11th June 2008

Menu Sederhana Rasa Sempurna

Oleh Anton Muhajir

Setiap kali berkunjung ke Bali bagian timur, saya merasa belum lengkap tanpa mampir ke warung makan Merta Sari di Desa Pesinggahan Kabupaten Klungkung. Warung makan ini sangat sederhana untuk ukuran mereka yang biasa menikmati restoran kelas tinggi. Tapi, bagi saya, belum ada yang menandingi kenikmatan bersantap ikan laut di warung makan lesehan ini.

Tentu tidak saya saja. Sebab setiap kali saya mampir untuk bersantap, warung di dekat perbatasan Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem ini selalu saja penuh dengan pengunjung dari Denpasar atau luar Bali sekalipun.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 52 Views

4th June 2008

Lembut Es Krim Italia di Massimo

Oleh Anton Muhajir

Usai makan siang di riuh Sanur, salah satu pusat wisata Bali, beristirahatlah sejenak di Massimo Restaurant. Bukan untuk menikmati menu Italia andalan restoran ini, tapi untuk menenangkan perut setelah “capek” dengan makanan berat. Es krim adalah menu paling tepat untuk memberi tempat bagi di restoran ini. Lembut es krim khas Italia serasa pas dengan suasana resto yang adem.

Gallipoli adalah menu es krim yang paling dicari pengunjung restoran ini. Empat sendok es krim dalam satu gelas ini menyajikan aneka rasa. Suka-suka Anda saja bagaimana memadukan selera. Cobalah, misalnya, memadukan rasa coklat, vanilla, kacang almond, dan blue berry dalm satu gelas. Lalu rasakan lembut dan segarnya es krim ini di antara teduh bayangan pohon kamboja di halaman depan restoran ini. Semua buah di antara es krim itu terasa sepenuhnya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 35 Views

2nd June 2008

JED, Alternatif Pariwisata Bali

Dikirim Arief Budiman

“Saya teringat di awal tahun 1991, sewaktu saya sebagai Kepala Kantor Wilayah X Depparpostel-Bali, melakukan kajian ulang atas Rencana Induk Kepariwisataan Bali yang disusun oleh SCETO yang telah berumur 20 tahunan. Ketua Bappeda Bali menyampaikan permasalahan yang sangat krusial waktu itu. Bahwa masyarakat Bali yang sebagian besar adalah petani yang tinggal di pedesaan mengalami disparitas penghasilan yang demikian besar dibandingkan mereka yang di luar pertanian.

Mereka hanya bisa mengejar “sapi” dan “kerbau” yang minum air kali atau “telabah”. Mereka tidak mampu mengejar “kuda” atau “kijang” bahkan “bebek” sekalipun yang semuanya minum bensin. Di samping itu masyarakat Bali mempertanyakan hasil kepariwisataan Bali yang kelihatan begitu gemerlap. Mereka bertanya “apakah Bali untuk pariwisata” ataukah “pariwisata untuk Bali”? Sungguh, waktu itu saya amat tersentak!

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Arief Budiman | 0 Komentar | 159 Views

23rd May 2008

Pengelipuran, Mempertahankan Tradisi di Tengah Globalisasi

Oleh Kadek Didi Suprapta

Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang menjadi pegawai negeri atau bekerja di sector pariwisata lainnya.

Pengelipuran adalah salah satu desa tradisional atau desa tua di Bali atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula. Merupakan salah satu tujuan wisata yang dipromosikan oleh Pemkab Bangli.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Dek Didi | 1 Komentar | 95 Views

22nd May 2008

Tegang dan Lucu Kecak di Uluwatu

Oleh Anton Muhajir

Hampir sebelas tahun hidup di Bali dan belum pernah sekali pun menonton tari kecak di Uluwatu, ah, betapa menyedihkan hidup saya. Padahal tarian di sana saat sunset sungguh mengesankan..

Tidak hanya tariannya yang spektakuler, tapi lokasinya juga demikian. Rabu dua pekan lalu, saya akhirnya bisa melihat sendiri bagaimana tarian Bali itu disajikan dengan latar belakang matahari tenggelam. Kami dan para penari itu di atas tebing Uluwatu, setinggi sekitar 20 meter dari permukaan air laut.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 182 Views

21st May 2008

Tarian Eksotik Mola-Mola di Nusa Penida

Oleh Marthen Welly (TNC)

Tidak lama lagi perairan di sekitar Nusa Penida akan dipenuhi oleh para penyelam dari manca negara.  Hal ini bukan karena ada event besar tertentu di Nusa Penida, tetapi melainkan karena musim mola- mola telah tiba.  Diperkirakan mola-mola sudah dapat terlihat diperairan Nusa Penida pada bulan Juni mendatang.  Bahkan minggu lalu sudah ada penyelam yang melihat keberadaan 2 ekor mola-mola di sekitar crystal bay.

Laut disekitar Nusa Penida memang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat menarik.  Itu sebabnya, setiap tahun, puluhan ribu penyelam datang dari penjuru dunia untuk menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida.  Disamping terumbu karang yang berwarna-warni dengan aneka jenis ikan karang, perairan Nusa Penida juga rumah bagi hewan laut langka seperti pari manta (manta ray), penyu (sea turtle), paus dan lumba-lumba  (cetacean).

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan | Kontributor : Marthen Welly | 2 Komentar | 205 Views

14th May 2008

Menu Italia dengan Tampilan Kolonial

Oleh Anton Muhajir

Dengan arsitektur bergaya Kolonial, Bianco Restaurant and Bar di kawasan ini terlihat berbeda dengan tempat bersantap lain di sekitarnya. Restoran yang dilaunching pada pertengahan April lalu ini menampilkan warna dominan putih dengan aksesoris benda-benda pada masa kolonial seperti senjata laras panjang, radio, mesin ketik, bahkan becak yang berada di pintu masuk restoran yang mengklaim sebagai the first italian and indonesian resturant with colonial style ini. Resto ini menambah lagi tempat makan asik di Kuta.

Meski baru dibuka, pengunjung restoran ini, terutama dari Australia sudah termasuk banyak. Apalagi selama April lalu, pengunjung bisa menikmati pertandingan Australian Football League (AFL) di dua layar besar restoran ini. Setiap akhir pekan, sekitar 200 seat di restoran ini penuh terisi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 108 Views

27th April 2008

Melumat “Genghis Khan” di Yamato

Oleh Luh De Suriyani

Dua orang teman merekomendasikan Yamato, rumah makan Jepang di Sanur ini pada saya dan suami. Saya bilang belum pernah ke resto Jepang dan makan pakai sumpit. Ini akan menjadi pengalaman pertama.

Setelah janjian dengan pemilik Yamato, melucurlah Legenda kami ke Bypass Sanur. Saya bertanggung jawab ngecek jalanan bagian kanan. Suami saya ngecek bagian kiri jalan. Ternyata Yamato setelah perempatan pantai Sanur, sekitar 400 meter, kanan jalan dari arah utara.

Ada lampion kuning dipasang seperti penjor. Celingak-celinguk mencari pintu masuknya yang ternyata ada di dalam bengkel Mercedez. Rumah makan plus tempat tinggal pemiliknya ini memang berdampingan dengan bengkel itu. Jadi pintu masuknya jadi satu.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Luh De Suriyani | 3 Komentar | 156 Views

26th April 2008

Akhirnya Saya Jadi Terdakwa!

Oleh dr Oka Negara

Karena sempat sakit dan istirahat cukup lama, akhirnya baru sempat posting hari ini. Tulisan ini dulu, yang tentang saya sakit dan tulisan tentang kesehatan seksual menyusul. Saya mulai dengan postingan yang serem juga judulnya. Tetapi ini memang terjadi. Jadi terdakwa gara-gara kena tilang. Hehe.

Karena pelanggaran yang masih belum jelas maksudnya buat saya dan bisa jadi juga buat yang lain. Waktu itu maunya makan siang, eh malah bertemu dengan bapak-bapak polisi zaman sekarang. Polisi zaman sekarang? Ya, tahulah maksudnya. Setelah berkenalan dengan bapak-bapak polisi, akhirnya dapat selembar kertas atau slip merah ini.

Lihat di pojok kanan ada tulisan ”terdakwa” kan? Hehe.Karena ingin berbagi, saya coba ceritakan pengalaman ini dalam dua bagian; saat tilang dan saat pengadilan.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Jalan-Jalan | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 6 Komentar | 187 Views

25th April 2008

GWK Peak A Boo XC Challenge 2008

Sumber Press Release

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK) bersama Hillander Fun Cycling Community Bali menggelar GWK Peak A Boo XC Challenge 2008 event pada hari Sabtu dan Minggu, 26 & 27 April 2008. Acara ini merupakan ajang para penggemar olahraga bersepeda dan olahraga ekstrim (extreme sport) yaitu kategori Cross Country (XC) melalui rute lembah dan bukit di kompleks GWK Jimbaran dan juga kategori Downhill atau menuruni bukit.

Acara yang langka ini merupakan sebuah kompetisi dan atraksi menarik berkelas nasional karena pesertanya datang dari Jakarta, Jogja, Lombok, Malang, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Madiun dan Surabaya serta tuan rumah sendiri yaitu Bali.
Hingga berita ini diturunkan Panitia pendaftaran telah menerima hampir seratus peserta yang terbagi dalam dua kategori yaitu Downhill dan XC.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Jalan-Jalan, Kabar Anyar | Kontributor : Arief Budiman | 0 Komentar | 138 Views

eXTReMe Tracker