31st August 2008

Komunitas Adat Membangun Sekolah Alternatif

Oleh Komang Adiartha

Berangkat dari keresahan mengamati pendidikan yang ada di pedesaan, warga adat di desa Guwang, Sukawati mendirikan Sekolah Alternatif Anak Tangguh. Keresahn tersebut karena pendidikan anak-anak kami saat ini hampir sama dengan apa yang kami dapatkan 20 atau 30 tahun yang lalu. Sementara tantangan zaman sudah berubah, anak-anak yang lahir di era tahun 2000–an, mereka menghirup nafas pada  era globalisasi, di mana mereka hidup dalam era kompetisi. Persaingan merekapun bukan bersaing dengan anak-anak tetanga di desanya, tetapi mereka berkompotisi dengan anak-anak Negara tetangga.

Bali sebagai salah satu daerah global, sehingga tidak sulit bagi kita untuk melihat sekolah internasional, yang sangat berkualitas, tentu saja dengan biaya yang mahal. Namun, anak-anak yang dapat mengakses pendidikan formal bertaraf internasional tentulah anak-anak dari golongan kaya. Anak-anak yang bersekolah di sekolah internasional mendapat beragam fasilitas mulai dari internet, kolam renang, sampai kurikulum bertaraf internasional. Sementara-anak-anak di desa dan pedesaan hanya mendapat pendidikan formal dengan kualitas apa adanya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 195 views

eXTReMe Tracker