4th September 2008

Kapan Kebijakan Pernyiaran Indonesia Adil?

Oleh I Nyoman Winata

Menjadi narasumber dalam dialog Aspirasi Merah Putih di Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang Selasa 2 September 2008 menjadi yang pertama kalinya untuk saya. Dialog yang ditayangkan live pukul 00.00 Wib sampai pukul 02.00 Wib juga disiarkan secara bersama oleh 58 stasiun Pro 3 RRI se Indonesia. Alhasil penelpon yang interaktifpun datang dari daerah-daerah di Indonesia semacam Samarinda, Denpasar, Banjarmasin, Malang dan lainnya. Bangga juga, karena ini untuk pertama kalinya suara saya bisa sampai di seluruh pelosok negeri melalui radio.

Materi yang diangkat; Aturan KPID Jawa Tengah tentang Siaran Televisi yang ramah di Bulan Ramadhan. Saya diundang oleh RRI dalam kapasitas sebagai penanggungjawab di Cakra Semarang TV, salah satu tv lokal di Semarang. Selain saya ada Bapak Amirudin Ketua KPID Jawa Tengah dan Bapak Hari Wiryawan Koordinator Bidang Perizinan. Banyak persoalan yang menjadi perhatian pendengar RRI yang saya tangkap dan semuanya bermuara pada sebuah penghakiman bahwa tayangan TV di Indonesia tidak mendidik.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : I Nyoman Winata | 0 Komentar | 4 Views

2nd September 2008

Bangkitkan Eksistensi Remaja Demi Hak-Hak Remaja!

Oleh Kisara - PKBI Bali

Jumlah remaja Indonesia yang berusia 10-24 tahun mencapai 65 juta orang atau 30 persen dari total penduduk Indonesia. Sekitar 15-20 persen dari remaja usia sekolah di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Sekitar 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya. Hampir 80 persen dari kasus-kasus baru infeksi HIV yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun.

Tahukah kita bahwa setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja? Apakah kita sudah mengetahuinya? Apakah remaja sudah memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup untuk mengatasi permasalahan remaja seperti ini?

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 28 Views

1st September 2008

Bali Dalam Kancah Budaya Massa

Oleh Windhu Sancaya

SEBUAH buku tentang Bali kembali terbit. Judulnya ‘Bali dalam Kuasa Politik’, oleh I Nyoman Darma Putra (INDP), ahli Cultural Studies FS Unud, yang kini tengah menjadi pengajar sekaligus tengah mengikuti Postdoctoral Reseach Fellowship di School of Languages and Camparative Cultural Studies University of Queensland, Australia. Buku ini merupakan kumpulan dari sejumlah tulisan yang pernah disajikan di forum lokal, nasional maupun internasional, dengan sejumlah penyempurnaan dan penyesuaian.

Buku ini membahas ’sejarah Bali kontemporer’, tentang Bali dalam kuasa politik: dari peristiwa Puputan Badung (1906) sampai peristiwa bom Bali (2002, 2005), dari geguritan I Nengah Jimbaran karya Cokorda Denpasar sampai lagu pop Bali ‘Sarinem Neha Nehi’ oleh Bayu Kasta Warsa (Bayu KW), dari masyarakat homogen hingga multikultur, dari Baliseering hingga ajeg Bali. Buku ini tidak memiliki pretensi sejarah, namun demikian sangat banyak memuat informasi tentang peristiwa aktual yang terjadi sepanjang abad XX, yang boleh jadi sangat berguna untuk menyusun suatu sejarah Bali yang lebih utuh.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Buku, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 60 Views

31st August 2008

Komunitas Adat Membangun Sekolah Alternatif

Oleh Komang Adiartha

Berangkat dari keresahan mengamati pendidikan yang ada di pedesaan, warga adat di desa Guwang, Sukawati mendirikan Sekolah Alternatif Anak Tangguh. Keresahn tersebut karena pendidikan anak-anak kami saat ini hampir sama dengan apa yang kami dapatkan 20 atau 30 tahun yang lalu. Sementara tantangan zaman sudah berubah, anak-anak yang lahir di era tahun 2000–an, mereka menghirup nafas pada  era globalisasi, di mana mereka hidup dalam era kompetisi. Persaingan merekapun bukan bersaing dengan anak-anak tetanga di desanya, tetapi mereka berkompotisi dengan anak-anak Negara tetangga.

Bali sebagai salah satu daerah global, sehingga tidak sulit bagi kita untuk melihat sekolah internasional, yang sangat berkualitas, tentu saja dengan biaya yang mahal. Namun, anak-anak yang dapat mengakses pendidikan formal bertaraf internasional tentulah anak-anak dari golongan kaya. Anak-anak yang bersekolah di sekolah internasional mendapat beragam fasilitas mulai dari internet, kolam renang, sampai kurikulum bertaraf internasional. Sementara-anak-anak di desa dan pedesaan hanya mendapat pendidikan formal dengan kualitas apa adanya.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sekitar Denpasar, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 0 Komentar | 46 Views

28th August 2008

Politik Budaya Peribadahan

Oleh Ibed Surgana Yuga

“Kos di sini lumayan tenang. Enggak bising seperti tempat lain di Denpasar. Walaupun dekat masjid, tapi jarang ada suara azan,” kata seorang teman menjelaskan suasana kos-kosannya di bilangan Dalung, Badung. Teman ini juga bilang kalau masjid itu tidak lagi mengumandangkan azan subuh semenjak ditegur oleh masyarakat desa karena dianggap mengganggu tidur. Satu malam saya sempat begadang di kos teman saya ini, benar saja tidak ada suara azan subuh dari masjid yang cukup besar itu.

Satu hari sebelumnya, sekitar jam enam sore, saya jalan kaki menyusuri salah satu ruas trotoar jalanan Denpasar, melewati balé banjar demi balé banjar, pura demi pura yang ada di pinggir jalan. Saya agak terperangah ketika telinga saya dihinggapi kumandang Puja Tri Sandya dari loud speaker yang terpasang di balé kulkul pada sebuah balé banjar. Sejak kapan mantra persembahyangan ini dikumandangkan dari balé banjar?

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Teknologi, Budaya | Kontributor : Ibed Surgana Yuga | 1 Komentar | 90 Views

27th August 2008

Menyimak Kritik-kritik Suklu

Oleh Wayan Sunarta

Wayan Sujana Suklu merupakan salah satu perupa yang sedang tekun-tekunnya menjelajahi ranah seni rupa kontemporer. Karya-karya kontemporernya telah mengantarnya mengikuti berbagai ajang seni rupa tingkat nasional dan internasional. Namun sebelum melangkah ke pergulatan seni rupa kontemporer yang akhir-akhir ini semakin marak dan digemari para perupa, Suklu telah merambah seni rupa corak tradisi dan ragam corak modern.

Pada awal karirnya sebagai pelukis, Suklu sangat terpikat dengan berbagai ragam patra dan banyak mengusung simbol serta ikon seni lukis tradisi Bali dengan teknik sigar mangsi. Seiring bertambahnya pengetahuan seni rupanya, memicu Suklu merambah seni rupa modern dengan objek-objek figuratif yang distortif bertemakan wanita, khususnya ibu. Kemudian Suklu menjelajahi wilayah abstrak dengan teknik repetitif. Dosen seni rupa ISI Denpasar ini termasuk seniman yang selalu gelisah untuk menjajaki berbagai kemungkinan yang ditawarkan dunia seni rupa.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Agenda, Opini, Budaya | Kontributor : Wayan Sunarta | 0 Komentar | 53 Views

26th August 2008

Surat Terbuka Walhi Untuk Gubernur Bali

Dengan hormat,

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI/ Friends of the Earth Indonesia) Eksekutif Daerah Bali adalah organisasi lingkungan hidup yang terbesar di Bali dengan anggota 8 organisasi non-pemerintah, yakni: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Bali, Yayasan Mitra Bali Fair Trade, Ashram Gandipuri, Yayasan LIMAS, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Pembangunan Bali (LP3B) Buleleng, Pokja Bali Santi Tabanan, Yayasan Reksa Semesta dan puluhan anggota individu yang tersebar di seluruh Bali.

Sebagai organisasi yang peduli terhadap keadilan dan kelestarian lingkungan hidup di Bali , kami ingin menyampaikan pandangan dan harapan kami terkait permasalan yang menjadi konsern kami selama ini. Pertama-tama, tak lupa pula kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Made Mangku Pastika sebagai Gubernur Bali yang terpilih secara langsung lewat Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 9 Juli yang lalu.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kabar Anyar | Kontributor : Agung Wardana | 2 Komentar | 85 Views

22nd August 2008

Animo, (I Wish) More Than Music

Oleh Luh De Suriyani

Saya menyukai Marjinal lebih ke bagaimana ia membangun komunitas dan bergembira di dalamnya. Marjinal, kelompok musik yang lebih suka disebut komunitas di kawasan Setu Babakan Jakarta ini dahsyat karena ia memberikan kebangkitan jiwa anak muda dan anak-anak, dalam lingkungannya.

Marjinal, yang bisa saya simak dari lagu-lagunya, review majalah musik, dan kata orang-orang, membuat bangga komunitasnya.  Paling tidak membangunkan orang untuk berpikir dan refleksi saja. Mereka juga terlibat langsung dalam upaya mengubah sesuatu lewat aksi, tidak hanya menyanyi.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Sosok, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | 2 Komentar | 48 Views

21st August 2008

Jalur Bali Jawa bagaikan Neraka

Oleh Made Jacky

Berada di negeri orang sangat berbeda saat kita tingga di kampung halaman, Bali. Saya pulang ke Bali akhir Februari lalu dari Brisbane Australia untuk urusan visa tingga saya. Dalam benak hati saya rindu sekali dengan tanah kelahiran saya di Negara, Jembrana.

Meskipun saya tinggal di Brisbane selama tiga bulan tetap saja di dalam hati saya memiliki rasa kangen yang mendalam terhadap tanah kelahiran yang mempunyai banyak kenangan. Itulah Bali selalu mempunyai bayak kenangan dan bukan saya saja, banyak orang mengatakan rindu sekali dengan Bali.

Tapi Bali sekarang berubah tidak seperti dulu lagi yang masih indah dengan hijunya dedaunan disertai merdunya kicauan burung burung.

Dalam perjalanan pulang ke kampung halaman sedih sekali melihat jalan-jalan yang dibongkar begitu saja dan tidak tahu kapan akan diperbaiki. Jika jalan utama ini yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Bali harus diperbaiki kenapa tidak direncanakan secara matang sehingga tidak ada kesan perbaikan tanpa akhir. [b]

Kategori berita : Opini | Kontributor : made jacky | 1 Komentar | 91 Views

20th August 2008

Berbagi Jotan saat Galungan

Oleh Anton Muhajir

galungan.png

Sekitar pukul 7 pagi ini. Saya beserta anak dan istri masih lagi asik main di dapur untuk bikin sarapan. Gede Santika, tetangga kami, sudah mengetuk pintu gerbang rumah. Saya beranjak keluar membuka pintu. Menemuinya.

Gede, murid kelas II SMP yang hampir tiap hari main di ruangan depan rumah kami seperti sebagian besar anak di gang kami, sudah berpakaian adat madya. Berbaju safari dengan bawahan kamen (sarung) dan udeng di kepala. Dia membawa jotan untuk kami.

Baca selengkapnya »

Kategori berita : Opini, Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | 1 Komentar | 85 Views

eXTReMe Tracker