14th
October
2008
Dikirim Wayan Sunarta
Yayasan Metropoli Indonesia (YMID) merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan kesenian dan kebudayaan untuk anak-anak desa. YMID akan menggelar “Rembug Budaya Metropoli 2008” tanggal 18 - 21 Oktober 2008. Berbagai kegiatan seni budaya akan ditampilkan, diantaranya pementasan, perlombaan, pemutaran film dan pameran karya anak-anak.
Kegiatan ini melibatkan semua Center Metropoli (CM) atau Pusat Budaya yang tersebar di dua kecamatan (Abang dan Bebandem, Kab. Karangasem, Bali ) dan akan dihadiri oleh sejumlah undangan dan masyarakat luas.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sekitar Denpasar | Kontributor : Wayan Sunarta | | 87 views
14th
October
2008
Sumber Komunitas Kreatif Bali

Made Muliana Bayak akan menggelar pameran tunggalnya “Art For Artist Sake” di Sika Art Gallery Ubud yang dibuka pada tanggal 11 Oktober 2008. Mengenai pamerannya, Bayak menyampaikan : “Saya ingin melihat persoalan bagaimana seni itu bisa menjadi katarsis bagi diri sendiri. Artinya berkesenian itu intinya adalah untuk keperluan pengungkapan nilai-nilai artistik kita untuk kepuasan kita, baru kemudian ada orang lain yang mempunyai pengalaman estetik atau mempunyai cita rasa estetik tertentu dan ingin mngapresiasi karya itu dengan jalan mengkoleksi, mengapresiasi, memberi masukan atau kritikan atau bahkan bertentangan dengan idea atau pengalaman artistiknya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sosok | Kontributor : Arief Budiman | | 58 views
12th
October
2008
Oleh Luh De Suriyani
Kegiatan Gema Perdamaian 2008 memberi pengalaman baru untuk ratusan anak-anaknya yang terlibat. Mereka belajar bahwa perdamaian juga lahir dari keberagaman. Ratusan anak-anak dari Adhi Mekar Indonesia (AMI) dan sanggar-sanggar tari di Bali menari dan menyanyi lagu daerah lain dari seluruh nusantara, Minggu (12/10) malam.
Ratusan anak-anak ini bergabung bersama lebih dari 5000 orang lain yang mengikuti Gema Perdamaian tahun ini. Acara ini dimulai 12 Oktober 2003 lalu, setelah peristiwa peledakan bom Bali di Legian, Kuta.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 82 views
28th
September
2008
Oleh Luh De Suriyani
Fakultas Sastra Jurusan Arkeologi Universitas Udayana membuat pameran terobosan baru soal arkeologi yang dipadu dengan multimedia berjudul “Archaeology Goes to Public”. Babakan sejarah penting Indonesia, khususnya Bali dipaparkan dengan bantuan audio visual, diorama, artefak, teater, dan seni rupa.
Pameran yang berlangsung pada 25-28 September ini ini bagian dari ulang tahun ke- 50 FS Unud yang berlokasi di Jalan Pulau Nias, Denpasar. “Arkeologi di Indonesia masih menjadi bidang yang tak tersentuh dan sangat asing. Kami ingin mendekatkan masyarakat umum pada hal ini dengan membuka pameran yang interaktif,” ujar Kristiawan, dosen arkeologi Unud yang menggagas pameran ini pada Jumat (26/9) kemarin.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Pendidikan, Teknologi | Kontributor : Luh De Suriyani | | 258 views
24th
September
2008
Oleh Ibed Surgana Yuga
Dalam sebuah tulisan berjudul “Budaya sebagai Strategi dan Strategi Budaya” (2000), G.R. Lono Lastoro Simatupang menyatakan bahwa dalam pergaulan global, terutama dalam bahasannya terhadap seni pertunjukan Indonesia, suatu wilayah budaya harus memberlakukan strategi budaya yang tepat. Menurutnya, globalisasi memberikan dua hal paradoks pada seni pertunjukan, yaitu peluang dan batas. Kedua hal inilah yang mesti dihadapi dengan strategi sehingga peluang tidak terlalu kebablasan atau tanpa batas dan batas sendiri tidak mematikan kreativitas atau membatasi dengan begitu ketat sehingga mencitrakan stagnasi.
Peluang yang diberikan era globalisasi adalah untuk mengembangkan seni pertunjukan itu sendiri dalam berbagai dimensinya dengan memanfaatkan penyebaran luas dan tanpa bendung dari ilmu, teknologi, informasi, pengetahuan dan lainnya. Sedangkan batas adalah semacam pembendung, pagar, tepi untuk mencegah pemanfaatan peluang yang jor-joran, kedodoran atau kebablasan sehingga mengakibatkan hilangnya karakter kelokalan dari seni pertunjukan itu sendiri. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya keseragaman pada berbagai dimensi seni pertunjukan di berbagai wilayah budaya di dunia.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : Ibed Surgana Yuga | | 171 views
21st
September
2008
Oleh Anton Muhajir
Menjelang malam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Sekitar pukul 6 sore itu, suasana desa mulai terlihat ramai di jalan, terutama oleh anak-anak. Mereka menunggu waktu berbuka puasa. Pegayaman adalah desa yang hampir seluruh warganya muslim meski berada di Bali, yang sangat identik dengan Hindu.
Di antara anak-anak yang bermain itu, sebagian anak sedang berjalan membawa makanan dalam tas plastik. Mereka membawanya ke rumah paman, bibi, atau keluarganya yang lain. Mereka sedang Ngejot, tradisi membagi hadiah pada orang lain.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agama, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 488 views
20th
September
2008

Oleh Anton Muhajir
Selesai berbuka puasa dan sholat Maghrib, Nyoman Alvin Gautama, 7 tahun, segera bergegas ke jalan kecil di dekat rumahnya. Bersama kakaknya, Made Eva Nadya, 12 tahun, Alvin membawa barang dagangannya.
Sampai di perempatan jalan, batas antara Banjar Dauh Margi dan Banjar Dangin Margi, murid kelas II SD itu membuka dagangannya yang berupa permainan lotre. Pembeli akan mendapat gulungan kertas kecil seharga Rp 100 bertuliskan angka tertentu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 125 views
18th
September
2008
Oleh Sugi Lanus
Bagi orang Bali, tubuh bukanlah sekedar obyek seksualitas, tapi juga obyek ekstetik. Tubuh adalah wahana kita mengungkapkan jiwa dan ekspresi estetik kita.
Pendekatan RUU Pornografi semata-mata memandang tubuh sebagai isu moral dan tidak sensitif terhadap keberagaman masyarakat Indonesia yang multikultur dalam memandang tubuh dan ketelanjangan. Definisi RUU Pornografi sangat bias dan dangkal dalam melihat tubuh, tidak punya ketajaman dalam membatasi apa yang dimaksud dengan pornografi. Lihat Papua, lihat seniman Bali, lihat candi-candi purba.
Tidak semua rumpun bangsa ini, tidak semua ranah budaya di bumi Nusantara ini menabukan ketelanjangan. Mereka punya perspektif ecocentris, tidak sama dengan para “polisi moral”. Bagi mereka ketelanjangan keintiman dengan semesta, keterbukaan adalah keseharian mereka yang mencerminkan kedekatan mereka dengan alam. Kelamin, imaji persetubuhan, dalam konsepsi Bali tidak melulu ditabukan, ketelanjangan dan persetubuhan bisa jadi renungan estetik dan religius.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 182 views
13th
September
2008
Oleh Ibed Surgana Yuga
Liburan semester. Gus Eka, seorang lajang berkasta brahmana yang kuliah di Jawa, mengajak seorang temannya liburan di rumahnya di Bali. Sebut saja nama temannya itu Andika, seorang asal Malang.
Di rumah Gus Eka, Andika dan Gus Eka terlibat sebuah obrolan asyik dengan kedua orangtua Gus Eka, ditemani suguhan kopi Bali. Andika yang kelelahan tidak kuasa melanjutkan obrolan itu, kemudian permisi istirahat. Gus Eka masih asyik mengobrol dengan kedua orangtuanya karena ia memang jarang pulang sejak kuliah di Jawa empat tahun lalu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : Ibed Surgana Yuga | | 304 views
6th
September
2008
Oleh Luh De Suriyani
Aneka sampah plastik bekas bungkus makanan bisa menjadi berbagai barang menarik. Sejumlah anak-anak sekolah dasar mempresentasikan hasil belajarnya dalam pendidikan lingkungan dengan mengadakan pameran karya kreatif, salah satunya fashion show hasil daur ulang dari sampah plastik, Sabtu (6/9) ini bertempat di Yayasan Pembangunan Sanur, Denpasar.
Sampah-sampah plastik itu menjadi tas, dompet, rompi, rok, topi, dan perlengkapan sekolah lain. Anak-anak kemudian memperagakan hasil karya daur ulang itu di panggung, dengan penuh percaya diri.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 337 views