Sejak zaman Hindia Belanda hingga kini, propaganda industri pariwisata Bali telah melahirkan banyak kebohongan. Kebohongan tersebut disusun dengan rekayasa sangat sistematis melalui berbagai pencitraan Bali. Misalnya, jargon Pulau Surga, Surga [...]
Arsip blog
Putu Wirantawan, Dengan Pencil Meraih Kemurnian
Oleh Wayan Sunarta Bagi Putu Wirantawan, berkesenian harus terus bergerak, mencari dan menelusuri berbagai macam kemungkinan. Dan pada akhirnya harus bisa menentukan karakter atau ciri khas yang hendak dijadikan pijakan [...]
Kartun Sompret di Tangan Sadha
Oleh Wayan Sunarta Bakat seninya telah muncul sejak dia masih kanak-kanak. Karena tidak mampu melanjutkan sekolah, dia menghabiskan waktunya bermain di pantai dan belajar menggambar di atas pasir. Dia suka [...]
Pita Maha dan “Sanur School”
Oleh Wayan Sunarta Membaca sejarah seni rupa Bali adalah membaca bagaimana tangan-tangan kekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan teks (wacana) dan citra yang dibangun dan dilemparkan ke ruang publik. Kekuasaan [...]
Paul Celan di Malam Puisi Jerman
Dikirim Wayan Sunarta Paul Celan adalah penyair keturunan Yahudi, warga negara Perancis yang menulis puisi dalam bahasa Jerman. Sebagai anak yang kedua orang tuanya menjadi korban kekejaman Nazi Jerman, adalah [...]
Acara Seni di TB Togamas Denpasar
Dikirim Wayan Sunarta Penulis dan Jurnalis Ingrid Dumpel dari Belanda bersama pemusik dan pimpinan Choir Johnny Rahaket, akan hadir dan berdiskusi serta membacakan karya sastra bersama penulis-penulis dari Bali, pada [...]
Patung-patung Imajinatif Carola Vooges
Oleh Wayan Sunarta Patung-patung kayu yang dipamerkan itu seperti segerombolan mahkluk aneh yang bangkit dari masa jutaan tahun lampau. Mahkluk-mahkluk bawah laut yang merayap ke permukaan pantai. Wujudnya beraneka ragam, [...]
Megibung, Tradisi Makan Bersama Penuh Aturan Ketat
Oleh Wayan Sunarta Setelah usai upacara adat, beberapa kelompok orang duduk bersila dan membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terhidang gundukan nasi beserta lauk pauk di atas nampan. Mereka makan sesuap [...]
I Made Oka Sejenak Transit
Oleh Wayan Sunarta Dunia seni rupa termasuk sangat jarang menampilkan atau menggelar pameran lukisan cat air. Bisa jadi karena lukisan cat air hanya dianggap sebagai studi, sama halnya dengan sketsa, [...]
Tema Beragam, Penuh Kejutan Metafora
Oleh Wayan Sunarta “Dongeng Anjing Api” memuat 100 sajak pilihan Sindu Putra yang terbagi menjadi dua bagian: Periode Bali (1994-2000) dan Periode Lombok (2001-2007). Lima puluh sajak dalam Periode Bali [...]
Metuakan, Tradisi Minum Tuak di Karangasem
Oleh Wayan Sunarta Pada sebuah sore yang indah, di sebuah warung tuak di Karangasem, sekelompok orang tua duduk melingkar beralaskan tikar. Di tengah-tengah lingkaran terhidang lima botol tuak, sate babi, [...]
Terompong Beruk di Bangle
Oleh Wayan Sunarta Ketika melintasi daerah perbukitan menuju Dusun Bangle, sayup-sayup mengalun suara gamelan yang sangat khas dan unik. Ketika sumber suara gamelan itu didekati, tampaklah sejumlah anak riang gembira [...]
Sastrawan Perancis di Toko Buku Togamas
Dikirim I Wayan Sunarta Yayasan Lembaga Indonesia Perancis atau Alliance Française Denpasar, menggelar acara diskusi sastra dengan sastrawan Perancis kontemporer, Christine Jordis. Acara akan digelar pada Selasa, 16 Desember 2008, [...]

