20th
August
2008
Oleh Anton Muhajir

Sekitar pukul 7 pagi ini. Saya beserta anak dan istri masih lagi asik main di dapur untuk bikin sarapan. Gede Santika, tetangga kami, sudah mengetuk pintu gerbang rumah. Saya beranjak keluar membuka pintu. Menemuinya.
Gede, murid kelas II SMP yang hampir tiap hari main di ruangan depan rumah kami seperti sebagian besar anak di gang kami, sudah berpakaian adat madya. Berbaju safari dengan bawahan kamen (sarung) dan udeng di kepala. Dia membawa jotan untuk kami.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Kuliner, Opini | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 193 views
19th
August
2008
Oleh Dasar Bali

Perayaan tujuhbelasan di Brisbane, Australia, Minggu, 17 Agustus, berlangsung meriah di Power House, Brisbane, Australia. Gedung ini terletak di tepi Brisbane River, bersebelahan dengan New Farm Park yang bersih dan indah. Di tempat ini pula promosi ‘Bali is My Life’ digelar tahun 2006 lalu.
Pesta Rakyat 2008 merupakan yang kedua, melanjutkan sukses acara serupa tahun lalu di tempat yang sama. Sekitar 500 orang menyaksikan acara Pesta Rakyat yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Selain orang Indonesia, terutama para pelajar-mahasiswa, juga hadir warga Australia, Malaysia, dan lain-lain.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Sekitar Denpasar | Kontributor : Dasar Bali | | 294 views
18th
August
2008
Oleh Anton Muhajir

Dahaga usai menikmati Kuta dan sekitarnya? Cobalah mampir sebentar di Es Teler 77 di kawasan pertokoan Bali Galeria. Barangkali ini tempat yang Anda cari untuk mengobati rasa haus itu. Sebab resto ini terkenal sebagai juara membuat es teler yang nikmat.
Tempat menikmati menu ringan ini berada di deretan berbagai tempat makanan di pusat perbelanjaan di daerah Kuta timur ini. Jadi, kalau memang masih berniat jalan-jalan sekadar window shopping, Anda bisa menikmati dulu berbagai toko yang terletak di kawasan sibuk Patung Dewa Ruci alias Simpang Siur Kuta ini. Lalu, kalau haus sudah tak tertahan lagi, Anda bisa menyeruput es teler di tempat ini. Jangan khawatir, Anda masih bisa jelalatan menikmati suasana kalau Anda minum di halaman resto ini. Ada beberapa meja kursi di halaman rumput.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 210 views
17th
August
2008
Oleh Luh De Suriyani
Sekitar 17 orang penghuni Rumah Sakit Jiwa Pusat Provinsi Bali di Bangli saat ini sangat butuh pertolongan untuk diidentifikasi. Salah satunya dengan menemukan anggota keluarga atau teman yang bersangkutan untuk proses perawatan lebih lanjut.
Di Ruang Drupadi, salah satu sal khusus perempuan ini ada dua orang perempuan yang sangat membutuhkan pertolongan. Grace dan Nurhayati, dibawa oleh Satpol PP dari jalanan. Sampai kini pihak RSJ tidak berhasil menghubungi kerabat mereka.
Berikut identitas yang berhasil dirangkum berdasarkan bukti identitas dan pengakuan mereka. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Sosok | Kontributor : Luh De Suriyani | | 289 views
17th
August
2008
Oleh Luh De Suriyani

Sebanyak 283 pengidap sakit jiwa di Rumah Sakit Jiwa Pusat (RSJP) Bali di Bangli direnggut kemerdekaannya karena didera penyakit yang menyerang otak. Bahkan, pada peringatan kemerdekaan, mereka tak bisa keluar dari sal perawatannya. Bali Blogger Community (BBC) datang menyapa dan bermain-main dengan mereka.
Rumah sakit besar tapi lengang ini tiba-tiba riuh selama beberapa jam karena permainan futsal, lari kelereng, musik akustik dari Animo Band, dan kegiatan lainnya. Dimulai dengan permainan lari berpasangan pakai sarung, lalu pertunjukkan musik akustik Animo Band yang baru saja merilis album perdananya.
Alunan musik Animo yang meneduhkan tapi rancak ini membuat sejumlah penghuni yang diijinkan keluar tak tahan untuk ikut bernyanyi. Seperti halnya Sugianti, perempuan paruh baya ini langsung menyambar mike dari vokalis Animo, Amy Rosadi dan menyanyi lagu gubahannya sendiri. Lagu perjuangan, dengan lirik-lirik soal kemerdekaan dan bangsa. Sungguh mengejutkan. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 480 views
17th
August
2008
Oleh Luh De Suriyani
Tujuh penyandang cacat pagi ini telah bersiap mengibarkan sang saka merah putih di Sanur. Di kedalaman sekitar 15 meter, pasukan pemberani yang mempunyai cacat tubuh akan berjuang melawan arus laut di Sanur, Denpasar, Bali. Ini adalah pengibaran bendera bawah laut ketujuh bagi Kelompok Jurnalis Laut di Bali. Namun kali ini sangat istimewa karena upacara bendera dilakukan oleh teman-teman difabel.
Tujuh penyelam itu dari Yayasan Senang Hati, tempat berkumpulnya penyandang cacat tubuh di Tampaksiring, Gianyar. Ida Ayu Wiadnyani, Bayu, Kadek Ratni, Anjeli, Wayan Sugianto, Wayan Aris, dan Komang Astawa telah melakukan gladi resik Sabtu (16/8) kemarin di Sanur. Sebagian besar dari mereka baru pertama kali menyelam dan melakukan upacara pengibaran bendera bawah laut, yang bahkan sangat sulit dilakukan oleh siapa pun. Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 195 views
16th
August
2008
Oleh Agung Wardana
Sebuah Refleksi Keterdesakan Bali dari Ekspansi Industri Pariwisata
Baru-baru ini National Geographic merilis sebuah laporan tentang kondisi 111 pulau yang menjadi tujuan wisata di seluruh dunia. Dengan metode panel dari 522 ahli, pulau-pulau tersebut dinilai dengan 6 kategori yakni: kualitas lingkungan dan ekologi, integritas sosial dan budaya, kondisi bangunan bersejarah dan situs arkelogi, daya tarik keindahan, kualitas manajemen wisata dan proyeksi terhadap masa depan.
Bali, merupakan salah satu pulau yang dinilai, ternyata menduduki posisi menengah dalam arti secara umum dikategorikan sebagai pulau yang beresiko di masa mendatang (Jonathan B. Tourtellot, 2007: 124). Selain dikarenakan oleh faktor keamanan, dua kali terkena bom, munculnya penilaian ini juga disebabkan oleh pertumbuhan pariwisata yang pesat namun tanpa perencanaan yang baik.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar, Opini | Kontributor : Agung Wardana | | 255 views
15th
August
2008
Oleh Wayan Sunarta

Dua perupa kontemporer unjuk kebolehan dengan garapan kolaborasi. Perupa tersebut adalah Filippo Sciascia dan Ugo Untoro. Sciascia kelahiran Italia 1972. Untoro kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 1970. Sciascia menetap di Ubud, Bali. Untoro bersemayam di Yogyakarta. Keduanya dipertemukan oleh kegelisahan yang sama dalam menelusuri jejak-jejak seni rupa kontemporer yang kini semakin marak ditekuni banyak perupa.
Kedua perupa ini merupakan tokoh yang lagi naik daun dalam kancah seni rupa kontemporer di Indonesia. Namun kedua perupa itu bertitik tolak dari teknik yang jauh berbeda dalam menggarap karya. Sciascia lebih mengandalkan kecanggihan teknologi digital dengan bantuan slide dan proyektor dalam melukis. Kecenderungannya adalah menampilkan potret wajah manusia dalam berbagai ekspresinya, tentu terkadang dengan pemiuhan atau distorsi di sana-sini. Berbeda jauh dengan Untoro yang lebih mengandalkan spontanitas dan kenyentrikan ekspresinya dalam melukis. Visual karya-karya Untoro sangat nyleneh, di luar pakem, nakal dan apa adanya, terkadang juga sangat sinis dalam melihat persoalan. Jadi, pertemuan mereka seperti perjumpaan mesin dengan daging, kekakuan fisik dan kelenturan jiwa, keseriusan dan kenakalan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Wayan Sunarta | | 180 views
15th
August
2008
Oleh I Nyoman Winata
Beberapa hari ini, media nasional memberitakan tentang munculnya pengakuan Andaryoko Wisnuprabu sebagai Supriyadi– tokoh sentral dalam Pemberontakan PETA di Blitar pra Kemerdekaan– di Kota Semarang. Ini berita yang menghebohkan karena sejarah yang ada selama ini menyebutkan Supriyadi gugur dieksekusi tentara Jepang.
Sudah bisa dipastikan pengakuan Andaryoko Wisnuprabu pria berusia 89 tahun sebagai sosok Supriyadi mengundang kontroversi. Anehnya beberapa di antara mereka yang selama ini menjadi sumber sejarah tentang Supriyadi melempar wacana agar Andaryoko ini di tangkap saja. Reaksi yang nampak terlalu berlebihan dan sepertinya menyimpan maksud tertentu salah satunya takut kesaksiannya selama ini tentang sosok Supriyadi dipatahkan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Opini | Kontributor : I Nyoman Winata | | 1,018 views
14th
August
2008
Oleh Anton Muhajir

Saat ini, pariwisata merupakan penggerak utama ekonomi Bali. Pertanian yang semula menjadi sumber pendapatan utama pun makin tergantikan oleh pariwisata. Pelan-pelan, pertanian makin terpinggirkan. Sawah dialihfungsikan untuk fasilitas pariwisata, petani beralih jadi buruh pariwisata. Lingkungan dieksploitasi atas nama pariwisata.
Di balik pesonanya, pariwisata juga melahirkan masalah di Bali. Karena itu, muncul pertanyaan besar. “Apakah Bali untuk pariwisata atau pariwisata untuk Bali?”
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Buku, Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 341 views