30th September 2008

Keuangan yang Maha Esa

Oleh I Nyoman Winata

Pak De Sarengat, seorang penelpon di Acara Mbah Mangun yang saya asuh, dari nadanya terdengar agak sedikit emosional. Saat itu saya dan Mbah Mangun ngobrol tentang Watak Satrio Utomo. “Sila Pertama Pancasila itu sekarang sudah diubah Menjadi Keuangan yang Maha Esa!” katanya setengah berteriak. Menurutnya negeri ini sudah karut marut karena budi pekerti sudah dilupakan. Uanglah yang Paling berkuasa.

Saya jadi teringat bagaimana sikap Gubernur Bali Mangku Pastika yang menurut berita di Bali Post mulai melemah atas kasus pembangunan Villa di dekat Pura Uluwatu. Lalu soal gegernya pengerukan pasir di Pantai Geger Badung. Termasuk di dalamnya pembangunan Hotel atau resort di Padangbai. Pro dan kontra pembangunan di Bali hampir selalu terjadi. Pertarungan jelas terbuka antara kepentingan uang dan menjaga keutuhan tanah Bali. Jangan tanya siapa pemenangnya karena jelas kekuatan modal lah yang berkuasa. Tidak peduli Zaman Orba atau Reformasi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar, Opini | Kontributor : I Nyoman Winata | 1 Komentar | 127 views

29th September 2008

Dalam Data pun Mereka Tak Ada

Oleh Anton Muhajir

Di usianya yang belum genap 10 tahun, Ni Wayan Cenik harus bekerja lebih dari 8 jam per hari. Dia bekerja dari pukul 6 pagi hingga pukul 12 siang. Setelah istirahat di kos, dia akan kembali bekerja dari pukul 4 sore hingga pukul 8 malam. Total, tiap hari dia bekerja 8 hingga 9 jam.

Sejak pukul 6 pagi dia sudah berada di Pasar Badung, pasar terbesar di Bali. Untuk itu dia harus berjalan 30 menit sebelumnya dari tempat kosnya, sekitar 3 km dari pasar. Dia kemudian menawarkan jasanya untuk mengangkat barang-barang belanjaan konsumen di pasar kebutuhan pokok itu. Cenik bekerja sebagai tukang suun, menyewakan jasa untuk mengangkat barang belanjaan pembeli di pasar.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Pendidikan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 176 views

28th September 2008

Pameran Arkeologi Multimedia untuk Menarik Perhatian Publik

Oleh Luh De Suriyani

Fakultas Sastra Jurusan Arkeologi Universitas Udayana membuat pameran terobosan baru soal arkeologi yang dipadu dengan multimedia berjudul “Archaeology Goes to Public”. Babakan sejarah penting Indonesia, khususnya Bali dipaparkan dengan bantuan audio visual, diorama, artefak, teater, dan seni rupa.

Pameran yang berlangsung pada 25-28 September ini ini bagian dari ulang tahun ke- 50 FS Unud yang berlokasi di Jalan Pulau Nias, Denpasar. “Arkeologi di Indonesia masih menjadi bidang yang tak tersentuh dan sangat asing. Kami ingin mendekatkan masyarakat umum pada hal ini dengan membuka pameran yang interaktif,” ujar Kristiawan, dosen arkeologi Unud yang menggagas pameran ini pada Jumat (26/9) kemarin.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Pendidikan, Teknologi | Kontributor : Luh De Suriyani | 1 Komentar | 345 views

27th September 2008

Branding dan Promosi Online Wisata Bali, Mengecewakan?

Oleh Kadek Didi Suprapta

Bali memang terlalu identik dengan pariwisata. Ketika iklim pariwisata menunjukan gelagat penurunan, semua gelagapan. Banyak hotel dan resotoran kolaps. Pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana, bukan hanya di sektor yang bersentuhan langsung dengan pariwisata seperti hotel atau restaurant, namun juga di setiap sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pariwisata.

Semenjak terjadinya bom Bali I dan II, seperti tidak ada perkembangan yang berarti dalam rangka memulihkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Bali. Hal ini terjadi karena wisatawan sekarang jauh lebih pintar. Bahkan wisatawan jauh lebih tahu dari apa yang kita tahu. Informasi yang mereka dapatkan secara cepat dari internet, memberikan bekal kepada mereka sebelum mereka melakukan perjalanan wisata ke Bali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 129 views

26th September 2008

BPOM Minta Masyarakat Tidak Membeli Produk Berlabel ML

Oleh Luh De Suriyani

Balai Pengujian Obat dan Makanan (BPOM) Bali kini tengah menunggu hasil uji sampling makanan import China yang mengandung produk susu yang dijual di Bali.

Masyarakat dihimbau untuk tidak membeli dan mengkonsumsi produk berlabel ML (makanan luar) dari lima jenis produk yang diawasi pemerintah dan beredar di Bali, yaitu merek Oreo, M&Ms, dan Sniker. Total ada 19 jenis makanan di Indonesia yang telah dinyatakan mengandung susu impor dari China dan kini ditarik dari peredaran terkait zat melamine yang terkandung dalam produk susunya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar, Teknologi | Kontributor : Luh De Suriyani | 3 Komentar | 355 views

25th September 2008

Terminal Ubung Siaga Angkutan Lebaran

Oleh Luh De Suriyani

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra membuka posko terpadu angkutan lebaran di Terminal Ubung, Kamis (25/9) ini. Diperkirakan lonjakan arus mudik dan balik penumpang di Terminal Ubung naik sekitar 10 persen dari tahun lalu.

Rai Mantra memimpin apel siaga yang menandai dibukanya posko terpadu angkutan lebaran di Denpasar. “Lima tahun terakhir ini, arus mudik dan balik selalu meningkat. Karena itu terminal akan mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambah armada agar tidak menimbulkan penumpukan,” ujarnya di depan petugas perhubungan darat dan pengawas terminal yang mengikuti apel siaga.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | 0 Komentar | 139 views

24th September 2008

Gubernur dan Ketua DPRD Bali Tolak RUU Pornografi

Oleh Luh De Suriyani

Gubernur Bali Made Mangku Pastika sepakat dengan Komponen Rakyat Bali (KRB) Menolak RUU Pornografi yang akan disahkan DPR.

“RUU ini bertentangan dengan UUD dan Pancasila. Kan tinggal memperbaharui pernyataan gubernur sebelumnya soal penolakan RUU ini pada 2006 lalu,” kata Pastika di depan sekitar 2000 orang peserta longmarch Aksi Budaya penolakan RUU yang dulunya bernama RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi Selasa hari ini, Selasa (23/9).

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar, Opini, Teknologi | Kontributor : Luh De Suriyani | 3 Komentar | 265 views

24th September 2008

Peluang dan Batas Seni Pertunjukan Bali

Oleh Ibed Surgana Yuga

Dalam sebuah tulisan berjudul “Budaya sebagai Strategi dan Strategi Budaya” (2000), G.R. Lono Lastoro Simatupang menyatakan bahwa dalam pergaulan global, terutama dalam bahasannya terhadap seni pertunjukan Indonesia, suatu wilayah budaya harus memberlakukan strategi budaya yang tepat. Menurutnya, globalisasi memberikan dua hal paradoks pada seni pertunjukan, yaitu peluang dan batas. Kedua hal inilah yang mesti dihadapi dengan strategi sehingga peluang tidak terlalu kebablasan atau tanpa batas dan batas sendiri tidak mematikan kreativitas atau membatasi dengan begitu ketat sehingga mencitrakan stagnasi.

Peluang yang diberikan era globalisasi adalah untuk mengembangkan seni pertunjukan itu sendiri dalam berbagai dimensinya dengan memanfaatkan penyebaran luas dan tanpa bendung dari ilmu, teknologi, informasi, pengetahuan dan lainnya. Sedangkan batas adalah semacam pembendung, pagar, tepi untuk mencegah pemanfaatan peluang yang jor-joran, kedodoran atau kebablasan sehingga mengakibatkan hilangnya karakter kelokalan dari seni pertunjukan itu sendiri. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya keseragaman pada berbagai dimensi seni pertunjukan di berbagai wilayah budaya di dunia.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : Ibed Surgana Yuga | 0 Komentar | 254 views

23rd September 2008

Kematian Odha Makin Tinggi di RS Sanglah

Oleh Luh De Suriyani

Satu orang dengan HIV/AIDS (Odha) atau people living with HIV/AIDS (PLWH) meninggal di rumah sakit Sanglah, Denpasar pada Selasa (16/9) lalu. Sampai saat ini, Odha yang telah meninggal di RS Sanglah sebanyak 179 orang.

Pria yang meninggal karena tuberkulosis (TB) paru kemarin berusia 33 tahun. HIV telah melemahkan sistem kekebalan tubuhnya hingga gejala penyakit mudah menyerangnya. Salah satunya TB yang menjadi penyebab tertinggi kematian Odha.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar, Kesehatan | Kontributor : Luh De Suriyani | 2 Komentar | 237 views

22nd September 2008

Sulitnya Menangani Pengemis di Kota Denpasar

Oleh Luh De Suriyani

Tiga remaja berbaju lusuh tertunduk lesu di ruang Kantor Dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Kota Denpasar, Kamis (18/9) lalu. Mereka tengah diinterogasi petugas yang menangkapnya pada pagi hari itu.

Tiga remaja yang dianggap pengemis itu adalah Made Suarnata, Benny (18 tahun), Dayat (19 tahun). Suarnata tidak tahu persis umurnya berapa. ”Kalau saya sekolah mungkin kelas 6 SD,” ujarnya lirih. Artinya Suarnata sekitar 12 tahun.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kabar Anyar, Sosial | Kontributor : Luh De Suriyani | 2 Komentar | 198 views

eXTReMe Tracker