Surga di Bawah Telapak Tangan Kartunis
Oleh Samsul “Isoul” Arifin
He.he, jangan menuduh kalau saya chauvinis terhadap profesi (kartunis) dan tulisan ini adalah propagandanya. Saya hanya terinspirasi dengan lagunya Ahmad Dani, âKamu-kamulah surgaâ. Lagu ini keren banget dan membuat imajinasi saya bergerak untuk memplesetkan jargon âsurga di bawah telapak kaki Ibuâ. Kalau menuduh, tuduhan yang lebih benar itu … saya melacurkan tulisan dengan judul yang bombastis he..hee.. Tapi lebih tepatnya tulisan ini tema utamanya adalah humor dan spiritualitas. Lanjuuu..t…t !
Andai saja Alexa membuat rank untuk item-item budaya manusia mungkin humor tidak akan mungkin ada di ranking teratas karena sepertinya asumsi orang terhadap humor adalah sebuah hal yang remeh. Saya mendapat pengabsahan dari seorang Tony Buzan bahwa katanya … âhumor sering dianggap rendah bagai kepandaian mental yang ‘ lebih lemah’. â Kayaknya rendah banget, ya tapi kemudian Tony Buzan melanjutkannya, âPadahal, humor merupakan salah satu yang terkuatâ.
Nah, jadi humor yang sering dikaitkan dengan tawa itu juga memiliki sebuah hal yang auzubila besar manfaatnya. Makanya si Tony memasukkan tawa sebagai sebuah jalan dari sepuluh jalan untuk mencerdaskan kita secara spiritualitas. Spiritualitas adalah sebuah energi hidup. Dan dengan humor (salah satunya) kita bisa membangkitkan energi hidup kita.
Tony buzan tidak asal ngomong dia mengukuhkan pendapatnya dengan kisah tawa yang penuh mukzizat. Seperti misalnya cerita tentang Norman Cousins, seorang pengarang terkenal yang divonis kanker. Dan dia keluar rumah sakit dengan konsisinya yang lebih sehat dan merasa mat bahagianya. Setelah ditanya apa rahasianya, dia menjawab ‘tawa’.
Banyak kisah-kisah tawa lain yang ia ceritakan dalam bukunya âSepuluh Cara Jadi Orang yang Cerdas secara Spiritualâ itu. Dari Shakespeare yang menciptakan tokoh jenaka (the fool) sampai tur tawa akbar Bob Hope untuk angkatan bersenjata Amerika. Tak ketinggalan kisah Maharrishi ketua perkumpulan Meditasi Transedental (yang populer karena The Beatles) yang mempraktikkan tawa sebagai jalan hidup.
Tidak hanya kisah, si Tony juga mencomot pendapat yang lebih ilmiah. Lewat pendapat Dr. Michael Miller, direktur Center for Ppreventive Cardiology (Baltimore University), Tony sepertinya mendapat pengabsahan. Dr. Miller mengatakan bahwa telah menemukan bukti langsung bahwa selera humor yang aktif bisa membantu mencegah penyakit jantung.
Jadi humor itu bermanfaatnya juga ya. Tapi ngomong-ngomong dari tadi kok ngomongin Tony Buzan melulu. Maaf ya tulisan ini sebenarnya saya buat untuk resensi bukunya Si Tony Buzan,â THE POWER OF SPIRITUAL INTELLIGENCE, Sepuluh Cara Jadi Orang yang Cerdas secara Spiritual.â tapi karena saya hanya punya foto copy-nya (dari bukunya Ebo, thanks Bo). Aku gak enak hati dong kalau memajang cover foto copy bukunya. Ntar dibilang melanggar Creative Common lagi.
Dan lalu apa hubungannya dengan kartunis? Begini aja dah! Humor dan kartunis ada hubungan yang mesra banget. Kartun itu khan visualisasi dari imaji humor. Jadi begitu berhubungan juga khan. Makanya tidak salah kalau si tony juga menyebut kartun dalam bukunya, âKartun yang disantap secara teratur setiap hari sama pentingnya dengan sebutir apel sehariâ. Begitu loh.
Lalu apa hubungannya dengan surga kalau yang itu…hubung-hubungin saja. Kalau udah ketemu jawabannya hubungin saya ya.
âTertawalah dan dunia akan tertawa bersamamuâ. (Ella Wheeler Wilcox)
isoul, www.cartoonesia.com



