14th May 2008

Menu Italia dengan Tampilan Kolonial

Oleh Anton Muhajir

Dengan arsitektur bergaya Kolonial, Bianco Restaurant and Bar di kawasan ini terlihat berbeda dengan tempat bersantap lain di sekitarnya. Restoran yang dilaunching pada pertengahan April lalu ini menampilkan warna dominan putih dengan aksesoris benda-benda pada masa kolonial seperti senjata laras panjang, radio, mesin ketik, bahkan becak yang berada di pintu masuk restoran yang mengklaim sebagai the first italian and indonesian resturant with colonial style ini. Resto ini menambah lagi tempat makan asik di Kuta.

Meski baru dibuka, pengunjung restoran ini, terutama dari Australia sudah termasuk banyak. Apalagi selama April lalu, pengunjung bisa menikmati pertandingan Australian Football League (AFL) di dua layar besar restoran ini. Setiap akhir pekan, sekitar 200 seat di restoran ini penuh terisi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 6 Views

27th April 2008

Melumat “Genghis Khan” di Yamato

Oleh Luh De Suriyani

Dua orang teman merekomendasikan Yamato, rumah makan Jepang di Sanur ini pada saya dan suami. Saya bilang belum pernah ke resto Jepang dan makan pakai sumpit. Ini akan menjadi pengalaman pertama.

Setelah janjian dengan pemilik Yamato, melucurlah Legenda kami ke Bypass Sanur. Saya bertanggung jawab ngecek jalanan bagian kanan. Suami saya ngecek bagian kiri jalan. Ternyata Yamato setelah perempatan pantai Sanur, sekitar 400 meter, kanan jalan dari arah utara.

Ada lampion kuning dipasang seperti penjor. Celingak-celinguk mencari pintu masuknya yang ternyata ada di dalam bengkel Mercedez. Rumah makan plus tempat tinggal pemiliknya ini memang berdampingan dengan bengkel itu. Jadi pintu masuknya jadi satu.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Luh De Suriyani | 3 Komentar | 75 Views

20th April 2008

Olahan Bebek Berbalut Organik

Oleh Anton Muhajir

Memang banyak menu olahan bebek di restoran Bali. Anda bisa menemukannya di Ubud, Kuta, Denpasar, dan tempat lain. Namun, menu olahan bebek yang disajikan dengan sayur organik, mungkin sesuatu yang langka. Setidaknya saya belum pernah menemukan di restoran di Bali. Atau kalau toh ada, restoran itu belum secara tegas mengatakan bahwa mereka menggunakan sayur organik untuk menemani olahan bebek.

Sejak tahun lalu, hadir restoran The Grand Lucky Duck yang menawarkan olahan bebek dengan sayuran organik. Restoran ini berlokasi di kawasan Nusa Dua Bali yang selama ini memang belum ada resto khusus yang menyajikan bebek.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 61 Views

13th April 2008

Party Bukal Bakar Khas Lombok

Oleh Putra Setiawan

Sebagai seorang penggemar kuliner kategori ‘hardcore’, keinginan untuk menikmati daging bukal atau kalong atau kelelawar, sudah lama terpendam. Mungkin sejak saya duduk di bangku SMA, tahun 1990-an. Namun hingga saya tamat kuliah, bekerja, dan berkeluarga, keinginan itu belum kesampaian.

Tapi saya sepertinya sudah ‘ditakdirkan’ untuk bisa mencicipi daging bukal ini.

Tanggal 22 Maret 2008 lalu, sekitar pukul 3 sore waktu Bali, HP Motorola saya tiba-tiba berdering. Dari seberang sana , tepatnya dari Pulau Lombok, paman saya Made Sukarno memanggil.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 113 Views

11th April 2008

Menu Thailand di Jantung Denpasar

Oleh Anton Muhajir

Bagi Anda yang belum terbiasa menikmati menu makanan Thailand, bersiaplah untuk menerima kejutan rasa asam di makanannya. Begitu pula ketika saya mencoba menu andalan restoran Cupumanik, Larp Pla. Cupumanik berlokasi di jalan Teuku Umar yang bisa disebut sebagai jantungnya kuliner Denpasar selain Renon karena saking banyaknya restoran di jalan ini. Menu Larp La berupa ikan jangki goreng tepung dengan saos namjim dan kerupuk beras halus. Meski sudah pernah merasakan asamnya Tom Yam Goong yang legendaris itu, saya tetap terkejut ketika mencicipi asamnya Larp Pla.

Asam dan pedas yang memang jadi ciri khas Larp Pla, seperti halnya semua makanan Thailand lainnya. Menu ini disajikan dengan irisan bawang daun, wortel, timun, cabe merah, dan tentu saja jeruk nipis yang memberi rasa asam. Agar asam pedasnya menu ini bisa diterima lidah Indonesia, asamnya itu sendiri sudah dikurangi. Dengan harga Rp 26.000, menu ini jadi menu paling laris di restoran dua lantai ini.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 104 Views

1st April 2008

Sambil Bersantap Menikmati Jazz

Oleh Anton Muhajir

aj-jazz-tuna-blog.jpg

Jika ingin menikmati menu mexican food dalam buaian musik jazz, Jazz Bar & Grille bisa jadi pilihan paling tepat. Restoran di daerah Sanur, Denpasar ini menyajikan menu-menu khas negeri sombrero dengan nuansa jazzy sangat kental.

Menu favorit di sini adalah Jazz Grillee Nachos. Makanan pembuka (appetizer) ini berupa kacang buncis (refried bean) dengan keripik jagung (tortilla chips) di atasnya. Sebagai penyedap ada nacho cheese saus. Di atas saus yang terbuat dari cabe merah dan keju yang diblender ini ada guacamalo, salsa, dan sour cream. Karena terbuat dari keju dan cabe yang diblender, saos nacho terasa pedas dan kental. Masih ada luluran avocado dan bawang yang membuat menu ini makin sedap.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 98 Views

25th March 2008

Menu Tradisional Rasa Internasional

Oleh Anton Muhajir

kare-pregina.JPG

Sebagai tempat wisata di Bali, Sanur menyajikan tempat makan yang tiada pernah selesai untuk dijelajahi. Selalu ada restoran yang baru. Salah satunya Warung Pregina di jalur utama Sanur, Jalan Danau Tamblingan. Selain menyajikan makanan khas Bali, restoran di tepi jalan ini juga menghadirkan suasana Bali tempo doeloe dengan foto-foto seniman (pregina) seperti pemain musik dan penari Bali.

Menariknya tempat bersantap ini adalah karena bisa mempertahankan cita rasa Bali tanpa harus mengorbankan selera turis mancanegara. Keduanya melebur dalam penampilan dan rasa yang menggoda.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 2 Komentar | 178 Views

19th March 2008

Menikmati Kopi di Rumahnya Sendiri

Oleh Anton Muhajir

kopi-bali.JPG

Di tangan ahlinya, kopi bali bisa disajikan dalam bentuk beraneka rupa menu. Biji pahit ini disajikan bersama teh, krim, kacang, dan aneka buah lain. Tidak hanya makanan, di Kopi Bali House, kita juga bisa mengetahui proses pembuatan hingga pernak-pernik unik seperti lukisan dari kopi.

Rumah kopi bali ini menyajikan makanan pula, tidak hanya kopi. Menu Indonesia seperti nasi goreng dan sup buntut pun ada. Demikian pula menu western seperti salad, burger, dan semacamnya. Salah satu yang bisa dicoba adalah Cafe Nutty. Kopi ini disajikan dengan komposisi unik. Berturut-turut dari paling bawah adalah kopi, es, cream, dan kacang. Kacang yang digiling agak kasar ini tersebar di seluruh bagian minuman. Makanya disebut cafe nutty. Dengan harga Rp 24.000, belum termasuk pajak service dan pemerintah 15 persen, kita bisa menikmati aroma dan rasa kopi hingga tetes terakhir.

Menu lain yang bisa dicoba adalah frozen green tea dengan ramuan teh hijau, buah ceri, dan cream. Tidak ada unsur kopi sama sekali di minuman ini. Sebab, Kopi Bali House memang menyediakan minuman lain juga, tidak hanya yang berasal atau mengandung kopi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 3 Komentar | 129 Views

14th March 2008

Thailand, Perayaan Seafood Sepanjang Hari

Oleh Luh De Suriyani

Hidangan seafood di Thailand disajikan sesuai mood tempat. Ketika bersantai di pantai, udang dan cumi juga terlihat “telanjang”.

Pagi beranjak ke pukul 10 waktu Pattaya. Satu dua turis sudah mulai berdatangan untuk mulai ritual mejemur diri atau sekadar baca buku. Ratusan kursi pantai dengan payung khasnya berjejer memenuhi pantai yang bersebelahan persis dengan jalan raya.

Seperti Pantai Kuta di Bali. Bedanya di Kuta, kursi pantai sedikit. Menyisakan banyak bibir pantai yang cukup lapang dari tepi ombak.

Di Pattaya sebaliknya. Bibir pantai sangat sempit, sekitar tiga meter dari laut. Tak menyisakan tempat untuk jalan-jalan karena nyaris seluruh area pantai ditutupi “pohon” payung dan kursi berjemur.

Kalau ingin duduk di kursi, seseorang akan mendekati untuk meminta upah sewa 30 baht. Ini barangkali kesamaannya dengan di Bali. Nothing for free.

Nah, sudah dapat kursi santai yang enak, kini tinggal memilih makanan yang bersliweran dijajakan warga setempat. Sebagian besar dagangan mereka adalah seafood dan buah-buahan tropis. Dua hal yang membuat Thailand sangat populer.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Kuliner, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 4 Komentar | 163 Views

12th March 2008

Olahan Buah Naga nan Menggoda

Oleh Anton Muhajir

buah-naga-sector-bb.jpg

Hari Raya Imlek Januari lalu membuat menu baru di Sector Bar and Restaurant laris manis. Maklum, menu itu memang mengandalkan buah naga, sesutau yang memang erat hubungannya dengan China: warna merah dan naga. Mungkin ini satu-satunya resto yang menjadikan buah naga sebagai menu makanan andalannya.

Di tangan ahlinya, buah yang bagi sebagian orang mungkin dianggap asing ini ternyata bisa jadi menu spesial di tangan mereka yang ahli. Demikian pula di Sector Bar and Restaurant. Resto yang sebagian besar pengunjungnya adalah pemain golf di lapangan golf Grand Bali Beach ini membuat empat menu baru yang berbahan dasar buah naga yaitu salad, soup, pudding, dan roast chicken dengan campuran buah naga.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 2 Komentar | 202 Views

eXTReMe Tracker