<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Naik Dokar Keliling Denpasar</title>
	<atom:link href="http://www.balebengong.net/budaya/2008/03/15/naik-dokar-keliling-denpasar.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.balebengong.net/budaya/2008/03/15/naik-dokar-keliling-denpasar.html</link>
	<description>Berbagi Informasi tentang Bali</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 04:55:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: Bagus Prajaksa</title>
		<link>http://www.balebengong.net/budaya/2008/03/15/naik-dokar-keliling-denpasar.html#comment-2362</link>
		<dc:creator>Bagus Prajaksa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 13:41:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.balebengong.net/2008/03/15/naik-dokar-keliling-denpasar/#comment-2362</guid>
		<description>Saya senang mengantarkan anak2 ataupun keponakan keliling Denpasar naik dokar, karena mereka belum pernah melakoninya.. 

Dari beberapa kali pengalaman saya, ternyata ada juga Kusir dokar yang minta harga tinggi tinggi, padahal saya sudah beberapa keliling dengan jalur yang sama.

Rasanya perlu ada penetapan tariff, karena terus terang saya pernah merasa mangkel juga waktu kusir bilang: "kalau tidak  mau yaaa sudah...". Sejenis take it or leave it.. Di satu sisi banyak yang mengeluh pendapatan yang tidak memadai, di sisi lain cara "menjualnya" sekasar itu.

Ada solusi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya senang mengantarkan anak2 ataupun keponakan keliling Denpasar naik dokar, karena mereka belum pernah melakoninya.. </p>
<p>Dari beberapa kali pengalaman saya, ternyata ada juga Kusir dokar yang minta harga tinggi tinggi, padahal saya sudah beberapa keliling dengan jalur yang sama.</p>
<p>Rasanya perlu ada penetapan tariff, karena terus terang saya pernah merasa mangkel juga waktu kusir bilang: &#8220;kalau tidak  mau yaaa sudah&#8230;&#8221;. Sejenis take it or leave it.. Di satu sisi banyak yang mengeluh pendapatan yang tidak memadai, di sisi lain cara &#8220;menjualnya&#8221; sekasar itu.</p>
<p>Ada solusi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
