik main di dapur untuk bikin sarapan. Gede Santika, tetangga kami, sudah mengetuk pintu gerbang rumah. Saya beranjak keluar membuka pintu. Menemuinya.

Gede, murid kelas II SMP yang hampir tiap hari main di ruangan depan rumah kami seperti sebagian besar anak di gang kami, sudah berpakaian adat madya. Berbaju safari dengan bawahan kamen (sarung) dan udeng di kepala. Dia membawa jotan untuk kami.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 69 Views

eXTReMe Tracker