18th
August
2008
Oleh Anton Muhajir

Dahaga usai menikmati Kuta dan sekitarnya? Cobalah mampir sebentar di Es Teler 77 di kawasan pertokoan Bali Galeria. Barangkali ini tempat yang Anda cari untuk mengobati rasa haus itu. Sebab resto ini terkenal sebagai juara membuat es teler yang nikmat.
Tempat menikmati menu ringan ini berada di deretan berbagai tempat makanan di pusat perbelanjaan di daerah Kuta timur ini. Jadi, kalau memang masih berniat jalan-jalan sekadar window shopping, Anda bisa menikmati dulu berbagai toko yang terletak di kawasan sibuk Patung Dewa Ruci alias Simpang Siur Kuta ini. Lalu, kalau haus sudah tak tertahan lagi, Anda bisa menyeruput es teler di tempat ini. Jangan khawatir, Anda masih bisa jelalatan menikmati suasana kalau Anda minum di halaman resto ini. Ada beberapa meja kursi di halaman rumput.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 180 views
10th
August
2008
Oleh Anton Muhajir

Sekali waktu, kita perlu berhenti dari petualangan menikmati berbagai menu high level dalam dunia kuliner. Kita istirahat sebentar. Lalu kembali ke selera-selera sederhana dan tradisional seperti di rumah sendiri. Di antara hiruk pikuk dunia kuliner Kuta, Warung Nikmat adalah tempat yang tepat untuk kembali ke kesederhanaan itu.
Warung sederhana di antara gemerlap pariwisata Kuta ini punya nama tersendiri di kalangan pecinta Bali (Baliholic) dari Jakarta. Tak heran jika warung berkapasitas sekitar 100 orang ini selalu penuh, terutama pada jam makan siang. Pelanggannya sebagian besar pelancong Jakarta yang sedang liburan di Bali. Pembeli juga harus antri dan mengambil pesanan sendiri karena saking banyaknya pembeli.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 273 views
30th
July
2008
Oleh Anton Muhajir
Warung sederhana itu sangat mengesankan bagi kami. Lokasinya persis di tepi jalan raya Belayu antara Mengwi – Marga. Bangunannya tanpa dinding, beratap asbes, dan berlantai tanah. Sangat sederhana. Namun, tiap hari pengunjung harus antri untuk merasakan segar dan nikmatnya sambal warung ini.
Jumat (18/7) lalu, kami pun harus antri untuk ikut merasakan nikmat sambal di warung ini. Sekitar 15 pembeli lain juga sudah ada yang duduk lesehan, di bangku, atau berdiri dulu untuk menunggu giliran dilayani.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 229 views
17th
July
2008
Oleh Luh De Suriyani
Beberapa kali hilir mudik di Jalan Teuku Umar Denpasar, mata saya selalu tertumbuk pada bilboard Flo. Saya baca tulisannya, Fashion, Lounge and Resto. Artinya ada tempat makan di sana, di balik toko baju itu.
Tapi saya tidak menemukan jejak resto di depan gedung yang menarik perhatian untuk mengunjunginya. Penampilan depan, seperti kebanyakan toko atau butik baju. Tidak ada (sepertinya) sesuatu yang spesial di dalam. Kalau di istilah jurnalistik itu ada cantelan (lead) yang mampu memprovokasi pikiran.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Luh De Suriyani | | 161 views
11th
July
2008
Oleh Anton Muhajir
Setelah berkeliling berbagai objek wisata di Bali, tibalah kini waktunya bersantap malam. Karena di Bali, tentu saja pantai dan matahari tenggelam (sunset) adalah sesuatu yang harus Anda alami. Untuk menikmati itu, Pantai Muaya, Jimbaran adalah pusatnya. Salah satu restoran yang terkenal di sini adalah Menega.
Restoran ini terletak persis di tepi pantai, seperti halnya puluhan restoran lain di kawasan ini. Kita bisa menikmati menu seafood di atas pasir putih Pantai Jimbaran. Sementara itu pelan-pelan matahari pun tenggelam di antara deburan ombak. Karena itu, waktu paling tepat adalah menjelang sunset. Jadi kita bisa bersantap sekaligus menikmati suasana itu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 204 views
4th
July
2008
Oleh Anton Muhajir
Sejak Mei lalu, Cafe Wayang Bali di Sanur sedikit bersolek dengan konsep baru. Tidak hanya secara manajemen dan interior, tapi tentu saja, modifikasi menu. Semula, tempat bersantap berjarak sekitar 200 meter dari pantai Sanur ini lebih banyak menyajikan menu Eropa atau western. Tapi sekarang ada kombinasi pula dengan menu nasional atau malah tradisional.
Cafe ini masih menyajikan menu-menu lama seperti chicken steak, pasta carbonara, dan semacamnya. Namun kini pengunjung cafe ini bisa pula menikmati menu lokal seperti nasi campur wayang’s, ayam goreng lalah manis, dan mie goreng lalah. Menu-menu itu disajikan secara modern tanpa meninggal cita rasa tradisionalnya. Menu ayam goreng lalah manis misalnya disajikan bersama kentang, bukan nasi. Jadi mirip chicken steak tapi menggunakan bumbu lokal yang pedas (lalah).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 136 views
29th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Ada yang berbeda di Amterdam Cafe and Bakery. Tempat bersantap di kawasan padat jalan Diponegoro Denpasar yang berdiri sejak 1975 ini, sekarang lebih sophisticated, bersahabat, simpel, dan lengkap. Tidak hanya tampilan interior, tapi juga menu andalan restoran ini. Sebelumnya, Amsterdam hanya menyajikan eastern food dan penganan kecil. Namun sejak April lalu, restoran ini menambah menu Eropa.
Berkunjung ke Amsterdam saat ini tidak akan lengkap kalau kita tidak menyantap Veal Gordon Blue, menu andalan resto ini. Menu dengan gambar topi sebagai tanda chef recommended ini berupa smoked beef dan keju yang disajikan dengan sayur dan kentang. Daging sapi yang di-steam membuat daging tebalnya empuk. Di dalam irisan daging diisi lembaran keju. Setelah empuk di dalam, eh, renyah di luar pula. Ini karena lapisan tepung roti tipis yang garing.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 144 views
18th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Tanah Lot adalah salah satu tempat sempurna di Bali untuk menikmati suasana matahari tenggelam (sunset). Objek wisata di Tabanan, sekitar 15 km barat laut Denpasar ini, tempat di mana sebuah pura di pulau kecil yang terpisah dari Bali daratan. Melihat pura dengan semburat jingga matahari tenggelam akan jadi pengalaman yang susah dilupakan selama liburan di Bali. Tapi, mari sekali-kali bersantap malam juga di Tanah Lot, sambil menikmati sunset di sana.
Salah satu tempat bersantap di Tanah Lot adalah restoran Melasti. Restoran ini berada di atas tebing, sekitar 1 km utara pura. Dari titik ini kita bisa menikmati makan malam di antara debur ombak dan senja yang turun perlahan-lahan menjadi malam. Karena di tepi pantai, maka seafood menjadi menu andalan restoran ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 161 views
11th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Setiap kali berkunjung ke Bali bagian timur, saya merasa belum lengkap tanpa mampir ke warung makan Merta Sari di Desa Pesinggahan Kabupaten Klungkung. Warung makan ini sangat sederhana untuk ukuran mereka yang biasa menikmati restoran kelas tinggi. Tapi, bagi saya, belum ada yang menandingi kenikmatan bersantap ikan laut di warung makan lesehan ini.
Tentu tidak saya saja. Sebab setiap kali saya mampir untuk bersantap, warung di dekat perbatasan Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem ini selalu saja penuh dengan pengunjung dari Denpasar atau luar Bali sekalipun.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 135 views
8th
June
2008
Oleh Swastinah Atmodjo
Putu Suastika, 51, lima bulan lalu menyulap sebagian sawahnya menjadi dua kolam berukuran cukup besar dan dialiri air dari kali. Satu kolam berukuran 8 x 8 meter persegi, dan satunya lagi 10 x10 meter persegi. Namun bukannya digunakan untuk memelihara ikan, lele maupun belut, melainkan siput (kakul) sawah.
Guru salah satu Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) di Denpasar ini mengambil bibit kakul dari Tabanan. Seperti habitat aslinya, kolam dibuat berlumpur dengan sirkulasi air yang cukup. Sebagai makanan, Suastika menaburkan daun gamal ke kolam. Kakul akan menenggelamkan sebagian daun gamal ke dalam lumpur, sebagai cadangan makanannya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 116 views