Keuangan yang Maha Esa
Oleh I Nyoman Winata
Pak De Sarengat, seorang penelpon di Acara Mbah Mangun yang saya asuh, dari nadanya terdengar agak sedikit emosional. Saat itu saya dan Mbah Mangun ngobrol tentang Watak Satrio Utomo. “Sila Pertama Pancasila itu sekarang sudah diubah Menjadi Keuangan yang Maha Esa!” katanya setengah berteriak. Menurutnya negeri ini sudah karut marut karena budi pekerti sudah dilupakan. Uanglah yang Paling berkuasa.
Saya jadi teringat bagaimana sikap Gubernur Bali Mangku Pastika yang menurut berita di Bali Post mulai melemah atas kasus pembangunan Villa di dekat Pura Uluwatu. Lalu soal gegernya pengerukan pasir di Pantai Geger Badung. Termasuk di dalamnya pembangunan Hotel atau resort di Padangbai. Pro dan kontra pembangunan di Bali hampir selalu terjadi. Pertarungan jelas terbuka antara kepentingan uang dan menjaga keutuhan tanah Bali. Jangan tanya siapa pemenangnya karena jelas kekuatan modal lah yang berkuasa. Tidak peduli Zaman Orba atau Reformasi.
Kategori berita : Kabar Anyar, Opini | Kontributor : I Nyoman Winata | 1 Komentar | 128 views



