13th May 2008

Kisara Rayakan Ulang Tahun Ke-14

Sumber Press Release

Dalam ulang tahun ke-14, relawan-relawan Kita Sayang Remaja (Kisara) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan sepanjang bulan Mei ini, baik yang dilaksanakan oleh Kisara maupun yang berkolaborasi dengan mitra Kisara. Dengan mengambil tema “One for Youth; More Creative, Touching the Youth Deeper than Before”, kali ini Kisara ingin memunculkan berbagai kegiatan yang bervariasi yang semuanya ditujukan menjadi satu buat remaja.

Sebenarnya kegiatan sudah diawali dengan serial talkshow dan seminar tanggal 2-5 Mei yang lalu berkolaborasi dengan HUT Hard Rock Hotel Bali, mengemas topik “AIDS Information for Students” melibatkan remaja-remaja dari beberapa sekolah (SMA) di wilayah Kuta. Dengan pembicara dr. Okanegara dari tim senior Kisara, Ellyas Paweloi dan Maurits Pangemanan dari KPA Provinsi Bali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 7 Views

7th May 2008

Sambil Menyelam Memulung Besi

Oleh Anton Muhajir

Di usianya yang makin renta, Ammung, 59 tahun, harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih berisiko dibanding sebelumnya. Sejak tiga bulan lalu, nelayan di Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali itu mulai menyelam untuk mencari besi-besi tua di sekitar Serangan. “Mau bagaimana lagi. Keluarga saya tetap butuh makan,” katanya sore pertengahan April lalu di pantai timur Serangan.

Ammung, nelayan dengan pendapatan rata-rata Rp 15.000 per hari, sebelumnya hanya mencari ikan untuk dimakan sendiri dan dijual. Menggunakan pancing atau jala, dia biasa berangkat dari rumahnya di Kampung Bugis, Serangan sekitar pukul 7 pagi dan pulang pukul 5 sore. Stiap hari, Ammo bisa mendapat sekitar 25 kg ikan seperti meong-meong dan tawah.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 69 Views

25th April 2008

Otonan, Ulang Tahun ala Bali

Oleh Kadek Suprapta

Wow, berarti kamu ultah tiga kali dalam setahun dong? Kira-kira sejenis itu ungkapan yang biasa saya terima dari rekan-rekan kerja yang terutama berasal dari luar Bali. Ungkapan di atas muncul ketika biasanya saya permisi pulang lebih dahulu dari kantor karena harus pulang lebih awal untuk otonan. Otonan adalah ritual ulang tahun masyarakat Bali*) yang datang setiap enam bulan sekali.

Datangnya otononan mengkuti siklus Sapta Wara dan Panca Wara serta siklus pawukon. Sapta Wara berumur tujuh hari terdiri dari (Radite, Soma, Anggara, Buda, Wrespati, Sukra, Saniscara) dan sama dengan perhitungan Kalender Masehi namun mempunyai nama yang berbeda. Panca Wara berumur lima hari yang terdiri dari Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Sedangkan pawukon berjumlah 30 wuku dan masing-masing wuku itu berumur 7 hari. Jadi satu wuku datang setiap 210 hari sekali.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya | Kontributor : Dek Didi | 0 Komentar | 94 Views

24th April 2008

Tumpek Kandang untuk Memuliakan Hewan

Oleh I Made Sujaya

SABTU (12/4) lalu, bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Uye, masyarakat Bali (Hindu) merayakan hari suci Tumpek Uye atau disebut juga Tumpek Kandang atau Tumpek Andang. Awam kerap memaknai hari ini sebagai hari untuk memuliakan segala jenis hewan sebagai bagian penting ekosistem penopang kehidupan di dunia. Inilah satu dari setumpuk tradisi Bali yang memberikan pesan agar manusia senantiasa bersahabat dengan alam dengan segenap isinya. Apa sebetulnya makna hari Tumpek Kandang? Lalu, apa relevansinya dengan konteks kekinian?

BERBAHAGIALAH masyarakat Bali yang mewarisi beragam tradisi jaga lingkungan yang unik sekaligus otentik. Tradisi-tradisi berkesadaran lingkungan mengajarkan manusia Bali bagaimana semestinya merawat kelestarian alam dengan menjaga keseimbangan ekosistemnya, senantiasa mewujudkan harmoni hubungan manusia dengan alam dengan segenap isinya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 46 Views

21st April 2008

Mengapa Orang Indonesia Tidak Disiplin?

Oleh I Nyoman Winata

Topik Senin, 21 April 2008, Talk show “Ngobrol Bareng Mbah Mangun” yang saya asuh bicara tentang masalah disiplin dan karakter yang suka nggampangke. Mbah Mangun bicara bahwa soal disiplin itu sangatlah penting. Jika satu bangsa mau maju dan sejahtera, maka disiplin adalah modal dasar yang harus dimiliki. Seorang yang disiplin akan lebih mengharagai segala sesuatu dengan proporsinya. Bayangkan jika sebuah bangsa manusia-manusia nya adalah orang-orang yang disiplin, dipastikan banyak kemajuan yang bisa diraih.

Kaitannya dengan karakter manusia Indonesia yang suka nggampangke, maka ketiadaan disiplin bermula dari hal ini. Karakter yang suka anggap enteng masalah, menjadikan disiplin sangat sulit ditemui pada sosok manusia Indonesia. Lantas apakah ini semua merupakan karakter asli bangsa Indonesia? Mbah Mangun tidak bisa memberi jawaban pasti. “Saya tidak berani memastikan,” katanya. Terlebih lagi pertanyaan ini dikaitkan dengan latar belakang nenek moyang nusantara yang pernah mengalami masa keemasannya ketika imperium Majapahit berada pada masa puncaknya. Mbah Mangun mengajukan prediksi bahwa karakter bangsa Indonesia sekarang ini adalah akibat dari penjajahan yang berabad-abad oleh bangsa Asing.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 71 Views

19th April 2008

Pasar Wedding Berlipat Ganda di Bali

Dikirim oleh Gilda Sagrado

Kadisparda Kabupaten Badung I Made Subawa MM meresmikan pembukaan kantor pusat Bali Exotic Wedding hari Sabtu (19/4) disaksikan oleh pemilik usaha Deden Saefulloh dan seratus lebih undangan dari industri wedding organizer di Bali.

Dalam kata sambutannya, Deden mengutarakan, “Saya berharap pemerintah dapat memberi acuan semua wedding organizer di Bali untuk bersinergy demi mengeliminasi perang harga dan bahkan mendukung promosi bersama. Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti sebuah Wedding Expo di Australia dan alangkah indahnya jika kita semua wedding organizer bisa bergandengan tangan mempromosikan Bali ke Australia, Singapura, Jepang, Korea, Jakarta, bahkan juga sejauh Russia, Eropa dan Amerika.”

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 63 Views

18th April 2008

Rumah Ibadah, Rumah atau Penjara Tuhan?

Oleh I Nyoman Winata

Indonesia adalah bangsa religius. Itulah yang sering diucapkan orang-orang kita, setidak-tidaknya dari para pemuka agama. Salah satu bukti fisik yang bisa dilihat adalah tersebarnya ratusan ribu rumah ibadah dari semua agama di tanah nusantara ini. Tetapi meski demikian, bangsa Indonesia menunjukkan kelakuan yang luar biasa bertolak belakang dengan manusia yang religius. Salah satunya adalah sifatnya yang sarakoh. Sarakoh ini tingkatannya, menurut Mbah Mangun-kawan diskusi saya di TV- lebih tinggi dari serakah. Uang rakyat dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat negara dan para abdi negara (baca PNS).

Alhasil, Indonesia termasuk dalam dijajaran negara elit paling korup di dunia. Ini perilaku luar biasa dari bangsa yang tidak satu pun penduduknya tidak memeluk agama atau tidak percaya pada Tuhan.

Kembali ke soal rumah Ibadah dari berbagai agama yang tersebar luas di bumi nusantara ini. Saya tidak mengetahui persis, apa yang ada di benak orang Indonesia ketika membangun rumah ibadah agamanya masing-masing. Apakah mereka ingin agar Tuhan punya rumah yang bagus sehingga dengan nyaman berstana di sana, atau justru malah ingin agar Tuhan bisa dipenjarakan sehingga perbuatannya yang melanggar hukum agama tidak diuatk-atik Tuhan.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 65 Views

17th April 2008

Launching “Otobiografi” Saut Situmorang

Dikirim I Wayan Sunarta

BUKU kumpulan puisi karya Saut Situmorang berjudul “Otobiografi” (Penerbit [Sic] Jogja, November 2007) akan diluncurkan pada:

Sabtu, 26 April 2008
Pukul 19.00 wita
Tempat Toko Buku Diskon Togamas Denpasar (Museum Sidik Jari), Jalan Hayam Wuruk No.175 Tanjungbungkak Denpasar.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Buku, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 81 Views

16th April 2008

Bali dalam Lensa Tiga Fotografer

Oleh Wayan Sunarta

Foto merupakan sebuah citra dari realitas yang dikekalkan dengan kamera. Dalam “On Photography” (1978), Susan Sontag menegaskan bahwa citra  fotografis sungguh-sungguh dapat menggusur realitas, justru karena foto bukan hanya gambar. Foto adalah suatu jejak, yang langsung “dicetak” dari suatu yang nyata.

Karena foto adalah suatu jejak dari realitas, orang bisa bernapak tilas, merunut kembali kenangan demi kenangan sekaligus menikmati keindahan yang sempat diabadikan dengan lensa kamera. Dalam menikmati lembar demi lembar foto bisa muncul berbagai perasaan. Itulah salah satu kekuatan citra fotografis yang seringkali mempengaruhi emosi manusia.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 97 Views

15th April 2008

Peluncuran Buku Pusi “Pulang Kampung”

Dikirim Riki Dhamparan Putra

Peluncuran buku kumpulan puisi “Pulang Kampung” karyaSthira Prana Duarsa akan dilaksanakan pada:

Sabtu, 19 April 2008
Pukul 19.00 Wita sampai selesai
Tempat Danes Art Veranda

Acara pokok : Diskusi.
Pembicara : Riki Dhamparan Putra.
Moderator Warih Wisatsana

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 75 Views

eXTReMe Tracker