Arsip blog

Jadi Pemimpin di Indonesia Mesti “Ndableg”

Oleh I Nyoman Winata “Bli Jadi pemimpin di Indonesia itu harus Ndablek ya?” Begitu kata istri saya saat makan siang beberapa hari lalu. Saya berdua sedang menikmati makan siang sambil [...]

Denpasar Kota Semrawut

Oleh I Nyoman Winata Pulang ke Denpasar beberapa hari lalu membuat saya terperanjat. Denpasar yang sudah demikian semrawut awut-awutan kini menjadi semakin semrawut. Hampir setiap pertigaan, perempatan atau perlimaan, berjejer [...]

Harusnya Kapolda Bali Malu

Oleh I Nyoman Winata Berita di Kompas Selasa (25/11) Halaman Nusantara tentang penangkapan seorang tersangka tindakkan premanisme menyusul kekerasan yang terjadi disebuah diskotek di Denpasar menghentakkan saya. Bagaimana tidak ketika [...]

Keuangan yang Maha Esa

Oleh I Nyoman Winata Pak De Sarengat, seorang penelpon di Acara Mbah Mangun yang saya asuh, dari nadanya terdengar agak sedikit emosional. Saat itu saya dan Mbah Mangun ngobrol tentang [...]

Bagai Katak Dalam Sumur

Oleh I Nyoman Winata “Banyak dari kita yang bersikapĀ Bagai katak dalam sumur,” demikian kata Bapak Ismangoen Notosapoetro (Mbah Mangun) dalam acara dialog interaktif Ngobrol Bareng Mbah Mangun yang saya pandu. [...]

Lestarikan Ilmu “Pengleakan”

Oleh I Nyoman Winata Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang budayawan Jawa yang paham dengan Pawukon. Sistem kalender pawukon juga di kenal di Bali yakni wuku mulai dari perhitungan [...]

Kapan Kebijakan Pernyiaran Indonesia Adil?

Oleh I Nyoman Winata Menjadi narasumber dalam dialog Aspirasi Merah Putih di Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang Selasa 2 September 2008 menjadi yang pertama kalinya untuk saya. Dialog [...]

Munculnya Supriyadi dan Sejarah Indonesia

Oleh I Nyoman Winata Beberapa hari ini, media nasional memberitakan tentang munculnya pengakuan Andaryoko Wisnuprabu sebagai Supriyadi– tokoh sentral dalam Pemberontakan PETA di Blitar pra Kemerdekaan– di Kota Semarang. Ini [...]

Apa Kerja Birokrasi dan PNS?

Oleh I Nyoman Winata Untuk apa pajak yang dibayar rakyat kepada negara? Dari iklan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak di TV kita dapat informasi, uang yang diperas dari keringat rakyat itu [...]

Denpasar Kota (yang Makin) Kusam

Oleh I Nyoman Winata Sempat pulang kampung akhir Agutus lalu untuk ikut pelatihan Jurnalistik dari BBC, saya membawa rasa rindu mendalam terhadapĀ kota kelahiran saya, Denpasar. Meski belum genap setahun saya [...]

Jangan Terlalu Serius Beragama

Oleh I Nyoman Winata Beragama yang taat sangatlah dianjurkan. Tetapi ada pula anjuran; Jangan Terlalu Serius Beragama!! Terlalu serius beragama lebih banyak menyimpan akibat yang tidak selalu bermanfaat. Orang yang [...]

Mengapa Orang Indonesia Tidak Disiplin?

Oleh I Nyoman Winata Topik Senin, 21 April 2008, Talk show “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang saya asuh bicara tentang masalah disiplin dan karakter yang suka nggampangke. Mbah Mangun bicara [...]

Rumah Ibadah, Rumah atau Penjara Tuhan?

Oleh I Nyoman Winata Indonesia adalah bangsa religius. Itulah yang sering diucapkan orang-orang kita, setidak-tidaknya dari para pemuka agama. Salah satu bukti fisik yang bisa dilihat adalah tersebarnya ratusan ribu [...]

Bangsaku Sakit Keras

Oleh I Nyoman Winata Saya mengasuh satu acara di televisi lokal di Semarang. Nama acaranya “Ngobrol Bareng Mbah Mangun”. Acaranya talk show dengan Bapak Ismangoen Notosapoetro atau Mbah Mangun, seorang [...]

Sikap Permisif Orang Bali Kebablasan

Oleh I Nyoman Winata Banyak perubahan terjadi pada sosio cultural masyarakat Bali. Perubahan pola perilaku dan pandangan adalah yang utama. Salah satunya adalah sikap permisif orang-orang Bali atas sesuatu yang [...]

Cerita Anak Bebotoh

Oleh I Nyoman Winata Karena apa orang Bali mejadi Bebotoh? Ada yang berpendapat bahwa menjadi bebotoh karena faktor genetik. Faktanya di Bali banyak yang orangtuanya bebotoh, anaknya juga ikut jadi [...]

Tibalah masa Keemasan Para Bebotoh Bali

Oleh I Nyoman Winata Membaca berita Bali Post (Senin, 10 Maret 2008) tentang Mangku Pastika Rangkul Bebotoh, saya langsung bergumam, “Maka kini… Tibalah Masa Keemasan Para Bebotoh Bali!,”. Ada cahaya [...]

Nusantara, Pusat Peradaban Dunia

Oleh I Nyoman Winata Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-mansuia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum [...]

Bali Nyaris Kehabisan Stock Modal Sosial

Oleh I Nyoman Winata Kejahatan yang semakin marak di Denpasar adalah konsekuensi dari semakin berkurangnya modal sosial (Social Capital) yang dimiliki masyarakat Bali. Banyak faktor yang menggerus modal sosial ini. [...]

Lenyapnya Keteguhan Hati Orang Bali

Oleh I Nyoman Winata Bali nampaknya mulai menuai buah dari sikap masyarakatnya yang begitu permisif atas beberapa perbuatan yang dianggap sangat bertentangan dengan norma dan etika. Apa yang terjadi beberapa [...]

© 2012 Bale Bengong. Powered by WordPress Present by Sloka Institute & maintenanced by: Bali Blogger Community

Switch to our mobile site