14th
March
2008
Oleh Luh De Suriyani
Hidangan seafood di Thailand disajikan sesuai mood tempat. Ketika bersantai di pantai, udang dan cumi juga terlihat âtelanjangâ.
Pagi beranjak ke pukul 10 waktu Pattaya. Satu dua turis sudah mulai berdatangan untuk mulai ritual mejemur diri atau sekadar baca buku. Ratusan kursi pantai dengan payung khasnya berjejer memenuhi pantai yang bersebelahan persis dengan jalan raya.
Seperti Pantai Kuta di Bali. Bedanya di Kuta, kursi pantai sedikit. Menyisakan banyak bibir pantai yang cukup lapang dari tepi ombak.
Di Pattaya sebaliknya. Bibir pantai sangat sempit, sekitar tiga meter dari laut. Tak menyisakan tempat untuk jalan-jalan karena nyaris seluruh area pantai ditutupi âpohonâ payung dan kursi berjemur.
Kalau ingin duduk di kursi, seseorang akan mendekati untuk meminta upah sewa 30 baht. Ini barangkali kesamaannya dengan di Bali. Nothing for free.
Nah, sudah dapat kursi santai yang enak, kini tinggal memilih makanan yang bersliweran dijajakan warga setempat. Sebagian besar dagangan mereka adalah seafood dan buah-buahan tropis. Dua hal yang membuat Thailand sangat populer.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Luh De Suriyani | | 399 views
12th
March
2008
Oleh Anton Muhajir

Hari Raya Imlek Januari lalu membuat menu baru di Sector Bar and Restaurant laris manis. Maklum, menu itu memang mengandalkan buah naga, sesutau yang memang erat hubungannya dengan China: warna merah dan naga. Mungkin ini satu-satunya resto yang menjadikan buah naga sebagai menu makanan andalannya.
Di tangan ahlinya, buah yang bagi sebagian orang mungkin dianggap asing ini ternyata bisa jadi menu spesial di tangan mereka yang ahli. Demikian pula di Sector Bar and Restaurant. Resto yang sebagian besar pengunjungnya adalah pemain golf di lapangan golf Grand Bali Beach ini membuat empat menu baru yang berbahan dasar buah naga yaitu salad, soup, pudding, dan roast chicken dengan campuran buah naga.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 611 views
11th
March
2008
Oleh Ady Gondronk
Bagi masyarakat Desa Wongaya Gede tempat kelahiran saya, hari raya Nyepi selain identik dengan perayaan pawai Ogoh-ogoh pada hari pengerupukan dan melakukan penyucian diri satu hari setelah hari pengerupukan, juga identik dengan makanan khas tradisionalnya yaitu âentilâ. Entil merupakan makanan tradisional masyakarat Desa Wongaya Gede yang dibuat khusus pada saat Hari Raya Nyepi yang jatuh satu tahun sekali.
Entil adalah makanan tradisional sejenis ketupat yang dibuat dari beras yang dibungkus daun. Orang di desa saya bilang namanya âdaun nyelep âatau âdaun telengidi â. Digunakannya daun untuk membungkus bertujuan supaya zat warna hijau pada daun bisa meresap ke entil sehingga entil bisa menjadi berwarna kehijau-hijauan, dan rasanyapun akan menjadi lebih enak.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 721 views
23rd
February
2008
Dikirim Travel Works
Memasuki pelaksanaan Food and Hotel Bali 2008 tahun ke enam, ajang yang akan dilangsungkan pada tanggal 28 Februari - 1 Maret 2008 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali ini dipastikan lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 274 perusahaan dari 26 negara akan turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini, yang merupakan pameran denga skala terbesar hingga kini. Pameran ini akan menempati semua ruangan dalam Convention Centre.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 422 views
17th
February
2008
Oleh Anton Muhajir
Dengan bantal warna merah di kursi, restoran Rosso Vivo memang menarik mata. Apalagi letaknya berada persis di seberang jalan dari pantai Kuta. Maka, ketika saya melewati Jalan Pantai Kuta, mau tak mau mata saya melihatnya. Dan, saya pun terbujuk rayu warna merah muda hotel spesialis masakan Italia ini.
Resso Vivo adalah restoran milik hotel Kuta Seaview di belakang restoran ini. Meski demikian, restoran ini terbuka tida hanya untuk pengunjung hotel di Jalan Pantai Kuta ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 315 views
12th
February
2008
Oleh Anton Muhajir
Sabtu malam lalu, saya dan istri ingin menikmati makan di luar rumah. Selain untuk menikmati waktu di sela ketegangan menyiapkan launching Bali Blogger Community (BBC), kami juga ingin punya bahan tulisan. Biasalah, tuntutan pekerjaan.
Ada beberapa kriteria restoran pilihan yang kami sepakati sebelum berangkat. Misalnya restoran itu modern, dalam artian fisik maupun menu, dan harganya terjangkau. Karena sudah keburu lapar, maka ada kriteria susulan yang tiba-tiba jadi utama: dekat rumah. Biar cepat maksudnya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kuliner, Teknologi | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 686 views
8th
February
2008
Oleh Anton Muhajir
Berada di lantai tiga Discovery Shopping Mall Kuta membuat DâPot mendapat nilai plus. Apalagi lokasinya persis menghadap pantai. Jadi kita bisa duduk nyeruput es, sekaligus menikmati deburan ombak dan buih memutih pantai termashur, Kuta.
Dâ Pot sepertinya memang menjadikan es sebagai sajian utama. Makanya meski ada juga menu makanan berat seperti ikan bakar, ayam bakar, dan semacamnya, es tetap jadi menu utama. Salah satu menu andalan Dâ Pot adalah es dengan nama unik, Rock and Roll. Es sebenarnya hanya es alpukat. Namun sedikit jeruk dan strawberi membuatnya terasa lebih segar. Uniknya lagi karena ada campuran choco cips di bagian bawah.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 152 views
30th
January
2008
Oleh Anton Muhajir
Jalan-jalan ke Ubud tidaklah lengkap tanpa mampir ke warung nasi ayam Kedewatan Bu Mangku. Menu nasi ayam ini hanya satu-satunya di warung yang berada di jalan raya menuju Kintamani dari Denpasar ini. Namun meski cuma satu menu, pengunjung Nasi Ayam Kedewatan seperti tiada henti. Terus mengalir.
Sebagai pelengkap, nasi campur ini berisi ayam, jeroan, dan kacang goreng. Telur rebus dan kacang panjang melengkapi makanan ini. Seperti umumnya masakan Bali, sambal yang disajikan di Nasi Ayam Kedewatan adalah sambal matah. Cabe ini tidak digiling tapi dirajang kecil-kecil lalu dicampur garam dan bawang. Harga makanannya di bawah Rp 10.000 per porsinya.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Sekitar Denpasar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 413 views
24th
January
2008
Dikirim Bali Travel Works
Kompetisi memasak Bocuse dâOr Asia 2008 akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia, dalam rangkaian kegiatan Salon Culinaire 2008 seleksi tingkat nasional. Bali Culinary Professionals (BCP) menjadi panitia penyelenggara kompetisi memasak internasional. Setiap negara yang ingin berpartisipasi akan melaksanakan seleksi tingkat nasional, dimana untuk Indonesia kompetisi tersebut akan diadakan sebagai bagian dari Salon Culinaire 2008 dalam acara Food Hotel Tourism Bali yang akan berlangsung dari tanggal 28 Februari hingga 1 Mei 2008 di Nusa Dua.
Selama kompetisi tersebut, peserta akan membentuk satu tim yang terdiri dari dua juru masak profesional dari sebuah hotel atau restoran dan seorang pendamping dari hotel/restoran peserta. Tim ini harus menyiapkan dan menghidangkan makanan dalam waktu 180 menit, satu makanan utama dari ikan untuk 14 orang, masakan gaya barat. Masakan harus ditampilkan dalam 14 piring dengan dua macam garnish. Setiap tim akan bekerja dalam ruang dapur menghadap para penonton, dimana mereka akan mengerahkan segenap keahlian kuliner mereka untuk mempersiapkan hidangan makanan utama dari ikan tersebut.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Kabar Anyar, Kuliner, Lowongan Peluang | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 316 views
19th
January
2008
Oleh Made Suardana

Meniru seperti yang di TV (National Geographic Channel), setiap tayangan yang kira-kira tidak semua orang bisa âmenerimaâ maka diawalnya diberikan note, maka postingan kali inipun rasanya perlu diawali dengan note tersebut: Every culture has its own standard, some people of certain groups or religion may find this article disturbing jadi viewer discretion is strongly advised. Artinya mohon ditutup saja browsernya jika artikelnya menggangu.
Nasi âbe gulingâ adalah salah satu makanan kesukaan saya. Sejak menjadi TKI saya hanya bisa menikmati nasi âbe gulingâ setahun sekali. Dulu sewaktu masih di Bali saya mempunyai beberapa warung nasi âbe gulingâ favorit misalnya yang di depan Bale Banjar Ubud (Warung Ibu Oka), di Jalan WR Supratman Denpasar (Warung Gemah Ripah) dan juga di Jl. Raya Sesetan Denpasar (dekat SPBU).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya, Jalan-Jalan, Kabar Anyar, Kuliner | Kontributor : Made Suardana | | 283 views