25th
October
2008
Dikirim oleh Agung Wardana
Konflik perebutan air Telaga Tunjung antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tabanan dengan subak mendapatkan respon tegas dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali. Konflik tersebut dianggap telah menambah deretan panjang konflik perebutan sumber daya air di kabupaten lumbung beras tersebut.
Semakin maraknya konflik perebutan sumber daya air tidak bisa dilepaskan dari pembiaran atas konflik maupun kesalahan pengelolaan sumber daya alam oleh pemerintah kabupaten. Sebut saja konflik Subak Yeh Gembrong dengan PDAM, penolakan Subak Mengesta terhadap pengoboran ABT oleh Hotel Vita Life di Wongaya Betan, hingga Petani Jatiluwih yang mengeluhkan keberadaan sumur bor di daerah mereka.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Lingkungan, Opini, Sekitar Denpasar | Kontributor : Agung Wardana | | 117 views
17th
October
2008
Oleh Luh De Suriyani
Bali dinilai makin semraut. Pembangunan fisik dinyatakan sudah banyak melanggar konsep tata ruang yang telah disepakati dalam Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali. Para pakar tata ruang, lingkungan, dan hukum sepakat hal ini segera akan menimbulkan konflik sosial serius.
Pelanggaran terhadap Perda Tata Ruang ini didiskusikan bersama sekitar 50 masyarakat dalam seminar refleksi kritis soal Perda itu di Hotel Inna Hotel Bali, Denpasar, Rabu lalu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Lingkungan | Kontributor : Luh De Suriyani | | 144 views
16th
October
2008
Oleh K. Ayu Sarasvati
Yoseph Dwi berasal dari Jakarta dan Patricia dari Sidney, Australia telah menunjukkan pada dunia bahwa kepemimpinan individual merupakan hal penting untuk mempertahankan bumi dalam keadaan baik. Mereka percaya pada kampanye World Silent Day dan melakukan dengan caranya sendiri untuk berkontribusi.
We Shall Do it! (WSD)
Yoseph Dwi dan keluarganya mencoba untuk hidup tanpa listrik selama empat jam. Dan mereka pun melakukannya!! Oleh sebab itu dia diberikan penghargaan secara simbolis oleh Tim World Silent Day (WSD). Yoseph lahir dan besar di Bali. Dia saat ini tinggal di Jakarta dan terkadang merindukan suasana hening Hari Raya Nyepi di Bali (hari yang menjadi inspirasi untuk melakukan kampanye WSD). Dalam mysilent@worldsilentday.org, dia menyatakan cinta Bali dan ingin melakukan apa yang baik bagi Bali.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Kabar Anyar, Lingkungan, Sosial, Teknologi | Kontributor : Agung Wardana | | 81 views
13th
October
2008
Dikirim Agung Wardana
Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim – selanjutnya disebut Kolaborasi Bali — kembali mengingatkan semua pihak perihal Hari Hening Sedunia atau World Silent Day(WSD). WSD yang dilaksanakan pada setiap tanggal 21 Maret ini merupakan salah satu upaya mengurangi dampak perubahan iklim dan merespon konferensi internasional tentang perubahan iklim diadakan di Bali pada Desember 2007 lalu.
Pasca Desember 2007, Kolaborasi Bali bersama masyarakat dunia yang peduli terhadap perubahan iklim, telah menyenyelenggarkan WSD I pada 21 Maret 2008 lalu. Dengan cara mengurangi penggunaan barang elektronik pada pukul 10.00-14.00 waktu setempat dan keesokan harinya dilanjutkan dengan pemberian bibit pohon kepada bayi yang lahir pada tanggal tersebut.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Lingkungan | Kontributor : Agung Wardana | | 87 views
6th
October
2008
Oleh Luh De Suriyani
Seratus tukik dilepaskan ke laut oleh anak-anak dan masyarakat yang mengadopsinya, Minggu akhir September lalu di pantai utara Serangan, Denpasar. Bagian dari penggalian dana untuk program konservasi penyu di kawasan yang dulunya adalah salah satu pulau tempat populasi penyu terbesar di Bali.
Puluhan anak-anak dan orang tua mereka terlibat dalam program adopsi tukik untuk konservasi itu. Masing-masing anak mendapatkan satu ekor tukik atau anak penyu untuk donasi sebesar Rp 75 ribu. Banyak di antara anak-anak sayang melepaskan penyu mereka ke lepas pantai karena baru pertama kali melihat hewan yang sudah cukup langka ini.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Lingkungan | Kontributor : Luh De Suriyani | | 125 views
2nd
October
2008
Oleh Agung Wardana
Deretan demi deretan masalah terjadi menghiasi halaman media massa kita setiap harinya. Pendidikan mahal, hingga seorang anak kecil bunuh diri karena tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Lihat saja kejadian pembagian zakat yang menelan korban 21 orang meninggal dunia di Pasuruan, fenomena daging olahan dari sampah merupakan fakta kemiskinan meradang di jamrud katulistiwa yang katanya kaya ini. Hal tersebut menjadi tamparan sekaligus pembuktian bahwa negara (pemerintah) telah gagal dalam memenuhi hak dasar rakyat.
Pragmatisme Rakyat
Suatu ketika penulis masuk ke sebuah desa yang dikenal miskin untuk membangun kesadaran tentang lingkungan hidup. Saat berdiskusi seorang masyarakat bertanya, berapa besar harga proyeknya. Sontak saja penulis kaget dengan pertanyaan seperti itu dan coba menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah ’proyek’ sebagaimana pemahaman umum. Karena dalam pehamanan umum proyek berarti bagi-bagi uang, habis proyek habis perkara.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Lingkungan, Opini | Kontributor : Agung Wardana | | 107 views