Arsip blog

Gubuk Terakhir karya Made Bayak

Dialektika Kebohongan dan Kenyataan Bali Mooi

Sejak zaman Hindia Belanda hingga kini, propaganda industri pariwisata Bali telah melahirkan banyak kebohongan. Kebohongan tersebut disusun dengan rekayasa sangat sistematis melalui berbagai pencitraan Bali. Misalnya, jargon Pulau Surga, Surga [...]

Karya Wayan Kun Adnyana

Tubuh-tubuh yang Memeram Beragam Kisah

Dalam ranah seni rupa di Bali, persoalan tubuh sejak lama telah menjadi pusat perhatian para perupa. Misalnya, dalam tradisi seni lukis wayang gaya Kamasan, tubuh figur wayang berkarakter baik dibuat [...]

Malam Purnama, Gerhana Bulan, Gerhana Puisi

Teks dan Foto Dikirim Wayan Sunarta “gerhana itu tiba di bulan juni, meniupkan wangi puisi…”Pekarangan Tubuhku (Penerbit Bejana, Juni 2010) karya Wayan ‘Jengki’ Sunarta, akan disemai, ditaburi, ditanami, disirami, dipupuki, [...]

Welldo Wnophringgo, Seni Rupa yang Berjalan

Teks dan Foto Wayan Sunarta Lelaki ini terkesan sangar. Anak-anak pasti akan lari ketakutan melihatnya. Gadis-gadis yang tidak mengenalnya mungkin buru-buru menghindar ketika kebetulan berpapasan dengannya. Kalau lelaki ini berada [...]

Rudat, Kesenian Islam yang Mengesankan

Teks dan Foto Wayan Sunarta Siang itu, warga Muslim di Kecicang, Karangasem, berkerumun dan berdesak-desakan di sebuah lapangan kecil tak jauh dari masjid. Laki-perempuan, tua-muda, anak-anak kecil, semua menampakkan wajah [...]

Mangku Jenggo, Pematung dari Umanyar, Karangasem

Teks dan Foto Wayan Sunarta Senja belum sempurna paripurna. Temaram cahayanya menelusupi celah-celah rimbun dedaunan. Mangku Jenggo asyik menatah sebongkah batu cadas hitam. Tangannya bergerak lincah memahat dan menakik cadas [...]

Kedampal Belum Terjamah Listrik

Teks dan Foto Wayan Sunarta Ketika malam mulai merambati perbukitan beberapa anak nampak duduk di amben rumahnya. Mata mereka menerawang menembusi kegelapan malam di lembah Kedampal, tertuju kepada kerumunan cahaya [...]

Di Bawah Lindungan Ida Bhatara Arak Api

Oleh Wayan Sunarta Ni Nyoman Noti (50) dengan sabar meniup bara di dalam tungku, perapian dari tanah liat, untuk menjaga api agar tetap menyala. Lebih dari tiga jam dia menjerang [...]

Putu Wirantawan, Dengan Pencil Meraih Kemurnian

Oleh Wayan Sunarta Bagi Putu Wirantawan, berkesenian harus terus bergerak, mencari dan menelusuri berbagai macam kemungkinan. Dan pada akhirnya harus bisa menentukan karakter atau ciri khas yang hendak dijadikan pijakan [...]

Kartun Sompret di Tangan Sadha

Oleh Wayan Sunarta Bakat seninya telah muncul sejak dia masih kanak-kanak. Karena tidak mampu melanjutkan sekolah, dia menghabiskan waktunya bermain di pantai dan belajar menggambar di atas pasir. Dia suka [...]

Pita Maha dan “Sanur School”

Oleh Wayan Sunarta Membaca sejarah seni rupa Bali adalah membaca bagaimana tangan-tangan kekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan teks (wacana) dan citra yang dibangun dan dilemparkan ke ruang publik. Kekuasaan [...]

Paul Celan di Malam Puisi Jerman

Dikirim Wayan Sunarta Paul Celan adalah penyair keturunan Yahudi, warga negara Perancis yang menulis puisi dalam bahasa Jerman. Sebagai anak yang kedua orang tuanya menjadi korban kekejaman Nazi Jerman, adalah [...]

Acara Seni di TB Togamas Denpasar

Dikirim Wayan Sunarta Penulis dan Jurnalis Ingrid Dumpel dari Belanda bersama pemusik dan pimpinan Choir Johnny Rahaket, akan hadir dan berdiskusi serta membacakan karya sastra bersama penulis-penulis dari Bali, pada [...]

Patung-patung Imajinatif Carola Vooges

Oleh Wayan Sunarta Patung-patung kayu yang dipamerkan itu seperti segerombolan mahkluk aneh yang bangkit dari masa jutaan tahun lampau. Mahkluk-mahkluk bawah laut yang merayap ke permukaan pantai. Wujudnya beraneka ragam, [...]

Megibung, Tradisi Makan Bersama Penuh Aturan Ketat

Oleh Wayan Sunarta Setelah usai upacara adat, beberapa kelompok orang duduk bersila dan membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terhidang gundukan nasi beserta lauk pauk di atas nampan. Mereka makan sesuap [...]

I Made Oka Sejenak Transit

Oleh Wayan Sunarta Dunia seni rupa termasuk sangat jarang menampilkan atau menggelar pameran lukisan cat air. Bisa jadi karena lukisan cat air hanya dianggap sebagai studi, sama halnya dengan sketsa, [...]

Tema Beragam, Penuh Kejutan Metafora

Oleh Wayan Sunarta “Dongeng Anjing Api” memuat 100 sajak pilihan Sindu Putra yang terbagi menjadi dua bagian: Periode Bali (1994-2000) dan Periode Lombok (2001-2007). Lima puluh sajak dalam Periode Bali [...]

Metuakan, Tradisi Minum Tuak di Karangasem

Oleh Wayan Sunarta Pada sebuah sore yang indah, di sebuah warung tuak di Karangasem, sekelompok orang tua duduk melingkar beralaskan tikar. Di tengah-tengah lingkaran terhidang lima botol tuak, sate babi, [...]

Terompong Beruk di Bangle

Oleh Wayan Sunarta Ketika melintasi daerah perbukitan menuju Dusun Bangle, sayup-sayup mengalun suara gamelan yang sangat khas dan unik. Ketika sumber suara gamelan itu didekati, tampaklah sejumlah anak riang gembira [...]

Sastrawan Perancis di Toko Buku Togamas

Dikirim I Wayan Sunarta Yayasan Lembaga Indonesia Perancis atau Alliance Française Denpasar, menggelar acara diskusi sastra dengan sastrawan Perancis kontemporer, Christine Jordis. Acara akan digelar pada Selasa, 16 Desember 2008, [...]

© 2012 Bale Bengong. Powered by WordPress Present by Sloka Institute & maintenanced by: Bali Blogger Community

Switch to our mobile site