19th
August
2008
Oleh Dasar Bali

Perayaan tujuhbelasan di Brisbane, Australia, Minggu, 17 Agustus, berlangsung meriah di Power House, Brisbane, Australia. Gedung ini terletak di tepi Brisbane River, bersebelahan dengan New Farm Park yang bersih dan indah. Di tempat ini pula promosi ‘Bali is My Life’ digelar tahun 2006 lalu.
Pesta Rakyat 2008 merupakan yang kedua, melanjutkan sukses acara serupa tahun lalu di tempat yang sama. Sekitar 500 orang menyaksikan acara Pesta Rakyat yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Selain orang Indonesia, terutama para pelajar-mahasiswa, juga hadir warga Australia, Malaysia, dan lain-lain.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Sekitar Denpasar | Kontributor : Dasar Bali | | 255 views
16th
August
2008
Oleh Agung Wardana
Sebuah Refleksi Keterdesakan Bali dari Ekspansi Industri Pariwisata
Baru-baru ini National Geographic merilis sebuah laporan tentang kondisi 111 pulau yang menjadi tujuan wisata di seluruh dunia. Dengan metode panel dari 522 ahli, pulau-pulau tersebut dinilai dengan 6 kategori yakni: kualitas lingkungan dan ekologi, integritas sosial dan budaya, kondisi bangunan bersejarah dan situs arkelogi, daya tarik keindahan, kualitas manajemen wisata dan proyeksi terhadap masa depan.
Bali, merupakan salah satu pulau yang dinilai, ternyata menduduki posisi menengah dalam arti secara umum dikategorikan sebagai pulau yang beresiko di masa mendatang (Jonathan B. Tourtellot, 2007: 124). Selain dikarenakan oleh faktor keamanan, dua kali terkena bom, munculnya penilaian ini juga disebabkan oleh pertumbuhan pariwisata yang pesat namun tanpa perencanaan yang baik.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar, Opini | Kontributor : Agung Wardana | | 225 views
15th
August
2008
Oleh Wayan Sunarta

Dua perupa kontemporer unjuk kebolehan dengan garapan kolaborasi. Perupa tersebut adalah Filippo Sciascia dan Ugo Untoro. Sciascia kelahiran Italia 1972. Untoro kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 1970. Sciascia menetap di Ubud, Bali. Untoro bersemayam di Yogyakarta. Keduanya dipertemukan oleh kegelisahan yang sama dalam menelusuri jejak-jejak seni rupa kontemporer yang kini semakin marak ditekuni banyak perupa.
Kedua perupa ini merupakan tokoh yang lagi naik daun dalam kancah seni rupa kontemporer di Indonesia. Namun kedua perupa itu bertitik tolak dari teknik yang jauh berbeda dalam menggarap karya. Sciascia lebih mengandalkan kecanggihan teknologi digital dengan bantuan slide dan proyektor dalam melukis. Kecenderungannya adalah menampilkan potret wajah manusia dalam berbagai ekspresinya, tentu terkadang dengan pemiuhan atau distorsi di sana-sini. Berbeda jauh dengan Untoro yang lebih mengandalkan spontanitas dan kenyentrikan ekspresinya dalam melukis. Visual karya-karya Untoro sangat nyleneh, di luar pakem, nakal dan apa adanya, terkadang juga sangat sinis dalam melihat persoalan. Jadi, pertemuan mereka seperti perjumpaan mesin dengan daging, kekakuan fisik dan kelenturan jiwa, keseriusan dan kenakalan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya | Kontributor : Wayan Sunarta | | 153 views
7th
August
2008
Oleh Anton Muhajir

Sabtu (2/8) lalu saya ikut perayaan mengenang dr AA Made Djelantik, pangeran dari Puri Karangasem yang meninggal September 2007 lalu. Perayaan ini digelar di Taman Ujung Sukasada, taman air sisa kejayaan Kerajaan Karangasem. Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk datang. Tapi karena istri saya ngotot ingin hadir di sana, jadi ya kompromi saja.
Satu hal yang membuat saya tetap mau datang, meski tidak terlalu antusias, adalah karena bedah buku yang akan menghadirkan Goenawan Mohamad, biasa dipanggil GM atau Mas Gun. GM bukan hanya wartawan dan sastrawan tapi, bagi saya, juga salah satu filsuf yang sering memberi perspektif alternatif ketika melihat masalah. Maka, kami pun tetap ke Karangasem untuk hadir pada perayaan tersebut.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 222 views
1st
August
2008
Oleh Janet De Neefe
Jalanan Ubud kini berdengung oleh keramaian musim liburan. Perabuan akbar keluarga raja telah berlalu namun wisatawan tetap tinggal. Mantra, “Bali telah pulih” melayang-layang di udara laksana arus hangat yang menyelimuti khalayak dengan rasa optimis dan percaya diri.
Program Festival membludak dengan kejutan baru nan mengasikkan. Penulis jauh dan dekat akan berdatangan dari lebih dari 20 negara seperti Australia, Austria, Burma, Kanada, Cina, Mesir, Hong Kong, Hongaria, India, Jordan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Nigeria, Palestina, Singapura, Thailand, Timor Leste, Turki, Belanda, Inggris dan AS.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Buku, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 176 views
31st
July
2008
Oleh Putu Setiawan
Dulu waktu saya kuliah di tanah Jawa sana, temen satu kampus saya pernah melontarkan guyonan kepada saya, soal jiwa seni orang Bali . Temen saya ini bilang: “ Orang Bali itu kelewat seni ya. Semuanya kalo bisa pasti diukir, termasuk mukamu yang antik itu, kayak ukiran saja. Ha ha ha,” kata teman saya itu yang memang suka usil, dan becanda nyerempet-nyerempet SARA (tapi kita nggak pernah marah atau tersinggung).
Nah, belum lama ini saya berkunjung ke Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Lho, apa hubungannya pergi ke Desa Guwang dengan lelucon temen kampus saya itu? Ya, saya datang ke Guwang untuk melihat kerajinan gitar ukirnya Pak Wayan Tuges (56 tahun).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Sekitar Denpasar, Sosok, Teknologi | Kontributor : Putu Setiawan | | 541 views
29th
July
2008
Dikirim Kelompok Tulus Ngayah
Tak ada yang mati sesungguhnya,
bila engkau menanam dirimu searif umbi rumput teki,
tak padam walau cuaca tak lagi curahkan hujan.
Tetap tumbuh dan menegak dalam hari
Sahabat, bersama ini kami mengundang Anda untuk malam kenangan bagi orang tua kami Alm DR Djelantik dan Mekele Astii pada
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Sekitar Denpasar, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 227 views
29th
July
2008
Oleh Jean Couteau
Kondisi produksi seni rupa di Bali kini amat berbeda dari beberapa dekade lalu. Pada era terdahulu, para seniman, pertama-tama adalah figur yang “berakar”. Sebagai bagian dari budaya lokal, mereka memperoleh warisan teknik-teknik dan simbol yang merupakan hasil akhir dari proses evolusi sejarah setempat yang panjang.
Dengan kata lain para pelaku seni tersebut adalah pencipta/ produsen dari budaya mereka sendiri, yang belakangan berada dalam ancaman situasi sebaliknya. Sementara itu, yang mula pertama diakses oleh para seniman terkini adalah simbol-simbol yang di-media-kan dari suatu dunia global, di mana mereka pada galibnya tak memiliki kontrol atasnya sama sekali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Opini, Sosok | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 199 views
28th
July
2008
Oleh I Gusti Agung Made Wirautama
Bali adalah sebuah pulau yang eksotis dan begitu terkenal ke penjuru dunia, segala keunikan budaya dan keindahan alam ada di sini, di Bali. Memang sebuah warisan leluhur yang amat tak ternilai harganya. Itulah sebabnya turis dan pemilik modal berani membayar miliyaran rupiah untuk sebuah lahan tidak produktif di tebing pinggiran sungai dan bersebelahan dengan setra (kuburan) tetapi memiliki pemandangan yang unik ke arah persawahan.
Alam Bali memang bukan merupakan buatan nenek moyang dan leluhur orang Bali, alam sudah ada dari dulunya, hanya dulu kita (leluhur) sangat pintar merawat alam Bali dan bersahabat dengan alam bahkan memanusiakan alam.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Opini | Kontributor : I Gusti Agung Made Wirautama | | 167 views
26th
July
2008
Oleh I Nyoman Darma Putra
UPACARA kremasi almarhum Tjokorda Gde Agung Suyasa (Selasa, 15/7) mendapat liputan luas media massa dari semua penjuru benua, mulai dari Afrika, Eropa, Amerika, Australia dan tentu saja Asia. Kiranya tidak ada peristiwa adat dan tradisi di Nusantara yang pernah mendapat liputan seluas dan seantusias kremasi bangsawan Ubud di awal milineum ini.
Di Benua Afrika, berita kremasi disiarkan koran The Mercury, di Timur Tengah Gulf Times (Qatar), lalu The New York Times dan koran lain di Amerika, International Herald Tribune (edisi global New York Times), ABC Australia, Reuters dan BBC di Eropa. Koran-koran nasional seperti Kompas, The Jakarta Post, dan kantor berita Antara juga antusias memberitakan prosesi kremasi Ubud.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Kabar Anyar, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Darma Putra | | 257 views