Gitar Ukir Made In Wayan Tuges
Oleh Putu Setiawan
Dulu waktu saya kuliah di tanah Jawa sana, temen satu kampus saya pernah melontarkan guyonan kepada saya, soal jiwa seni orang Bali . Temen saya ini bilang: â Orang Bali itu kelewat seni ya. Semuanya kalo bisa pasti diukir, termasuk mukamu yang antik itu, kayak ukiran saja. Ha ha ha,â kata teman saya itu yang memang suka usil, dan becanda nyerempet-nyerempet SARA (tapi kita nggak pernah marah atau tersinggung).
Nah, belum lama ini saya berkunjung ke Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Lho, apa hubungannya pergi ke Desa Guwang dengan lelucon temen kampus saya itu? Ya, saya datang ke Guwang untuk melihat kerajinan gitar ukirnya Pak Wayan Tuges (56 tahun).
Gitar yang diukir? Bagi saya ini memang suatu hal yang relatif baru, di dunia seni ukir mengukir di Bali . Sebagai seorang jurnalis, saya sebelumnya pernah meliput beberapa jenis seni ukir yang ada di Bali, mulai ukiran gading gajah, telur burung yang diukir, selongsong peluru dan meriam yang diukir, kulit tubuh yang âdiukirâ (seni tattoo), serta tentu saja seni ukir kayu beberapa maestro seni ukir di Bali.
Tapi gitar yang diukir?
Untuk menghilangkan rasa penasaran, sekaligus sebagai bahan liputan, saya kemudian pergi ke Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Perlu waktu sekitar 15 menit dari rumah saya di kawasan Tohpati, Denpasar Timur, untuk tiba di rumah Pak Wayan Tuges di Guwang, Gianyatr.
Setiba di rumahnya, Pak Wayan Tuges ternyata sudah siap mengantar saya ke tempat pembuatan gitar ukirnya. Tempatnya di seberang rumah Pak Wayan. âIni masih rumah saudara yang saya pinjam untuk produksi gitar ukir,â kata Pak Tuges membuka pembicaraan.
Setibanya di bengkel kerja ini, tampak puluhan pekerja sedang membuat gitar ukir, yang sebagian besar merupakan pesanan dari âbuyerâ Pak Tuges dari Kanada.
âMereka sebagian besar merupakan anak muda setempat (Guwang) yang saya rekrut untuk bekerja di sini. Daripada mereka mabuk-mabukan di jalan, kan , lebih baik kerja di sini bantu saya dan dapat uang,â jelas Tuges.
Proses pembuatan gitar ukir Made in Wayan Tuges ini tak jauh berbeda dengan pembuatan gitar pada umumnya. Dimulai dari pemilihan bahan gitar yang menggunakan beberapa kayu impor seperti kayu Cedar, Spruce, Black Tasmanian Wood, serta Rose Wood. Beberapa jenis kayu lokal juga dipakai sebagai bahan membuat gitar ukir ini.
Bahan kayu yang sudah dikeringkan selama 3 bulan ini kemudian dibentuk menjadi beberapa komponen atau bagian sebuah gitar. Proses selanjutnya adalah merangkai beberapa komponen itu menjadi sebuah gitar.
Proses pembuatan gitar ukir selanjutnya adalah proses pengukiran bagian kepala (head) gitar yang dikerjakan beberapa tukang ukir berpengalaman.
Untuk mengukir gitar ini diperlukan kehati-hatian agar tidak sampai merusak kayu, mengingat bagian gitar yang diukir mempunyai ketebalan hanya sekitar 2 milimeter lebih dikit.
âMotif ukiran yang biasa dipakai dalam gitar ukir ini antara lain motif Celtic, Romawi kuno, Wayang Bali, binatang, dan berbagai motif tradisional Bali lainnya. Proses mengukir sebuah gitar ini memakan waktu hingga 1 bulan lebih,â jelas Tuges.
Usai diukir, proses selanjutnya adalah proses finishing seperti pemasangan senar gitar serta menyelaraskan nada gitar. âTotal waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah gitar ukir mencapai 6 bulan atau setengah tahun,â imbuh Tuges.
Wayan Tuges sebenarnya seorang tukang ukir atau pematung yang sudah cukup dikenal di wilayah Guwang maupun Gianyar. Dalam sejarah seni keluarganya, belum ada yang pernah mengambil pekerjaan membuat gitar apalagi mengukirnya.
âIni merupakan sebuah terobosan baru bagi saya. Setelah sekian puluh tahun menggeluti seni ukir patung, sudah saatnya saya menciptakan suatu hal yang baru, seperti gitar ukir ini,â kata Wayan bangga.
Menurut Wayan Tuges, kerajinan gitar ukir ini mulai ditekuni sejak tiga tahun lalu. Saat itu ia âditantangâ oleh seorang temannya asal Kanada, untuk mengukir sebuah gitar.
âTantangan itu saya terima dan saya mulai mencoba mengukir gitar. Awalnya banyak gitar yang rusak atau bolong terkena pahat saya yang tajam. Ternyata mengukir gitar beda dengan membuat ukiran patung dari kayu. Setelah mencoba sekian lama, akhirnya saya berhasil membuat sebuah gitar ukir yang sudah layak ekspor ke mancanegara,â jelas Tuges, yang sudah mulai belajar mengukir sejak umur 5 tahun.
Gitar ukir buatan Wayan Tuges ini diklaim eksklusif karena tidak ada yang sama antara satu gitar dengan gitar lainnya. Selain itu, gitar ini juga diproduksi terbatas, yakni antara 15 hingga 20 gitar ukir per bulannya.
Karena bersifat eksklusif, tak heran jika harganya relatif mahal yakni antara Rp 5Â juta hingga Rp 40 juta per buahnya.
Meski relatif mahal, gitar ukir buatan Wayan tetap dicari dan sudah dikoleksi gitaris asing dari Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa.
âGitar saya sudah dikoleksi beberapa gitaris asing seperti George Canyon , Dino Bradley, Little Texas, dan gitaris asing lainnya. Sementara di Indonesia, beberapa gitaris seperti Dewa Bujana dan Balawan juga sudah memakai gitar ukir buatan saya,â kata Tuges.
Selanjutnya apa lagi yang akan diukir Pak?
âUntuk sementara saya akan fokus dulu pada produksi kerajinan gitar ukir ini. Potensi kerajinan gitar ukir di pasar internasional cukup tinggi. Masak jual 500 hingga 1000 gitar ukir setahun nggak bisa,â kata Tuges optimis di akhir wawancara kami. [b]
Putu Setiawan, Video Jurnalis di Bali



